Proyek belum selesai, jalan langsung dibongkar
Selasa, 25 September 2012 - 15:43 WIB
Proyek belum selesai, jalan langsung dibongkar
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tampaknya harus lebih jeli dalam melakukan penataan infrastruktur di Kota Pahlawan. Belum selesai pembangunan Jalan Tembaan, Pemkot Surabaya malah membongkarnya untuk dibangun pedestrian dan saluran air. Hasilnya, proyek pembangunan jalan yang harusnya selesai Agustus lalu sampai kini belum juga rampung.
Dari pantauan di lapangan, beberapa besi lipat yang dibuat tempat pengecoran jalan masih melintang di Jalan Tembaan. Pengguna jalan yang mau berputar ke arah kanan dari Jalan Pahlawan tak bisa melintas. Mereka harus memutar ke arah Jalan Pahlawan dan Bubutan.
Bahkan, Jalan Tembaan yang tadinya sudah selesai dicor harus dibongkar sebagian untuk dibangun pedestrian dan saluran air bawah tanah. Langkah itu dilakukan secara untuk menghindari genangan air di Jalan Bubutan.
Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati menuturkan, pembangunan jalan di Tembaan memang belum selesai. Kebetulan ada pembangunan baru untuk pedestrian dan saluran air bawah tanah di sekitar Tugu Pahlawan.
“Jadi ada pekerjaan baru di sana, pembangunan Jalan Tembaan akan dilanjutkan lagi kalau sudah selesai pembangunan pedestrian,” ungkap Erna menjelaskan kepada wartawan, Selasa (25/9/2012).
Ia melanjutkan, adanya pembangunan pedestrian dan saluran air membuat metode Jalan Tembaan diubah. Pihaknya memahami kalau ada kebutuhan menata air yang selalu mengenang ketika musim hujan di sekitar Tugu Pahlawan.
Model penataan, katanya, disesuaikan untuk peruntukan di sana. Keberadaan pedestrian dipakai bagi penguna jalan, sementara saluran air bawah tanah memakai gorong-gorong berukuran besar seperti boks.
Ia menegaskan, penyelesaian Jalan Tembaan paling lambat Desember 2012. Batas waktu itu tak bisa ditunda lagi. Sebab, keberadaan Jalan Tembaan berada di kawasan strategis di Surabaya.
Sementara itu, Kasi Pemeliharaan Jalan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Harry Sinurat mengatakan, kondisi Jalan Tembaan di perempatan Bubutan memang dalam tahap pengecoran. Dia juga menyatakan bahwa kontrak dengan kontraktor memang berakhir 24 September 2012 ini. Namun, karena beberapa pertimbangan, kontrak itu akhirnya diperpanjang.
“Kontrak secara riil memang sampai 24 September ini. Tetapi karena pada awal-awal pengerjaan ada hambatan, jadi kita beri dispensasi, kita kasih perpanjangan," ujar Harry.
Ia melanjutkan, ketika awal-awal pengerjaan, pihaknya memang harus berulang kali berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan juga Ditlantas Polrestabes Surabaya. Apalagi ketika ada kunjungan Presiden SBY ke Surabaya.
“Hasil rapat waktu itu memang pengerjaannya ditunda dulu. Kita ada resume rapatnya kok,” pungkasnya.
Dari pantauan di lapangan, beberapa besi lipat yang dibuat tempat pengecoran jalan masih melintang di Jalan Tembaan. Pengguna jalan yang mau berputar ke arah kanan dari Jalan Pahlawan tak bisa melintas. Mereka harus memutar ke arah Jalan Pahlawan dan Bubutan.
Bahkan, Jalan Tembaan yang tadinya sudah selesai dicor harus dibongkar sebagian untuk dibangun pedestrian dan saluran air bawah tanah. Langkah itu dilakukan secara untuk menghindari genangan air di Jalan Bubutan.
Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati menuturkan, pembangunan jalan di Tembaan memang belum selesai. Kebetulan ada pembangunan baru untuk pedestrian dan saluran air bawah tanah di sekitar Tugu Pahlawan.
“Jadi ada pekerjaan baru di sana, pembangunan Jalan Tembaan akan dilanjutkan lagi kalau sudah selesai pembangunan pedestrian,” ungkap Erna menjelaskan kepada wartawan, Selasa (25/9/2012).
Ia melanjutkan, adanya pembangunan pedestrian dan saluran air membuat metode Jalan Tembaan diubah. Pihaknya memahami kalau ada kebutuhan menata air yang selalu mengenang ketika musim hujan di sekitar Tugu Pahlawan.
Model penataan, katanya, disesuaikan untuk peruntukan di sana. Keberadaan pedestrian dipakai bagi penguna jalan, sementara saluran air bawah tanah memakai gorong-gorong berukuran besar seperti boks.
Ia menegaskan, penyelesaian Jalan Tembaan paling lambat Desember 2012. Batas waktu itu tak bisa ditunda lagi. Sebab, keberadaan Jalan Tembaan berada di kawasan strategis di Surabaya.
Sementara itu, Kasi Pemeliharaan Jalan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Harry Sinurat mengatakan, kondisi Jalan Tembaan di perempatan Bubutan memang dalam tahap pengecoran. Dia juga menyatakan bahwa kontrak dengan kontraktor memang berakhir 24 September 2012 ini. Namun, karena beberapa pertimbangan, kontrak itu akhirnya diperpanjang.
“Kontrak secara riil memang sampai 24 September ini. Tetapi karena pada awal-awal pengerjaan ada hambatan, jadi kita beri dispensasi, kita kasih perpanjangan," ujar Harry.
Ia melanjutkan, ketika awal-awal pengerjaan, pihaknya memang harus berulang kali berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan juga Ditlantas Polrestabes Surabaya. Apalagi ketika ada kunjungan Presiden SBY ke Surabaya.
“Hasil rapat waktu itu memang pengerjaannya ditunda dulu. Kita ada resume rapatnya kok,” pungkasnya.
(azh)