KRI Klewang masih tanggung jawab pabrikan
Jum'at, 28 September 2012 - 20:10 WIB
KRI Klewang masih tanggung jawab pabrikan
A
A
A
Sindonews.com - KRI Klewang belum diserahkan kepada pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI). Saat terbakar di Dermaga Pangkalan TNI AL, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim), KRI Klewang masih di bawah wewenang PT Lundin Industry Invest.
Pasca terbakarnya KRI Klewang di Dermaga Pangkalan TNI AL, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Panglima Komando Armada Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Agung Pramono meluncur ke lokasi kebakaran.
"Setelah kebakaran itu saat ini Pangarmatim sedang meluncur ke lokasi," kata Kadispen Koarmatim TNI AL Letkol TNI Yayan Sugiana menjelaskan, Jum'at (28/9/2012).
Ia mengatakan turut prihatin atas insiden kebakaran tersebut. Insiden tersebut menyebabkan PT Lundin Industry Invest kehilangan aset yang sedianya digunakan untuk melakukan pengamanan jalur laut dan penjagaan terhadap wilayah maritim. Yayan juga mengatakan, KRI Klewang masih belum menjadi milik dari TNI AL. Pasalnya dari pihak PT Lundin Industry Invest selaku pembuat kapal belum ada penyerahan.
"KRI itu masih belum diserahkan ke TNI AL. Bahkan sejumlah kru yang ada di kapal tersebut bukan dari TNI AL," katanya.
Yayan mengungkapkan, dugaan sementara penyebab kebakaran KRI Klewang adalah karena korsleting. Hingga saat ini masih dilakukan penyelidikkan.
Seperti diberitakan sebelumnya, KRI Klewang kapal jenis trimaran yang diluncurkan resmi pada 31 Agustus 2012 lalu terbakar di Dermaga Pangkalan TNI AL, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. KRI Klewang merupakan salah satu alutsista andalan TNI AL. Kapal bernomor lambung 625 itu memiliki panjang keseluruhan 63 meter.
Pasca terbakarnya KRI Klewang di Dermaga Pangkalan TNI AL, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Panglima Komando Armada Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Agung Pramono meluncur ke lokasi kebakaran.
"Setelah kebakaran itu saat ini Pangarmatim sedang meluncur ke lokasi," kata Kadispen Koarmatim TNI AL Letkol TNI Yayan Sugiana menjelaskan, Jum'at (28/9/2012).
Ia mengatakan turut prihatin atas insiden kebakaran tersebut. Insiden tersebut menyebabkan PT Lundin Industry Invest kehilangan aset yang sedianya digunakan untuk melakukan pengamanan jalur laut dan penjagaan terhadap wilayah maritim. Yayan juga mengatakan, KRI Klewang masih belum menjadi milik dari TNI AL. Pasalnya dari pihak PT Lundin Industry Invest selaku pembuat kapal belum ada penyerahan.
"KRI itu masih belum diserahkan ke TNI AL. Bahkan sejumlah kru yang ada di kapal tersebut bukan dari TNI AL," katanya.
Yayan mengungkapkan, dugaan sementara penyebab kebakaran KRI Klewang adalah karena korsleting. Hingga saat ini masih dilakukan penyelidikkan.
Seperti diberitakan sebelumnya, KRI Klewang kapal jenis trimaran yang diluncurkan resmi pada 31 Agustus 2012 lalu terbakar di Dermaga Pangkalan TNI AL, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. KRI Klewang merupakan salah satu alutsista andalan TNI AL. Kapal bernomor lambung 625 itu memiliki panjang keseluruhan 63 meter.
(azh)