Makin nekat, tawuran pelajar pakai molotov
Jum'at, 28 September 2012 - 17:37 WIB
Makin nekat, tawuran pelajar pakai molotov
A
A
A
Sindonews.com – Maraknya tawuran pelajar belakangan ini membuat masyarakat resah. Karena tak sedikit pelajar yang nekat membawa senjata tajam serta bom molotov.
Dalam dua pekan ini saja, sedikitnya terdapat tiga pelajar tewas dalam aksi tawuran. Satu di antaranya terjadi di Depok, Jawa Barat, dengan korban bernama Dedi Triyudha, siswa SMK Baskara.
Kapolres Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni mengatakan saat ini tawuran memang sedang meluas dan memancing pelajar lain untuk ikut-ikutan. Hal itu, kata Mulyadi, semakin meresahkan masyarakat khususnya para orangtua.
“Tawuran makin meluas, tak hanya kepolisian yang dibuat repot, masyarakat juga menjadi resah,” jelasnya kepada wartawan di Polresta Depok, Jumat (28/09/12).
Bahkan kualitas tawuran pelajar di Depok semakin naik. Dibanding bulan Januari-Juli 2012, kasus tawuran pada bulan Agustus-September mengalami peningkatan.
Ini terlihat dari adanya korban jiwa, banyaknya membawa senjata tajam berbagai jenis, membawa benda tajam lainnya yang dapat melukai, seperti gir pompa listrik dan gir motor kecil, serta bom molotov.
"Untuk antisipasi kami akan rutin melakukan patroli dan menempatkan petugas di wilayah yang rawan tawuran," paparnya.
Mulyadi menambahkan, pihaknya akan gencar melakukan sweeping di sejumlah warung dekat sekolah yang kerap tawuran. Pasalnya tak sedikit pelajar yang membawa senjata tajam menitipkannya di warung dekat sekolah.
Namun pemilik warung yang sering dijadikan tempat nongkrong para pelajar dan penempatan senjata tajam tidak bisa ditangkap. Karena umumnya pemilik warung itu tidak tahu dan tidak akan mengizinkan pelajar itu menitipkan senjata tajam.
Dalam dua pekan ini saja, sedikitnya terdapat tiga pelajar tewas dalam aksi tawuran. Satu di antaranya terjadi di Depok, Jawa Barat, dengan korban bernama Dedi Triyudha, siswa SMK Baskara.
Kapolres Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni mengatakan saat ini tawuran memang sedang meluas dan memancing pelajar lain untuk ikut-ikutan. Hal itu, kata Mulyadi, semakin meresahkan masyarakat khususnya para orangtua.
“Tawuran makin meluas, tak hanya kepolisian yang dibuat repot, masyarakat juga menjadi resah,” jelasnya kepada wartawan di Polresta Depok, Jumat (28/09/12).
Bahkan kualitas tawuran pelajar di Depok semakin naik. Dibanding bulan Januari-Juli 2012, kasus tawuran pada bulan Agustus-September mengalami peningkatan.
Ini terlihat dari adanya korban jiwa, banyaknya membawa senjata tajam berbagai jenis, membawa benda tajam lainnya yang dapat melukai, seperti gir pompa listrik dan gir motor kecil, serta bom molotov.
"Untuk antisipasi kami akan rutin melakukan patroli dan menempatkan petugas di wilayah yang rawan tawuran," paparnya.
Mulyadi menambahkan, pihaknya akan gencar melakukan sweeping di sejumlah warung dekat sekolah yang kerap tawuran. Pasalnya tak sedikit pelajar yang membawa senjata tajam menitipkannya di warung dekat sekolah.
Namun pemilik warung yang sering dijadikan tempat nongkrong para pelajar dan penempatan senjata tajam tidak bisa ditangkap. Karena umumnya pemilik warung itu tidak tahu dan tidak akan mengizinkan pelajar itu menitipkan senjata tajam.
(ysw)