Polisi endus keterlibatan orang dalam
Senin, 01 Oktober 2012 - 16:57 WIB
Polisi endus keterlibatan orang dalam
A
A
A
Sindonews.com - Penyidik Polres Jakarta Selatan menelusuri keterlibatan orang dalam, terkait kasus perampokan kantor Pegadaian Unit Antam, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, pada Kamis 27 September 2012.
"Kami masih menelusuri adanya kemungkinan melibatkan orang dalam," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Hermawan di Mapolres Jakarta Selatan, Senin (1/10/2012).
Menurutnya, saat ini penyidik masih mendalami kemungkinan keterlibatan orang dalam, terkait aksi perampokan yang terjadi pada pukul 11.00 WIB tersebut.
"Dalam kasus ini memang ditemukan kesamaan terhadap aksi perampokan terhadap Pegadaian di wilayah Jakarta Selatan," ucapnya.
Aksi perampokan sebelumnya terjadi pada 8 Maret lalu di Jalan Raya Lenteng Agung. Pada saat itu para pelaku yang berjumlah sekitar empat orang, berhasil membawa kabur Rp1 miliar. Nahasnya lagi, aksi perampokan tersebut dilakukan di siang hari.
"Selain karyawan pegadaian, ada beberapa saksi yang sudah kita mintai keterangan," tegasnya.
Dia menegaskan, selama ini tidak ada permintaan pengamanan dari pihak Pegadaian kepada pihak polisi. Hal ini juga yang menyebabkan polisi kesulitan untuk menangkap para pelaku pencurian.
"Tidak pernah ada permintaan dari pihak Pegadaian untuk minta pengamanan kepolisian," tandasnya.
Seperti diketahui, dalam aksi perampokan itu, pelaku menggunakan senjata api untuk mengancam dan menggunakan helm agar tidak diketahui.
Setelah beraksi, pelaku langsung kabur setelah menguras satu brankas milik kantor Pegadaian ini. Selain itu, para pelaku juga mengambil CCTV dan rekaman CCTV yang ada di komputer kantor untuk menghilangkan jejak.
"Kami masih menelusuri adanya kemungkinan melibatkan orang dalam," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Hermawan di Mapolres Jakarta Selatan, Senin (1/10/2012).
Menurutnya, saat ini penyidik masih mendalami kemungkinan keterlibatan orang dalam, terkait aksi perampokan yang terjadi pada pukul 11.00 WIB tersebut.
"Dalam kasus ini memang ditemukan kesamaan terhadap aksi perampokan terhadap Pegadaian di wilayah Jakarta Selatan," ucapnya.
Aksi perampokan sebelumnya terjadi pada 8 Maret lalu di Jalan Raya Lenteng Agung. Pada saat itu para pelaku yang berjumlah sekitar empat orang, berhasil membawa kabur Rp1 miliar. Nahasnya lagi, aksi perampokan tersebut dilakukan di siang hari.
"Selain karyawan pegadaian, ada beberapa saksi yang sudah kita mintai keterangan," tegasnya.
Dia menegaskan, selama ini tidak ada permintaan pengamanan dari pihak Pegadaian kepada pihak polisi. Hal ini juga yang menyebabkan polisi kesulitan untuk menangkap para pelaku pencurian.
"Tidak pernah ada permintaan dari pihak Pegadaian untuk minta pengamanan kepolisian," tandasnya.
Seperti diketahui, dalam aksi perampokan itu, pelaku menggunakan senjata api untuk mengancam dan menggunakan helm agar tidak diketahui.
Setelah beraksi, pelaku langsung kabur setelah menguras satu brankas milik kantor Pegadaian ini. Selain itu, para pelaku juga mengambil CCTV dan rekaman CCTV yang ada di komputer kantor untuk menghilangkan jejak.
(maf)