Pembangunan bandara baru Toraja terkendala anggaran
Senin, 24 September 2012 - 16:55 WIB
Pembangunan bandara baru Toraja terkendala anggaran
A
A
A
Sindonews.com - Proses pembangunan bandar udara (bandara) baru bertaraf internasional di Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja terancam terhambat. Pasalnya, alokasi dana yang digelontorkan pemerintah pusat untuk biaya pembangunan bandara dua tahun terakhir sangat minim.
Kepala bandara perintis Pongtiku Rantetayo, Daud Tandi Timbang kepada SINDO mengatakan, pembangunan bandara baru di kecamatan Mengkendek butuh dana sekitar Rp600 miliar. Namun begitu, dua tahun terakhir, anggaran pusat yang dialokasikan untuk pembangunan bandara tersebut sangat minim. Pada tahun 2011 lalu, anggaran yang dikucurkan pemerintah hanya Rp3 miliar sementara tahun ini, hanya Rp2,5 miliar.
Dirinya pun tidak bisa memprediksi berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan bandara baru tersebut. Dirinya juga tidak ingin berspekulasi mengenai target waktu dari pemerintah kabupaten (pemkab) Tana Toraja dan pemprov Sulsel, bandara baru di kecamatan Mengkendek bisa rampung tahun 2014. Jika pemerintah hanya mengalokasikan anggaran yang nilainya sama seperti tahun 2011 dan 2012 dirinya pun pesimistis pembangunan bandara selesai dalam dua atau tiga tahun ke depan.
“Pembangunan bandara tergantung besarnya anggaran yang dikucurkan pemerintah. Tahun ini saja, anggaran yang diberikan pemerintah hanya Rp2,5 miliar padahal usulan anggaran yang kami ajukan nilainya cukup besar,” ungkap Pongtiku menjelaskan kepada wartawan, Senin (24/9/2012).
Daud mengatakan, pembangunan bandara baru di kecamatan Mengkendek sudah dimulai tahun 2011 lalu dengan kegiatan pembersihan lahan (land clearing) dan dilanjutkan pada tahun ini dengan kegiatan penggalian dan penimbunan (cut and piled) yang diperkirakan membutuhkan waktu yang relatif lama lantaran topografi di lokasi pembangunan sebagian besar perbukitan dan lembah.
“Tahun lalu, pematangan lahan sudah selesaai. Saat ini penggalian dan pemimbunan lokasi bandara sementara berlangsung,” ujarnya.
Meski, anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk pembangunan bandara dua tahun terakhir sangat minim, namun pihaknya tetap berupaya agar tahun depan anggaran yang dialokasikan pemerintah lebih besar dari tahun sebelumnya.
“Kami tetap berupaya pembangunan bandara dipercepat. Tapi, itu lagi tergantung kesiapan anggaran yang dikucurkan pada tahun depan,” jelasnya.
Sebelumnya, Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung menyatakan pemerintah kabupaten (Pemkab) Tana Toraja hanya berkewajiban menyiapkan lahan untuk lokasi pembangunan bandara baru bertaraf internasional. Luas lahan yang sudah dibebaskan untuk pembangunan bandara sekitar 140 hektare. Untuk pembangunan tahap pertama akan dibangun landasan pacu (runway) sekitar 1900 meter.
“Kewajiban pemerintah daerah menyaipakn lahan sementara anggaran pembangunan disiapkan oleh pemerintah pusat,” katanya.
Kepala bandara perintis Pongtiku Rantetayo, Daud Tandi Timbang kepada SINDO mengatakan, pembangunan bandara baru di kecamatan Mengkendek butuh dana sekitar Rp600 miliar. Namun begitu, dua tahun terakhir, anggaran pusat yang dialokasikan untuk pembangunan bandara tersebut sangat minim. Pada tahun 2011 lalu, anggaran yang dikucurkan pemerintah hanya Rp3 miliar sementara tahun ini, hanya Rp2,5 miliar.
Dirinya pun tidak bisa memprediksi berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan bandara baru tersebut. Dirinya juga tidak ingin berspekulasi mengenai target waktu dari pemerintah kabupaten (pemkab) Tana Toraja dan pemprov Sulsel, bandara baru di kecamatan Mengkendek bisa rampung tahun 2014. Jika pemerintah hanya mengalokasikan anggaran yang nilainya sama seperti tahun 2011 dan 2012 dirinya pun pesimistis pembangunan bandara selesai dalam dua atau tiga tahun ke depan.
“Pembangunan bandara tergantung besarnya anggaran yang dikucurkan pemerintah. Tahun ini saja, anggaran yang diberikan pemerintah hanya Rp2,5 miliar padahal usulan anggaran yang kami ajukan nilainya cukup besar,” ungkap Pongtiku menjelaskan kepada wartawan, Senin (24/9/2012).
Daud mengatakan, pembangunan bandara baru di kecamatan Mengkendek sudah dimulai tahun 2011 lalu dengan kegiatan pembersihan lahan (land clearing) dan dilanjutkan pada tahun ini dengan kegiatan penggalian dan penimbunan (cut and piled) yang diperkirakan membutuhkan waktu yang relatif lama lantaran topografi di lokasi pembangunan sebagian besar perbukitan dan lembah.
“Tahun lalu, pematangan lahan sudah selesaai. Saat ini penggalian dan pemimbunan lokasi bandara sementara berlangsung,” ujarnya.
Meski, anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk pembangunan bandara dua tahun terakhir sangat minim, namun pihaknya tetap berupaya agar tahun depan anggaran yang dialokasikan pemerintah lebih besar dari tahun sebelumnya.
“Kami tetap berupaya pembangunan bandara dipercepat. Tapi, itu lagi tergantung kesiapan anggaran yang dikucurkan pada tahun depan,” jelasnya.
Sebelumnya, Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung menyatakan pemerintah kabupaten (Pemkab) Tana Toraja hanya berkewajiban menyiapkan lahan untuk lokasi pembangunan bandara baru bertaraf internasional. Luas lahan yang sudah dibebaskan untuk pembangunan bandara sekitar 140 hektare. Untuk pembangunan tahap pertama akan dibangun landasan pacu (runway) sekitar 1900 meter.
“Kewajiban pemerintah daerah menyaipakn lahan sementara anggaran pembangunan disiapkan oleh pemerintah pusat,” katanya.
(azh)