Angkut PNS, bus Pemkab Banyuasin terbakar
Kamis, 27 September 2012 - 18:35 WIB
Angkut PNS, bus Pemkab Banyuasin terbakar
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin tiba-tiba menjerat histeris. Karena, bus bernomor polisi BG 7001 JZ yang mereka tumpangi mengalami kebakaran di bagian mesin, tepat saat melintas di Jalan Lintas Timur Palembang-Betung, Km 27, Desa Pulau Harapan, Banyuasin III.
Diduga, bus milik pemkab itu mengalami korsleting di bagian mesin sehingga mengeluarkan percikan api dan terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Berdasarkan informasi yang terhimpun, bus yang biasa digunakan untuk mengangkut para pegawai dan anak sekolah itu, melaju dengan kecepatan sedang. Sekira 500 meter setelah berjalan, tepatnya seputar kawasan Monumen Langkan, mesin bagian bawah bus mengeluarkan percikan api.
Kemudian percikan api langsung membesar dan menyambar bagian mesin lainnya sehingga mengeluarkan asap tebal dan menimbulkan kepanikan kepada para penumpang. Setelah itu, sopir bus Dodi Alpian (38), menepikan bus dan melakukan pengecekan dengan membawa air mineral.
Setelah mengetahui sumber api, air disiram. Namun tidak berhasil memadamkan api. Kontan, para pegawai pemkab langsung berhamburan keluar. Suasana tiba-tiba menjadi panik. Bahkan, ada salah seorang pegawai perempuan yang jatuh pingsan karena panik dan mengalami sesak napas.
"Penumpang sempat panik dan teriak histeris. Bahkan ada yang mengatakan bus akan meledak dan terbakar," ujar Indra (34), salah seorang penumpang bus, kepada wartawan, Kamis (27/9/2012).
Ditambahkan dia, saat percikan api di bawah mesin kendaraan makin membesar, beberapa bagian mesin meletup dan mengeluarkan bau yang kian menyengat. Kecelakaan ini sempat menimbulkan kemacetan jalan dan menjadi tontonan para pengguna jalan.
Diduga, bus milik pemkab itu mengalami korsleting di bagian mesin sehingga mengeluarkan percikan api dan terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Berdasarkan informasi yang terhimpun, bus yang biasa digunakan untuk mengangkut para pegawai dan anak sekolah itu, melaju dengan kecepatan sedang. Sekira 500 meter setelah berjalan, tepatnya seputar kawasan Monumen Langkan, mesin bagian bawah bus mengeluarkan percikan api.
Kemudian percikan api langsung membesar dan menyambar bagian mesin lainnya sehingga mengeluarkan asap tebal dan menimbulkan kepanikan kepada para penumpang. Setelah itu, sopir bus Dodi Alpian (38), menepikan bus dan melakukan pengecekan dengan membawa air mineral.
Setelah mengetahui sumber api, air disiram. Namun tidak berhasil memadamkan api. Kontan, para pegawai pemkab langsung berhamburan keluar. Suasana tiba-tiba menjadi panik. Bahkan, ada salah seorang pegawai perempuan yang jatuh pingsan karena panik dan mengalami sesak napas.
"Penumpang sempat panik dan teriak histeris. Bahkan ada yang mengatakan bus akan meledak dan terbakar," ujar Indra (34), salah seorang penumpang bus, kepada wartawan, Kamis (27/9/2012).
Ditambahkan dia, saat percikan api di bawah mesin kendaraan makin membesar, beberapa bagian mesin meletup dan mengeluarkan bau yang kian menyengat. Kecelakaan ini sempat menimbulkan kemacetan jalan dan menjadi tontonan para pengguna jalan.
(san)