Bantaeng usulkan bangun terminal agro
Minggu, 30 September 2012 - 12:25 WIB
Bantaeng usulkan bangun terminal agro
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pertambangan Energi (Disperindagtamben) Bantaeng, akan mengusulkan pembangunan Terminal Agro pada 2013 mendatang.
Menurut Kadiperindagtamben Bantaeng Abdul Gani, lahan yang akan disiapkan untuk terminal tersebut berada di Kampung Loka, Desa Bonto Marannu Kecamatan Uluere. Karena di lokasi tersebut merupakan wilayah yang dipetakan Pemkab Bantaeng, sebagai kawasan penghasil pertanian.
“Jika terminal agro terealisasi, semua hasil pertanian harus masuk ke terminal Agro untuk disortir. Setelah itu, baru bisa didistribusikan ke wilayah lain,” ungkap Gani, Minggu (30/9/2012).
Untuk anggaran, pihaknya baru mengusulkan ke Kementrian Perdagangan (Kemendag) untuk APBN 2013. Proyek tersebut diperkirakan menyerap anggaran sekira Rp5 miliar. Selain pembangunan terminal Agro, anggaran tersebut juga sudah termasuk dalam program rehabilitas Pasar Loka.
“Kami akan menambah kios, dan beberapa los di Pasar Loka. Memang prospek pasar di sana (Loka) juga sangat bagus, sehingga kami juga harus memperhatikan pasar-pasar yang terletak di luar kota,” ujar Gani.
Dia mengatakan, pasar tersebut memang dirancang berbeda dengan pasar lain, sebab didalamnya juga ditempatkan terminal Agro. Pihaknya optimistis, bisa mendapat mendapat anggaran dari Kemendag, apalagi salah satu pasar percontohan nasional, binaan Kemendag ada di Bantaeng yakni Pasar Lambocca, yang menelan anggaran sekira Rp15 miliar.
Sementara itu, salah seorang anggota DPRD Bantaeng Nurdin Halim mengatakan, sebelumnya pihaknya memang sudah melakukan studi banding ke Malang dan Semarang yang merupakan kawasan agropolitan (kawasan pertanian).
“Jadi nanti harusnya dilakukan kajian dan dibuat Peraturan Daerah (Perda) induk terlebih dulu,” jelas Nurdin.
Perda tersebut dimaksudkan, agar jelas pembagian tugas siapa yang akan mengelolah terminal Agro itu. Rencananya, Perda baru akan digarap pada 2013 mendatang. Dia menyebutkan, meskipun setuju dengan rencana tersebut, namun harus dikaji lebih mendalam, sebab hal itu merupakan program pemberdayaan petani di Bantaeng.
Menurut Kadiperindagtamben Bantaeng Abdul Gani, lahan yang akan disiapkan untuk terminal tersebut berada di Kampung Loka, Desa Bonto Marannu Kecamatan Uluere. Karena di lokasi tersebut merupakan wilayah yang dipetakan Pemkab Bantaeng, sebagai kawasan penghasil pertanian.
“Jika terminal agro terealisasi, semua hasil pertanian harus masuk ke terminal Agro untuk disortir. Setelah itu, baru bisa didistribusikan ke wilayah lain,” ungkap Gani, Minggu (30/9/2012).
Untuk anggaran, pihaknya baru mengusulkan ke Kementrian Perdagangan (Kemendag) untuk APBN 2013. Proyek tersebut diperkirakan menyerap anggaran sekira Rp5 miliar. Selain pembangunan terminal Agro, anggaran tersebut juga sudah termasuk dalam program rehabilitas Pasar Loka.
“Kami akan menambah kios, dan beberapa los di Pasar Loka. Memang prospek pasar di sana (Loka) juga sangat bagus, sehingga kami juga harus memperhatikan pasar-pasar yang terletak di luar kota,” ujar Gani.
Dia mengatakan, pasar tersebut memang dirancang berbeda dengan pasar lain, sebab didalamnya juga ditempatkan terminal Agro. Pihaknya optimistis, bisa mendapat mendapat anggaran dari Kemendag, apalagi salah satu pasar percontohan nasional, binaan Kemendag ada di Bantaeng yakni Pasar Lambocca, yang menelan anggaran sekira Rp15 miliar.
Sementara itu, salah seorang anggota DPRD Bantaeng Nurdin Halim mengatakan, sebelumnya pihaknya memang sudah melakukan studi banding ke Malang dan Semarang yang merupakan kawasan agropolitan (kawasan pertanian).
“Jadi nanti harusnya dilakukan kajian dan dibuat Peraturan Daerah (Perda) induk terlebih dulu,” jelas Nurdin.
Perda tersebut dimaksudkan, agar jelas pembagian tugas siapa yang akan mengelolah terminal Agro itu. Rencananya, Perda baru akan digarap pada 2013 mendatang. Dia menyebutkan, meskipun setuju dengan rencana tersebut, namun harus dikaji lebih mendalam, sebab hal itu merupakan program pemberdayaan petani di Bantaeng.
(ysw)