Pembayaran korban lumpur Lapindo kembali macet
Minggu, 30 September 2012 - 15:47 WIB
Pembayaran korban lumpur Lapindo kembali macet
A
A
A
Sindonews.com - Korban lumpur pesimis atas janji Lapindo Brantas Inc yang akan melunasi pembayaran jual beli aset akhir tahun 2012. Pasalnya, sampai saat ini saja masih banyak warga yang belum menerima angsuran pembayaran yang dijanjikan akan ditransfer tiap bulan.
Sebagian warga juga tidak menerima transfer pembayaran sejak empat bulan lalu. Padahal, sesuai janji PT Minarak Lapindo Jaya (Minarak) selaku anak perusahaan Lapindo, pembayaran akan dimulai sejak Bulan Juni lalu.
"Sudah empat bulan beberapa warga sama sekali tidak menerima angsuran pembayaran. Tentu saja kita pesimis jika Lapindo akan menepati janjinya," ujar salah satu korban lumpur yang enggan disebut namanya.
Korban lumpur yang selama empat bulan tak menerima transfer pembayaran dari Minarak kebanyakan mereka yang tidak tergabung dalam Setgab (Sekretariat Gabungan) Korban Lumpur.
Menurut Plt Kades Renokenongo Subakri mengaku sebagian warganya sejak Juni lalu belum menerima pembayaran dari anak perusahaan Lapindo Brantas Inc. "Ada sekitar 200 berkas yang belum diangsur oleh Lapindo. Padahal janji Minarak Lapindo akan mengangsur sejak Juni lalu," ujar Subakri, Minggu (30/9/2012).
Korban lumpur kini semakin resah, karena waktu terus berjalan dan Bulan Desember sesuai janji Lapindo untuk menuntaskan pembayaran tinggal tiga bulan lagi. Sejauh ini belum ada kepastian dari Minarak kapan akan membayar kekurangan uang jual beli aset korban lumpur.
Pitanto, salah satu koordinator korban lumpur asal Renokenongo yang tergabung dalam Setgab Korban lumpur mengakui jika setelah Minarak mengucurkan dana Rp50 miliar Bulan Juni lalu sampai saat ini belum ada pembayaran lagi.
Meski demikian, lanjut Pitanto, Setgab Korban Lumpur terus mendesak agar Minarak segera membayar aset korban lumpur. Paling tidak, dalam bulan ini sudah ada jawaban dan transfer uang pembayaran seperti yang dijanjikan.
Ketika ditanya apakah pihaknya pesimis atas janji Lapindo yang akan menuntaskan pembayarana aset korban lumpur akhir tahun ini, Pitanto mengaku masih melihat kondisinya. "Kita lihat dulu dalam bulan ini. Kita terus berupaya agar Minarak segera melunasi pembayaran," ujarnya.
Direktur PT Minarak Lapindo Jaya Andi Darussalam Tabusala belum bisa dikonfirmasi terkait masalah ini. Informasi yang diperoleh dia saat ini sedang berobat di Singapura. Sementara itu, Komisaris PT Minarak Lapindo Jaya Ir Gesang Budiarso mengatakan pihaknya akan menuntaskan pembayaran sesuai komitmen akhir tahun 2012.
"Komitmen kita akhir tahun ini pembayaran jual beli aset korban lumpur sudah selesai. Kita berdoa saja semoga keuangan Lapindo lancar dan bisa segera membayar sisa pembayaran aset milik korban lumpur," ujar Gesang Budiarso yang juga menjabat Sekretaris DPD I Golkar Jatim tersebut.
Alumni ITB tersebut mengaku tidak hafal berapa kekurangan yang belum dibayar okeh Minarak. Namun, sesuai komitmen pelunasan akan diselesaikan akhir tahun ini. Pihaknya terus berupaya agar bisa segera dilakukan pembayaran.
Sebagian warga juga tidak menerima transfer pembayaran sejak empat bulan lalu. Padahal, sesuai janji PT Minarak Lapindo Jaya (Minarak) selaku anak perusahaan Lapindo, pembayaran akan dimulai sejak Bulan Juni lalu.
"Sudah empat bulan beberapa warga sama sekali tidak menerima angsuran pembayaran. Tentu saja kita pesimis jika Lapindo akan menepati janjinya," ujar salah satu korban lumpur yang enggan disebut namanya.
Korban lumpur yang selama empat bulan tak menerima transfer pembayaran dari Minarak kebanyakan mereka yang tidak tergabung dalam Setgab (Sekretariat Gabungan) Korban Lumpur.
Menurut Plt Kades Renokenongo Subakri mengaku sebagian warganya sejak Juni lalu belum menerima pembayaran dari anak perusahaan Lapindo Brantas Inc. "Ada sekitar 200 berkas yang belum diangsur oleh Lapindo. Padahal janji Minarak Lapindo akan mengangsur sejak Juni lalu," ujar Subakri, Minggu (30/9/2012).
Korban lumpur kini semakin resah, karena waktu terus berjalan dan Bulan Desember sesuai janji Lapindo untuk menuntaskan pembayaran tinggal tiga bulan lagi. Sejauh ini belum ada kepastian dari Minarak kapan akan membayar kekurangan uang jual beli aset korban lumpur.
Pitanto, salah satu koordinator korban lumpur asal Renokenongo yang tergabung dalam Setgab Korban lumpur mengakui jika setelah Minarak mengucurkan dana Rp50 miliar Bulan Juni lalu sampai saat ini belum ada pembayaran lagi.
Meski demikian, lanjut Pitanto, Setgab Korban Lumpur terus mendesak agar Minarak segera membayar aset korban lumpur. Paling tidak, dalam bulan ini sudah ada jawaban dan transfer uang pembayaran seperti yang dijanjikan.
Ketika ditanya apakah pihaknya pesimis atas janji Lapindo yang akan menuntaskan pembayarana aset korban lumpur akhir tahun ini, Pitanto mengaku masih melihat kondisinya. "Kita lihat dulu dalam bulan ini. Kita terus berupaya agar Minarak segera melunasi pembayaran," ujarnya.
Direktur PT Minarak Lapindo Jaya Andi Darussalam Tabusala belum bisa dikonfirmasi terkait masalah ini. Informasi yang diperoleh dia saat ini sedang berobat di Singapura. Sementara itu, Komisaris PT Minarak Lapindo Jaya Ir Gesang Budiarso mengatakan pihaknya akan menuntaskan pembayaran sesuai komitmen akhir tahun 2012.
"Komitmen kita akhir tahun ini pembayaran jual beli aset korban lumpur sudah selesai. Kita berdoa saja semoga keuangan Lapindo lancar dan bisa segera membayar sisa pembayaran aset milik korban lumpur," ujar Gesang Budiarso yang juga menjabat Sekretaris DPD I Golkar Jatim tersebut.
Alumni ITB tersebut mengaku tidak hafal berapa kekurangan yang belum dibayar okeh Minarak. Namun, sesuai komitmen pelunasan akan diselesaikan akhir tahun ini. Pihaknya terus berupaya agar bisa segera dilakukan pembayaran.
(ysw)