Jokowi serahkan pendamping Hady ke partai
Rabu, 26 September 2012 - 18:46 WIB
Jokowi serahkan pendamping Hady ke partai
A
A
A
Sindonews.com - Bursa calon Wakil Wali Kota Solo untuk menggantikan FX Hadi Rudyatmo (Rudy) terbuka luas bagi kalangan luar partai. Pasalnya, Joko Widodo (Jokowi) naik menjadi Gubernur DKI Jakarta, oleh sebab itu Hadi naik menggantikan Jokowi.
Namun, sebentar lagi posisi Hadi sebagai Wakil Wali Kota akan kosong. Oleh sebab itu, Jokowi menyebut, sejumlah unsur bisa dipertimbangkan PDIP, yakni tokoh agama, ormas, pengacara, bangsawan, pengusaha, dan birokrat.
“Memang sudah ada kandidat masuk, yang penting bisa diterima masyarakat. Tokoh agama, ormas, pengacara, birokrat, keraton, pengusaha, politikus, tokoh politik. Semuanya potenial,” kata Jokowi di rumah dinasnya, Solo, Jawa Tengah, Rabu (26/9/2012).
Mengenai jumlah kandidat yang masuk dalam bursa calon Wawali di PDIP, dia memperkirakan lebih dari seorang. Namun dia enggan membocorkan identitas para kandidat tersebut.
Dia beralasan, hal itu merupakan kewenangan PDIP selaku partai pengusungnya dan FX Hadi Rudyatmo saat Pilkada Kota Solo 2010 silam.
“Ya nanti empat atau lima orang, tidak hanya satu orang (pengusulan). Mereka (kandidat) dari dalam Solo sendiri. Perbedaan gender tidak menjadi soal. (kriteria punya) Kemampuan mendampingi wali kota. Kalau nama-namanya, tanyain langsung ke partai (PDIP). Itu bukan urusan saya,” tegasnya.
Hingga kemarin, sedikitnya muncul lima nama pendamping Hadi Rudyatmo, yakni Ketua PC Nahdatul Ulama (NU) Solo Hilmi Ahmad Sakdillah, Ketua PD Muhammadiyah Solo Anwar Soleh.
Selain itu Pembina Jamuro Solo Abdul Karim, aktivis Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (Kagama) Solo Ahmad Purnomo, serta Mahapatih KGPH PA Tedjowulan.
Sementara kalangan parpol di luar PDIP mengklaim kader-kadernya pantas mendampingi Rudy.
Sebagaimana diketahui, Jokowi selaku pemenang sementara pada pertarungan Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran dua, mengalahkan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Nara).
Jokowi akan menduduki kursi kekuasaan DKI I selaku gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017.
Namun, sebentar lagi posisi Hadi sebagai Wakil Wali Kota akan kosong. Oleh sebab itu, Jokowi menyebut, sejumlah unsur bisa dipertimbangkan PDIP, yakni tokoh agama, ormas, pengacara, bangsawan, pengusaha, dan birokrat.
“Memang sudah ada kandidat masuk, yang penting bisa diterima masyarakat. Tokoh agama, ormas, pengacara, birokrat, keraton, pengusaha, politikus, tokoh politik. Semuanya potenial,” kata Jokowi di rumah dinasnya, Solo, Jawa Tengah, Rabu (26/9/2012).
Mengenai jumlah kandidat yang masuk dalam bursa calon Wawali di PDIP, dia memperkirakan lebih dari seorang. Namun dia enggan membocorkan identitas para kandidat tersebut.
Dia beralasan, hal itu merupakan kewenangan PDIP selaku partai pengusungnya dan FX Hadi Rudyatmo saat Pilkada Kota Solo 2010 silam.
“Ya nanti empat atau lima orang, tidak hanya satu orang (pengusulan). Mereka (kandidat) dari dalam Solo sendiri. Perbedaan gender tidak menjadi soal. (kriteria punya) Kemampuan mendampingi wali kota. Kalau nama-namanya, tanyain langsung ke partai (PDIP). Itu bukan urusan saya,” tegasnya.
Hingga kemarin, sedikitnya muncul lima nama pendamping Hadi Rudyatmo, yakni Ketua PC Nahdatul Ulama (NU) Solo Hilmi Ahmad Sakdillah, Ketua PD Muhammadiyah Solo Anwar Soleh.
Selain itu Pembina Jamuro Solo Abdul Karim, aktivis Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (Kagama) Solo Ahmad Purnomo, serta Mahapatih KGPH PA Tedjowulan.
Sementara kalangan parpol di luar PDIP mengklaim kader-kadernya pantas mendampingi Rudy.
Sebagaimana diketahui, Jokowi selaku pemenang sementara pada pertarungan Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran dua, mengalahkan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Nara).
Jokowi akan menduduki kursi kekuasaan DKI I selaku gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017.
(mhd)