Pemimpin teroris tertangkap
Rabu, 26 September 2012 - 15:20 WIB
Pemimpin teroris tertangkap
A
A
A
Sindonews.com - Warga sekitar Jalan Solo KM 8 Maguwo Depok Sleman, dikejutkan oleh helikopter yang terbang rendah di atas pemukiman warga. Apalagi, terdengar ledakan dan suara tembakan berulangkali di tempat tersebut.
Ditambah banyak personel TNI AD yang berada di sekitar kawasan tersebut. "Ada apa mas?" tanya Sinta, mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta kepada awak media.
Jalan Raya di lokasi setempat dihentikan sesaat dari arah barat. Meski satu jalur, tetapi memberhentian itu tidak memimbulkan kemacetan panjang.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pimpinan teroris berhasil keluar gedung mengunakan bus dan menyandara satu orang. Tetapi, pimpinan teroris itu, belum sempat jauh, karena mobil milik TNI AD yang penuh senjata mengejar dan menghentikannya.
Tim Batalyon Infanteri 400/Raider langsung memecah kaca bus bagian kiri dan melepaskan beberapa tembakan. Teroris akhirnya dapat dilumpuhkan serta sandera berhasil diselamatkan.
Komandan Korem 0274/Pamungkas Yogyakarta, Brigjen TNI AD Adi Widjaja menyampaikan, simulasi ini sebagai bentuk kesiapan personil TNI AD jika terjadi ancaman aksi teror.
Meski penanganan teroris di lakukan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri. Katanya, simulasi ini sebagai gambaran dalam penanganan dalam operasi militer.
“Secara prinsip tidak ada perbedaan yang signifikan dengan Densus 88 (antiteror Mabes) Polri. SOP-nya hampir sama, tergantung dari kemampuan dasar yang dimiliki personel,” jelasnya, Rabu (26/9/2012).
Dia menambahkan, TNI berkewajiban membantu tugas Polri. Jadi dengan adanya simulasi ini bukan sebagai bentuk saingan dengan Polri. TNI dan Polri memiliki tugas dan tanggun jawab masing-masing.
Ditambah banyak personel TNI AD yang berada di sekitar kawasan tersebut. "Ada apa mas?" tanya Sinta, mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta kepada awak media.
Jalan Raya di lokasi setempat dihentikan sesaat dari arah barat. Meski satu jalur, tetapi memberhentian itu tidak memimbulkan kemacetan panjang.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pimpinan teroris berhasil keluar gedung mengunakan bus dan menyandara satu orang. Tetapi, pimpinan teroris itu, belum sempat jauh, karena mobil milik TNI AD yang penuh senjata mengejar dan menghentikannya.
Tim Batalyon Infanteri 400/Raider langsung memecah kaca bus bagian kiri dan melepaskan beberapa tembakan. Teroris akhirnya dapat dilumpuhkan serta sandera berhasil diselamatkan.
Komandan Korem 0274/Pamungkas Yogyakarta, Brigjen TNI AD Adi Widjaja menyampaikan, simulasi ini sebagai bentuk kesiapan personil TNI AD jika terjadi ancaman aksi teror.
Meski penanganan teroris di lakukan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri. Katanya, simulasi ini sebagai gambaran dalam penanganan dalam operasi militer.
“Secara prinsip tidak ada perbedaan yang signifikan dengan Densus 88 (antiteror Mabes) Polri. SOP-nya hampir sama, tergantung dari kemampuan dasar yang dimiliki personel,” jelasnya, Rabu (26/9/2012).
Dia menambahkan, TNI berkewajiban membantu tugas Polri. Jadi dengan adanya simulasi ini bukan sebagai bentuk saingan dengan Polri. TNI dan Polri memiliki tugas dan tanggun jawab masing-masing.
(mhd)