Tak ada lagi koleksi bison di KBS
Jum'at, 28 September 2012 - 15:43 WIB
Tak ada lagi koleksi bison di KBS
A
A
A
Sindonews.com - Anak-anak di Kota Pahlawan yang ingin melihat hewan langka bison kini harus gigit jari. Satu-satunya koleksi hewan berukuran raksasa di Kebun Binatang Surabaya (KBS) itu mati.
Kematian beruntun kembali terjadi di kebun binatang terbesar di Indonesia itu. Parahnya lagi, akhir-akhir ini kematian satwa di KBS merupakan hewan langka yang tak ada lagi jenisnya. Sebelumnya, Jerapah yang jadi satu-satunya satwa koleksi KBS mati.
Kematian bison diketahui pengurus KBS pada Kamis 27 September 2012 sekitar pukul 14.30 WIB. Setelah sebelumnya pihak manajemen mendapat informasi dari penjaga bison kalau kondisi satwa tersebut kritis.
Humas KBS Anthan Warsito menuturkan pihaknya sempat memberikan pengobatan serta pertolongan medis langsung yang dilakukan oleh tim kesehatan satwa KBS. Tetapi upaya itu tidak banyak berarti.
"Kondisi bison sudah tak dapat ditolong, akhirnya satwa itu dinyatakan mati secara medis pada pukul 14.30 WIB,” ujar Anthan menjelaskan kepada wartawan, Jumat (28/9/2012).
Ia melanjutkan, dari temuan sementara tim kesehatan satwa KBS, penyebab kematian bison yang berumur 23 tahun itu karena radang hati, usus, ginjal dan radang di paru-paru yang kronis.
Pihak manajemen, tetap mencari tahu penyebab utama. Untuk mengetahui penyebab utama kematian bison asal Amerika Serikat tersebut, tim kesehatan satwa KBS sesaat setelah melakukan autopsi langsung mengirimkan beberapa organ penting bison ke laboratorium kedokteran hewan.
Dari laporan tim kesehatan satwa KBS sejumlah radang yang dialami bison pada bagian-bagian organ penting tersebut menjadi penyebab kematian.
"Tetapi kami tak mau salah dalam mengambil kesimpulan, untuk penyebab utama menunggu hasil autopsi laborat kedokteran hewan nanti,” ujar Anthan.
Sekedar informasi, bison berumur 23 tahun asal Amerika Serikat itu berada di sebuah kebun binatang di Jerman Barat. Dari sana, satwa kekar itu tiba di KBS sekira tahun 1990-an, bersama empat bison lainnya.
Tiap tahun, satu persatu bison koleksi KBS itu mati, dan satu-satunya bison terakhir yang ada akhirnya mati juga.
Kematian beruntun kembali terjadi di kebun binatang terbesar di Indonesia itu. Parahnya lagi, akhir-akhir ini kematian satwa di KBS merupakan hewan langka yang tak ada lagi jenisnya. Sebelumnya, Jerapah yang jadi satu-satunya satwa koleksi KBS mati.
Kematian bison diketahui pengurus KBS pada Kamis 27 September 2012 sekitar pukul 14.30 WIB. Setelah sebelumnya pihak manajemen mendapat informasi dari penjaga bison kalau kondisi satwa tersebut kritis.
Humas KBS Anthan Warsito menuturkan pihaknya sempat memberikan pengobatan serta pertolongan medis langsung yang dilakukan oleh tim kesehatan satwa KBS. Tetapi upaya itu tidak banyak berarti.
"Kondisi bison sudah tak dapat ditolong, akhirnya satwa itu dinyatakan mati secara medis pada pukul 14.30 WIB,” ujar Anthan menjelaskan kepada wartawan, Jumat (28/9/2012).
Ia melanjutkan, dari temuan sementara tim kesehatan satwa KBS, penyebab kematian bison yang berumur 23 tahun itu karena radang hati, usus, ginjal dan radang di paru-paru yang kronis.
Pihak manajemen, tetap mencari tahu penyebab utama. Untuk mengetahui penyebab utama kematian bison asal Amerika Serikat tersebut, tim kesehatan satwa KBS sesaat setelah melakukan autopsi langsung mengirimkan beberapa organ penting bison ke laboratorium kedokteran hewan.
Dari laporan tim kesehatan satwa KBS sejumlah radang yang dialami bison pada bagian-bagian organ penting tersebut menjadi penyebab kematian.
"Tetapi kami tak mau salah dalam mengambil kesimpulan, untuk penyebab utama menunggu hasil autopsi laborat kedokteran hewan nanti,” ujar Anthan.
Sekedar informasi, bison berumur 23 tahun asal Amerika Serikat itu berada di sebuah kebun binatang di Jerman Barat. Dari sana, satwa kekar itu tiba di KBS sekira tahun 1990-an, bersama empat bison lainnya.
Tiap tahun, satu persatu bison koleksi KBS itu mati, dan satu-satunya bison terakhir yang ada akhirnya mati juga.
(azh)