Khofifah ragu nyalon gubernur, lapangan masih becek
Selasa, 02 Oktober 2012 - 20:56 WIB
Khofifah ragu nyalon gubernur, lapangan masih becek
A
A
A
Sindonews.com - Khofifah Indar Parawansah mengaku masih ragu untuk ikut running Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2013 mendatang. Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden Gus Dur ini menyangsikan Pilgub Jatim 2013 bakal dilakukan secara jujur dan adil.
"Jika lapangannya masih becek sama seperti dulu (pilgub 2008-red) dan para pelakunya masih sama artinya akan buang-buang energi saja," kata Khofifah saat menerima kunjungan penyanyi religi Maher Zain di SMP Khodijah Surabaya, Selasa (2/10/2012).
Menurutnya, sebelum memutuskan untuk maju ke Pilgub Jatim 2013, pihaknya akan melakukan pemetaan. Khususnya menyangkut sejauh mana panitia penyelenggara Pilgub mengeliminir kecurangan dan pembenahan secara terukur terhadap sistem Pemilukada.
Contohnya, persoalah daftar pemilih tetap (DPT). Sebab, pada Pilgub 2008 lalu kecurangan Pilgub Jatim berakar dari manipulasi daftar pemilih.
"Pilgub Jatim mendatang apakah sudah berbasis e-KTP atau belum. Paling tidak dengan menggunakan e-KTP dapat mereduksi kecurangan daftar pemilih hingga 80 persen," katanya.
Ia juga berharap kepada segenap pihak yang merasa sebagai pejuang demokrasi untuk bersuara dalam pembenahan sistem Pilkada yang terukur.
"Bagaimanapun juga kecurangan yang terorganisir itu bisa mengalahkan kebenaran yang tak terorganisir. Oleh karena itu perlu diwaspadai agar cidera pilgub 2008 tidak terulang lagi," tandas ketua umum pengurus pusat (PP) Muslimat NU.
"Jika lapangannya masih becek sama seperti dulu (pilgub 2008-red) dan para pelakunya masih sama artinya akan buang-buang energi saja," kata Khofifah saat menerima kunjungan penyanyi religi Maher Zain di SMP Khodijah Surabaya, Selasa (2/10/2012).
Menurutnya, sebelum memutuskan untuk maju ke Pilgub Jatim 2013, pihaknya akan melakukan pemetaan. Khususnya menyangkut sejauh mana panitia penyelenggara Pilgub mengeliminir kecurangan dan pembenahan secara terukur terhadap sistem Pemilukada.
Contohnya, persoalah daftar pemilih tetap (DPT). Sebab, pada Pilgub 2008 lalu kecurangan Pilgub Jatim berakar dari manipulasi daftar pemilih.
"Pilgub Jatim mendatang apakah sudah berbasis e-KTP atau belum. Paling tidak dengan menggunakan e-KTP dapat mereduksi kecurangan daftar pemilih hingga 80 persen," katanya.
Ia juga berharap kepada segenap pihak yang merasa sebagai pejuang demokrasi untuk bersuara dalam pembenahan sistem Pilkada yang terukur.
"Bagaimanapun juga kecurangan yang terorganisir itu bisa mengalahkan kebenaran yang tak terorganisir. Oleh karena itu perlu diwaspadai agar cidera pilgub 2008 tidak terulang lagi," tandas ketua umum pengurus pusat (PP) Muslimat NU.
(lns)