Polres Depok tangkap 197 siswa tawuran
Jum'at, 28 September 2012 - 17:29 WIB
Polres Depok tangkap 197 siswa tawuran
A
A
A
Sindonews.com - Dalam kurun waktu dua pekan, Polres Depok menangkap 197 pelajar SMK dan SMP yang terlibat tawuran. Tak hanya pelajar asal Depok yang ditangkap, pelajar asal Kabupaten Bogor juga diamankan karena hendak menyerang SMK di Depok.
Bahkan delapan di antaranya ditetapkan sebagai tersangka. Karena terlibat dalam pembunuhan Dedi Triyudha, pelajar yang tewas dalam tawuran antara SMK Panmas dan SMK Baskara Depok.
"Mereka membawa parang. Kita tak tinggal diam, antisipasi dari 14 September, ada 197 siswa kita amankan baik SMK dan SMP, delapan di antaranya jadi tersangka karena terlibat kasus pembunuhan Panmas. Mereka juga bawa bom molotov. Total delapan tersangka,” kata Kapolres Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni kepada wartawan di Polresrta Depok, Jumat (28/9/2012).
Mulyadi menambahkan, Kamis 27 September 2012 kemarin, tawuran juga sempat terjadi, dimana puluhan siswa SMP Pondok Rajeg, Cibinong, membawa samurai ingin menyerang SMP Yappa Sukmajaya Depok. Delapan tersangka yang diamankan karena terbukti membawa bom molotov.
"Ada 54 diamankan dari SMK Boedi Oetomo (Boedoet) Sukmajaya Depok, kami sudah hubungi kepsek (kepala sekolah) masing–masing, pendataan dan pembinaan, ada juga yang dikembalikan ke orangtua," kata Kapolres Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni kepada wartawan di Polresrta Depok, Jumat (28/9/2012).
Pihaknya juga meningkatkan koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Depok untuk mencegah terjadinya tawuran. Rata–rata penyebab tawuran dilandasi jiwa labil dan hanya ikut–ikutan ajakan solidaritas.
"Tinggal penyesalan saja yang ada. Ada yang orangtuanya sopir angkot, kuli bangunan, tukang cuci," paparnya.
Bahkan delapan di antaranya ditetapkan sebagai tersangka. Karena terlibat dalam pembunuhan Dedi Triyudha, pelajar yang tewas dalam tawuran antara SMK Panmas dan SMK Baskara Depok.
"Mereka membawa parang. Kita tak tinggal diam, antisipasi dari 14 September, ada 197 siswa kita amankan baik SMK dan SMP, delapan di antaranya jadi tersangka karena terlibat kasus pembunuhan Panmas. Mereka juga bawa bom molotov. Total delapan tersangka,” kata Kapolres Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni kepada wartawan di Polresrta Depok, Jumat (28/9/2012).
Mulyadi menambahkan, Kamis 27 September 2012 kemarin, tawuran juga sempat terjadi, dimana puluhan siswa SMP Pondok Rajeg, Cibinong, membawa samurai ingin menyerang SMP Yappa Sukmajaya Depok. Delapan tersangka yang diamankan karena terbukti membawa bom molotov.
"Ada 54 diamankan dari SMK Boedi Oetomo (Boedoet) Sukmajaya Depok, kami sudah hubungi kepsek (kepala sekolah) masing–masing, pendataan dan pembinaan, ada juga yang dikembalikan ke orangtua," kata Kapolres Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni kepada wartawan di Polresrta Depok, Jumat (28/9/2012).
Pihaknya juga meningkatkan koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Depok untuk mencegah terjadinya tawuran. Rata–rata penyebab tawuran dilandasi jiwa labil dan hanya ikut–ikutan ajakan solidaritas.
"Tinggal penyesalan saja yang ada. Ada yang orangtuanya sopir angkot, kuli bangunan, tukang cuci," paparnya.
(mhd)