Pipa PDAM pecah, 6.000 pelanggan kecewa
Senin, 01 Oktober 2012 - 16:33 WIB
Pipa PDAM pecah, 6.000 pelanggan kecewa
A
A
A
Sindonews.com – Saluran air bersih milik perusahaan daerah air minum (PDAM) Tirta Binangun Kulonprogo rusak terkena excavator, proyek pelebaran jalan. Akibatnya ribuan pelanggan air bersih kecewa dan complain ke PDAM.
Pipa air bersih yang ada di selatan KUD Pengasih, pecah, terkena ujung sekop pada mesin excavator yang melakukan galian proyek pelebaran jalan. Padahal pipa sebesar 10 inci ini merupakan pipa utama dari sumber air di Clereng Pengasih.
“Pipa di Pengasih pecah kena excavator, jadinya air tidak mengalir,” jelas Dirut PDAM Tirta Binangun Jumantoro menjelaskan, Senin (1/10/2012).
Menurutnya, akibat kerusakan ini, PDAM terpaksa menghentikan pasokan sementara. Penghentian dilakukans ebagai upaya perbaikan pipa yang pecah. Pasca ada laporan kerusakan, pihaknya langsung melakukan perbaikan. Hanya saja prosesnya tidak mudah, karena aliran air cukup besar dan terpaksa pasokan air ditutup.
“Kita sedang upayakan untuk perbaikan. Mudah-mudahan tidak sampai sore air sudah normal lagi,” tuturnya.
Akibat kerusakan ini, sebanyak 6 ribu pelanggan DPAM di empat Kecamatan, Pengasih, Wates, Panjatan dan Temon tidak bisa teraliri air bersih. Sejumlah pelanggan bahkan protes, karena air tidak mengalir.
“Ini agak mengganggu kita, karena kalau tidak mengalir, bisa tidak mandi,” ujarnya usai protes ke PDAM.
Pipa air bersih yang ada di selatan KUD Pengasih, pecah, terkena ujung sekop pada mesin excavator yang melakukan galian proyek pelebaran jalan. Padahal pipa sebesar 10 inci ini merupakan pipa utama dari sumber air di Clereng Pengasih.
“Pipa di Pengasih pecah kena excavator, jadinya air tidak mengalir,” jelas Dirut PDAM Tirta Binangun Jumantoro menjelaskan, Senin (1/10/2012).
Menurutnya, akibat kerusakan ini, PDAM terpaksa menghentikan pasokan sementara. Penghentian dilakukans ebagai upaya perbaikan pipa yang pecah. Pasca ada laporan kerusakan, pihaknya langsung melakukan perbaikan. Hanya saja prosesnya tidak mudah, karena aliran air cukup besar dan terpaksa pasokan air ditutup.
“Kita sedang upayakan untuk perbaikan. Mudah-mudahan tidak sampai sore air sudah normal lagi,” tuturnya.
Akibat kerusakan ini, sebanyak 6 ribu pelanggan DPAM di empat Kecamatan, Pengasih, Wates, Panjatan dan Temon tidak bisa teraliri air bersih. Sejumlah pelanggan bahkan protes, karena air tidak mengalir.
“Ini agak mengganggu kita, karena kalau tidak mengalir, bisa tidak mandi,” ujarnya usai protes ke PDAM.
(azh)