Siswa bikin motor khusus difabel
Jum'at, 28 September 2012 - 18:14 WIB
Siswa bikin motor khusus difabel
A
A
A
Sindonews.com - SMKN 6 Bandung, Jawa Barat (Jabar), dalam waktu dekat siap luncurkan motor roda tiga yang diproduksi bagi orang cacat atau difabel. Kini sekolah itu telah berhasil mengubah motor normal menjadi motor khusus orang cacat.
"Proses produksinya sekitar dua hari. Kami belum memproduksi secara massal, dan masih dalam masa percobaan," jelas Kepala Sekolah SMKN 6 Bandung Husen saat ditemui di sela-sela kunjungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar, Jumat (28/9/2012).
Nantinya, lanjut dia, setelah melalu proses uji coba langsung oleh orang cacat dan dinyatakan layak pakai. Harga satu rangkaian akan dihargai Rp2,5 juta.
Husen mengatakan, rangkaian tersebut bisa digunakan bagi motor jenis matic dan manual (2 tak dan 4 tak). Di tempat yang sama Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda berharap hasil rakitan dari siswa SMKN 6 bisa disempurnakan hingga akhirnya layak digunakan para penyandang cacat.
"Kita nanti akan ajak teman-teman difabel untuk mencoba langsung motor ini. Apakah sudah enak atau ada yang perlu ditambah," katanya.
Ayi berharap, potensi siswa khususnya siswa SMK bisa semakin bertambah hingga akhirnya mencetak generasi muda yang unggul dan siap untuk bersaing di dunia kerja.
Kedepan, pihaknya akan mengundang pihak perguruan tinggi dan pengusaha untuk melakukan tinjauan langsung ke SMKN 6. Hal tersebut guna terjamin sinergitas antara perguruan tinggi, pendidikan dalam hal ini sekolah, dan pengusaha.
"Jadi bisa saja yang mendesain perguruan tinggi, yang memproduksi siswa SMK 6, dan yang menyalurkannya para pengusaha," bebernya.
Selain akan memproduksi motor roda tiga, SMKN 6 selama tiga tahun terakhir telah memproduksi sendiri sekitar 500 jenis komponen mesin, salah satunya adalah blok mesin.
"Ini hasil buatan kita sudah ada yang dipasarkan ke internasional. Untuk lokalnya kita pasarkan di perusahaan otomotif Bandung dan Jakarta," ujar Konsultan Industri SMKN 6, Agung AH.
"Proses produksinya sekitar dua hari. Kami belum memproduksi secara massal, dan masih dalam masa percobaan," jelas Kepala Sekolah SMKN 6 Bandung Husen saat ditemui di sela-sela kunjungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar, Jumat (28/9/2012).
Nantinya, lanjut dia, setelah melalu proses uji coba langsung oleh orang cacat dan dinyatakan layak pakai. Harga satu rangkaian akan dihargai Rp2,5 juta.
Husen mengatakan, rangkaian tersebut bisa digunakan bagi motor jenis matic dan manual (2 tak dan 4 tak). Di tempat yang sama Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda berharap hasil rakitan dari siswa SMKN 6 bisa disempurnakan hingga akhirnya layak digunakan para penyandang cacat.
"Kita nanti akan ajak teman-teman difabel untuk mencoba langsung motor ini. Apakah sudah enak atau ada yang perlu ditambah," katanya.
Ayi berharap, potensi siswa khususnya siswa SMK bisa semakin bertambah hingga akhirnya mencetak generasi muda yang unggul dan siap untuk bersaing di dunia kerja.
Kedepan, pihaknya akan mengundang pihak perguruan tinggi dan pengusaha untuk melakukan tinjauan langsung ke SMKN 6. Hal tersebut guna terjamin sinergitas antara perguruan tinggi, pendidikan dalam hal ini sekolah, dan pengusaha.
"Jadi bisa saja yang mendesain perguruan tinggi, yang memproduksi siswa SMK 6, dan yang menyalurkannya para pengusaha," bebernya.
Selain akan memproduksi motor roda tiga, SMKN 6 selama tiga tahun terakhir telah memproduksi sendiri sekitar 500 jenis komponen mesin, salah satunya adalah blok mesin.
"Ini hasil buatan kita sudah ada yang dipasarkan ke internasional. Untuk lokalnya kita pasarkan di perusahaan otomotif Bandung dan Jakarta," ujar Konsultan Industri SMKN 6, Agung AH.
(mhd)