Anggaran lelang Amdal KBS ditambah
Minggu, 30 September 2012 - 15:31 WIB
Anggaran lelang Amdal KBS ditambah
A
A
A
Sindonews.com - Pemkot Surabaya belum menyerah untuk segera mengakuisisi Kebun Binatang Surabaya (KBS). Rentetan kematian satwa yang masih saja terjadi di kebun binatang terbesar di Jawa Timur itu membuat mereka berupaya mempercepat proses pengelolaan secara mandiri.
Setelah terjadi kegagalan dalam dua lelang, yakni analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dan lelang pengadaan jasa konsultansi rekrutmen direksi KBS, pemkot kini menambah anggaran untuk lelang amdal. Langkah itu dilakukan untuk menarik minat peserta lelang.
Kepala Dinas pertanian (Distan) Kota Surabaya Samsul Arifin menuturkan, lelang amdal sampai saat ini memang mundur waktunya dari jadwal yang sudah ditentukan. Dua kali proses lelang yang digelar, peminat tak sampai tiga orang. Hasilnya, pemkot tak bisa melanjutkan proses lelang untuk menentukan siapa pemenangnya.
"Jadi kita rencanakan lelang ulang lagi, besaran anggaran kami naikkan biar pesertanya semakin ramai," ujar Samsul, di Surabaya, Minggu (30/9/2012).
Ia melanjutkan, kalau sebelumnya besaran anggaran untuk amdal senilai Rp300 juta. Rencananya, pihaknya akan menaikannya menjadi Rp400-500 juta. Dengan besaran itu, pemkot yakin kalau peserta lelang akan bertambah dan segera ditentukan pemenangnya.
"Kenaikan itu hasil dari evaluasi kami, makanya kami realistis dan mau ini cepat selesai," ungkapnya.
Samsul juga menjelaskan, pada pelaksanaan lelang kedua beberapa waktu lalu sebetulnya sudah ada empat peminat atau empat perusahaan yang mengajukan penawaran. Persoalannya adalah empat perusahaan ini kurang serius mengikuti proses lelang.
Ia sendiri sempat mengundang empat perusahaan yang mengajukan memasukkan dokumen dan mengajukan penawaran itu. Undangan itu dalam rangka konfirmasi keiikutsertaan lelang yang diselenggarakan.
“Tapi keempatnya tidak datang. Terpaksa kami akan melakukan lelang ulang,” jelasnya.
Sedangkan untuk lelang pengadaan jasa konsultasi rekrutmen direksi KBS, malah sudah diulang. Sebelumnya melalui situs e-proc Pemkot Surabaya di www.lpse.surabaya.go.id, lelang itu sudah ditayangkan 8 Agustus lalu.
“Kita memang mengadakan lelang ulang,” sambung Kepala Bagian Perekonomian Widodo Suryantoro.
Masalahnya sama, katanya, lelang ini masih sepi peminat. Kemungkinan hal itu karena proses lelang yang mendekati Lebaran. “Mungkin kurang fokus karena sudah jelang lebaran,” ujarnya.
Dengan proses lelang ulang, ia menyebut akan mengganggu proses take over KBS dari Tim Pengelola Sementara (TPS) ke Pemkot Surabaya. Selama ini pemkot sudah getol ingin mengelola KBS.
Ini ditunjukkan dengan mengajukan Raperda KBS yang kini sudah disahkan. Bahkan pemkot sempat membentuk UPTD KBS tapi gagal mengelola karena tidak mendapat persetujuan dari pemerintah pusat.
Lelang ini sendiri untuk mencari tim yang bertugas melakukan rekrutmen direksi KBS. Artinya, tugas perusahaan yang memenangkan lelang nanti akan melakukan serangkaian proses untuk merekrut direksi, mulai pembukaan rekrutmen, seleksi hingga pengumuman.
Setelah terjadi kegagalan dalam dua lelang, yakni analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dan lelang pengadaan jasa konsultansi rekrutmen direksi KBS, pemkot kini menambah anggaran untuk lelang amdal. Langkah itu dilakukan untuk menarik minat peserta lelang.
Kepala Dinas pertanian (Distan) Kota Surabaya Samsul Arifin menuturkan, lelang amdal sampai saat ini memang mundur waktunya dari jadwal yang sudah ditentukan. Dua kali proses lelang yang digelar, peminat tak sampai tiga orang. Hasilnya, pemkot tak bisa melanjutkan proses lelang untuk menentukan siapa pemenangnya.
"Jadi kita rencanakan lelang ulang lagi, besaran anggaran kami naikkan biar pesertanya semakin ramai," ujar Samsul, di Surabaya, Minggu (30/9/2012).
Ia melanjutkan, kalau sebelumnya besaran anggaran untuk amdal senilai Rp300 juta. Rencananya, pihaknya akan menaikannya menjadi Rp400-500 juta. Dengan besaran itu, pemkot yakin kalau peserta lelang akan bertambah dan segera ditentukan pemenangnya.
"Kenaikan itu hasil dari evaluasi kami, makanya kami realistis dan mau ini cepat selesai," ungkapnya.
Samsul juga menjelaskan, pada pelaksanaan lelang kedua beberapa waktu lalu sebetulnya sudah ada empat peminat atau empat perusahaan yang mengajukan penawaran. Persoalannya adalah empat perusahaan ini kurang serius mengikuti proses lelang.
Ia sendiri sempat mengundang empat perusahaan yang mengajukan memasukkan dokumen dan mengajukan penawaran itu. Undangan itu dalam rangka konfirmasi keiikutsertaan lelang yang diselenggarakan.
“Tapi keempatnya tidak datang. Terpaksa kami akan melakukan lelang ulang,” jelasnya.
Sedangkan untuk lelang pengadaan jasa konsultasi rekrutmen direksi KBS, malah sudah diulang. Sebelumnya melalui situs e-proc Pemkot Surabaya di www.lpse.surabaya.go.id, lelang itu sudah ditayangkan 8 Agustus lalu.
“Kita memang mengadakan lelang ulang,” sambung Kepala Bagian Perekonomian Widodo Suryantoro.
Masalahnya sama, katanya, lelang ini masih sepi peminat. Kemungkinan hal itu karena proses lelang yang mendekati Lebaran. “Mungkin kurang fokus karena sudah jelang lebaran,” ujarnya.
Dengan proses lelang ulang, ia menyebut akan mengganggu proses take over KBS dari Tim Pengelola Sementara (TPS) ke Pemkot Surabaya. Selama ini pemkot sudah getol ingin mengelola KBS.
Ini ditunjukkan dengan mengajukan Raperda KBS yang kini sudah disahkan. Bahkan pemkot sempat membentuk UPTD KBS tapi gagal mengelola karena tidak mendapat persetujuan dari pemerintah pusat.
Lelang ini sendiri untuk mencari tim yang bertugas melakukan rekrutmen direksi KBS. Artinya, tugas perusahaan yang memenangkan lelang nanti akan melakukan serangkaian proses untuk merekrut direksi, mulai pembukaan rekrutmen, seleksi hingga pengumuman.
(ysw)