Butuh 2 jam untuk tangkap penusuk Denny
Kamis, 27 September 2012 - 00:55 WIB
Butuh 2 jam untuk tangkap penusuk Denny
A
A
A
Sindonews.com - Polisi mengaku tidak menemukan kesulitan berarti saat menangkap pelaku penusukan terhadap Denny Januar (17) siswa SMA Yayasa Karya 66 kelas XIII IPS yang tewas disabet celurit
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jakarta Selatan, AKBP Hermawan mengaku tidak terlalu sulit menangkap pelaku penusuk Denny
Dia menerangkan, pihaknya mengetahui ada sekelompok anak SMA Yayasan Karya 66 dan SMK Kartika Zeni yang terlibat tawuran.
"Jadi pada saat mereka turun dri bus setelah pulang sekolah, mereka berpapasan, anak siswa dri KZ jumlahnya banyak, ada 20 orang. Dari keterangan saksi dan SMA YK hanya sekitar 8 orang. Itu sempat bertemu langsung diserang," jelas Hermawan di Polres Jakarta Selatan, Rabu (26/9/2012).
Kalah jumlah, lanjut Hermawan, siswa SMA Yake 66 langsung lari kocar-kacir. Dari informasi di lapangan, salah satu siswa SMK KZ membawa celurit untuk mebacok korban. Sementara itu, motifnya sejauh ini adalah tawuran pelajar dan memang sering terjadi di antara mereka.
"Korban kena pada dada sebelah kiri, sobek dan pinggang bagian kanan, di atas pinggul. Dua luka itu membuatnya tewas dan kemudian korban dibawa ke RSCM, untuk dilakukan otopsi," tandasnya.
Polisi, diakui Hermawan tidak kesulitan untuk membekuk pelaku yang diketahui berinisial AD. "Adapun tadi pelakunya tadi setelah dua jam, berhasil kita tangkap, inisial AD, dan dari keterangan pelaku, dia mengakui membacok korban dua kali dan mengaku dari SMA KZ. Sudah menjadi tersangka dan dibawa menuju ke sini," paparnya.
AD berhasil tertangkap di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hermawan menyebutkan rumah para pelaku dan korban ada di sekitar TKP jadi mereka kumpul lagi di sebuah tempat untuk konsolidasi.
"SMK KZ dan SM YK ada di wilayah Jaktim. Jadi mereka menyampaikan pertengkaran sudah sejak lama di sana. Kebetulan tadi pada saat turun ke rumah masing-masing berpapasan semua," paparnya
Saat ini tiga saksi dari korban yang melihat langsung kejadian sedang menjalani pemeriksaan. Salah satu saksi yang dibwa, itu juga bersama korban dan dikejar oleh pelaku.
"Tapi karena larinya lebih kencang, tapi temannya yang korban tertinggal di belakang, itu yang dibabat pelaku," tutupnya.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jakarta Selatan, AKBP Hermawan mengaku tidak terlalu sulit menangkap pelaku penusuk Denny
Dia menerangkan, pihaknya mengetahui ada sekelompok anak SMA Yayasan Karya 66 dan SMK Kartika Zeni yang terlibat tawuran.
"Jadi pada saat mereka turun dri bus setelah pulang sekolah, mereka berpapasan, anak siswa dri KZ jumlahnya banyak, ada 20 orang. Dari keterangan saksi dan SMA YK hanya sekitar 8 orang. Itu sempat bertemu langsung diserang," jelas Hermawan di Polres Jakarta Selatan, Rabu (26/9/2012).
Kalah jumlah, lanjut Hermawan, siswa SMA Yake 66 langsung lari kocar-kacir. Dari informasi di lapangan, salah satu siswa SMK KZ membawa celurit untuk mebacok korban. Sementara itu, motifnya sejauh ini adalah tawuran pelajar dan memang sering terjadi di antara mereka.
"Korban kena pada dada sebelah kiri, sobek dan pinggang bagian kanan, di atas pinggul. Dua luka itu membuatnya tewas dan kemudian korban dibawa ke RSCM, untuk dilakukan otopsi," tandasnya.
Polisi, diakui Hermawan tidak kesulitan untuk membekuk pelaku yang diketahui berinisial AD. "Adapun tadi pelakunya tadi setelah dua jam, berhasil kita tangkap, inisial AD, dan dari keterangan pelaku, dia mengakui membacok korban dua kali dan mengaku dari SMA KZ. Sudah menjadi tersangka dan dibawa menuju ke sini," paparnya.
AD berhasil tertangkap di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hermawan menyebutkan rumah para pelaku dan korban ada di sekitar TKP jadi mereka kumpul lagi di sebuah tempat untuk konsolidasi.
"SMK KZ dan SM YK ada di wilayah Jaktim. Jadi mereka menyampaikan pertengkaran sudah sejak lama di sana. Kebetulan tadi pada saat turun ke rumah masing-masing berpapasan semua," paparnya
Saat ini tiga saksi dari korban yang melihat langsung kejadian sedang menjalani pemeriksaan. Salah satu saksi yang dibwa, itu juga bersama korban dan dikejar oleh pelaku.
"Tapi karena larinya lebih kencang, tapi temannya yang korban tertinggal di belakang, itu yang dibabat pelaku," tutupnya.
(azh)