Mengaku puas bunuh orang, Mendikbud kaget
Kamis, 27 September 2012 - 00:41 WIB
Mengaku puas bunuh orang, Mendikbud kaget
A
A
A
Sindonews.com - Pernyataan tersangka AD yang mengaku puas membuat terkejut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh. Hal ini menjadi catatan serius dalam dunia pendidikan di Indonesia.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh mengaku kaget atas pengakuan tersangka AD (17) yang tega membunuh Denny Januar (17) siswa SMA Yayasan Karya 66 kelas XIII IPS dengan sebilah celurit.
"Jadi saya tadi sudah bertemu dengan tersangka (AD) memang saya agak surprise saya tanya puas mas telah membunuh korban? Puas pak (jawabnya). Siapa yang enggak kaget, membunuh orang kok puas," ungkap M Nuh setelah bertemu AD di Polres Jakarta Selatan, Rabu (26/9/2012).
Menurutnya, ini akan menjadi urusan yang sangat serius. Bukan hanya urusan sekolah tetapi juga urusan sosial. Akan tetapi, M Nuh mengatakan, AD sedikit menyesal telah membunuh Denny.
"Saya tanya lagi sudah bener puas setelah membunuh? Puas pak tapi agak menyesal. Jadi tampilan yang luar biasa, ini kalau sekolah dibebani anak-anak seperti ini, terus terang bebannya luar biasa," tandasnya.
M Nuh yang mengaku pernah menjadi guru ini pun mengaku merasa berat jika mendidik anak-anak yang sudah mental seperti yang dijabarkannya di atas.
"Oleh karena itu tidak serta merta menyalahkan sekolah, karena anak sudah menjadi beban yang luar biasa," katanya.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh mengaku kaget atas pengakuan tersangka AD (17) yang tega membunuh Denny Januar (17) siswa SMA Yayasan Karya 66 kelas XIII IPS dengan sebilah celurit.
"Jadi saya tadi sudah bertemu dengan tersangka (AD) memang saya agak surprise saya tanya puas mas telah membunuh korban? Puas pak (jawabnya). Siapa yang enggak kaget, membunuh orang kok puas," ungkap M Nuh setelah bertemu AD di Polres Jakarta Selatan, Rabu (26/9/2012).
Menurutnya, ini akan menjadi urusan yang sangat serius. Bukan hanya urusan sekolah tetapi juga urusan sosial. Akan tetapi, M Nuh mengatakan, AD sedikit menyesal telah membunuh Denny.
"Saya tanya lagi sudah bener puas setelah membunuh? Puas pak tapi agak menyesal. Jadi tampilan yang luar biasa, ini kalau sekolah dibebani anak-anak seperti ini, terus terang bebannya luar biasa," tandasnya.
M Nuh yang mengaku pernah menjadi guru ini pun mengaku merasa berat jika mendidik anak-anak yang sudah mental seperti yang dijabarkannya di atas.
"Oleh karena itu tidak serta merta menyalahkan sekolah, karena anak sudah menjadi beban yang luar biasa," katanya.
(azh)