Pilot & copilot Bravo tewas
Sabtu, 29 September 2012 - 13:59 WIB
Pilot & copilot Bravo tewas
A
A
A
Sindonews.com - Pilot dan copilot pesawat jenis AS 202 Bravo/LM 2003 Marsekal Pertama TNI (purn) Norman Lubis dan Letkol Pnb (purn) Toni Hartono yang jatuh saat melakukan manuver dalam acara Bandung Air Show (BAS) kondisinya sudah tidak bernyawa.
Jenazah keduanya saat ini telah berada di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Dua mobil ambulance dari RS Salamun TNI AU dan PMI yang membawa jenazah ke rumah sakit itu.
Dari pantauan di lokasi, jenazah tiba di RSHSB pukul 13.30 WIB. Saat itu puluhan orang diperkirakan teman-teman dan keluarga terlihat mendampingi jenazah. Mereka tampak sedih, bahkan di antaranya ada yang menangis.
Kedua pilot dan copilot merupakan purnawirawan TNI AU dan bergabung dengan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI). Dalam acara BAS itu mereka tampil untuk bermanuver di atas udara.
Namun nahas, pesawat itu kemudian diketahui jatuh sekira pukul 11.05 WIB. Penonton yang kebetulan menyaksikan BAS menjadi terkejut, karena kepulan asap hitam tebal tiba-tiba terlihat dari kejauhan membumbung tinggi ke udara.
Karena kejadian itu, arus lalu lintas menuju BAS macet. Tampak beberapa mobil pemadam kebakaran hilir mudik menuju lokasi.
Menurut Amran (31) asap akibat jatuhnya pesawat juga terlihat dari jarak seratusan meter. Dirinya yang saat itu sedang bekerja tak jauh dari lokasi melihat jelas asap hitam membumbung.
"Saya langsung menuju lokasi jatuhnya pesawat, ternyata memang ada pesawat jatuh," kata Amran, Sabtu (29/9/2012).
Jenazah keduanya saat ini telah berada di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Dua mobil ambulance dari RS Salamun TNI AU dan PMI yang membawa jenazah ke rumah sakit itu.
Dari pantauan di lokasi, jenazah tiba di RSHSB pukul 13.30 WIB. Saat itu puluhan orang diperkirakan teman-teman dan keluarga terlihat mendampingi jenazah. Mereka tampak sedih, bahkan di antaranya ada yang menangis.
Kedua pilot dan copilot merupakan purnawirawan TNI AU dan bergabung dengan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI). Dalam acara BAS itu mereka tampil untuk bermanuver di atas udara.
Namun nahas, pesawat itu kemudian diketahui jatuh sekira pukul 11.05 WIB. Penonton yang kebetulan menyaksikan BAS menjadi terkejut, karena kepulan asap hitam tebal tiba-tiba terlihat dari kejauhan membumbung tinggi ke udara.
Karena kejadian itu, arus lalu lintas menuju BAS macet. Tampak beberapa mobil pemadam kebakaran hilir mudik menuju lokasi.
Menurut Amran (31) asap akibat jatuhnya pesawat juga terlihat dari jarak seratusan meter. Dirinya yang saat itu sedang bekerja tak jauh dari lokasi melihat jelas asap hitam membumbung.
"Saya langsung menuju lokasi jatuhnya pesawat, ternyata memang ada pesawat jatuh," kata Amran, Sabtu (29/9/2012).
(lns)