Bangkai KRI Klewang belum dievakuasi
Senin, 01 Oktober 2012 - 19:04 WIB
Bangkai KRI Klewang belum dievakuasi
A
A
A
Sindonews.com - Bangkai KRI Klewang yang terbakar pada Jumat lalu hingga hari ini masih belum dievakuasi dari Dermaga Pangkalan TNI AL Banyuwangi. Sisa kapal siluman yang terbakar berupa lambung bawah kapal itu masih teronggok di samping selatan dermaga TNI AL Selat Bali.
Direktur PT Lundin Industry Invest, Lizza Lundin mengatakan, sebenarnya tadi siang sudah dilakukan evakuasi.
"Namun kita masih menunggu alat berat seperti crane untuk mengevakuasi. Alat itu hingga kini masih belum datang," kata Lizza menjelaskan kepada wartawan, Senin (1/10/2012).
Menurut Lizza, pihaknya akan secepatnya mengevakuasi kapal nahas itu agar penyelidikan atas terbakarnya kapal KRI Klewang yang dilaunching 31 Agustus lalu itu segera dilakukan.
Rencananya, untuk evakuasi kapal, PT Lundin akan meletakkan kembali bangkai kapal ke galangan PT Lundin di Jalan Lundin di Kelurahan Sukowidi Kecamatan Kalipuro Banyuwangi.
KRI Klewang yang terbuat dari komposit karbon itu terbakar pada Jumat 28 September sekira pukul 15.15 WIB. Kapal sepanjang 63 meter itu terbakar diduga karena hubungan pendek arus listrik listrik atau saat pemasangan mesin dan instalasi listrik pada kabin utama kapal.
Usai terbakarnya kapal siluman tercanggih di dunia itu, pihak TNI AL dan PT Lundin masih mensterilisasi lokasi terbakarnya kapal tersebut. Warga yang menonton bangkai kapal hanya diperbolehkan dari jarak sekitar 75 meter.
Direktur PT Lundin Industry Invest, Lizza Lundin mengatakan, sebenarnya tadi siang sudah dilakukan evakuasi.
"Namun kita masih menunggu alat berat seperti crane untuk mengevakuasi. Alat itu hingga kini masih belum datang," kata Lizza menjelaskan kepada wartawan, Senin (1/10/2012).
Menurut Lizza, pihaknya akan secepatnya mengevakuasi kapal nahas itu agar penyelidikan atas terbakarnya kapal KRI Klewang yang dilaunching 31 Agustus lalu itu segera dilakukan.
Rencananya, untuk evakuasi kapal, PT Lundin akan meletakkan kembali bangkai kapal ke galangan PT Lundin di Jalan Lundin di Kelurahan Sukowidi Kecamatan Kalipuro Banyuwangi.
KRI Klewang yang terbuat dari komposit karbon itu terbakar pada Jumat 28 September sekira pukul 15.15 WIB. Kapal sepanjang 63 meter itu terbakar diduga karena hubungan pendek arus listrik listrik atau saat pemasangan mesin dan instalasi listrik pada kabin utama kapal.
Usai terbakarnya kapal siluman tercanggih di dunia itu, pihak TNI AL dan PT Lundin masih mensterilisasi lokasi terbakarnya kapal tersebut. Warga yang menonton bangkai kapal hanya diperbolehkan dari jarak sekitar 75 meter.
(azh)