Rakyat mulai cuekin parpol
Senin, 24 September 2012 - 15:49 WIB
Rakyat mulai cuekin parpol
A
A
A
Sindonews.com - Fenomena Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta yang dimenangkan Jokowi - Ahok yang hanya didukung dua partai politik (parpol) menunjukan kalau sikap parpol tidak lagi menjadi acuan rakyat untuk menentukan pemimpin mereka.
Anggota fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Effendi Choirie menyatakan, banyak pelajaran yang bisa dipetik para elite politik terkait hasil Pilgub DKI. Sikap partai politik tidak lagi menjadi acuan utama oleh pemilih dalam menentukan pemimpin.
"Kalau kita lihat hasil Pilgub DKI ini menandakan bahwa didalam memilih pemimpin itu kehendak rakyat. Partai tidak ada artinya lagi, koalisi elit tidak lagi dilihat, SARA juga tidak ada artinya lagi," kata Effendi saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (24/9/2012).
Kekalahan Foke harus menjadi Pelajaran bagi parpol supaya lebih mendengarkan suara rakyat. Karena selama ini, rakyat seperti dipaksa memilih sesuai kehendak elite parpol. Namun pada pemilihan langsung seperti ini, rakyat yang lebih berhak menentukan pemimpinnya.
"Orang partai supaya sadar tidak boleh sombong, apa yang terjadi di DKI kehendak rakyat," kata dia.
Politisi PKB ini menegaskan, pelajaran tersebut bukan hanya untuk partai besutan Gus Dur tapi semua partai politik lebih hati-hati dan mendengarkan suara rakyat.
"PKB kan salah satu partai kecil, yang partai besar saja tidak ada artinya kok," tegasnya.
Anggota komisi I menambahkan rakyat Jakarta sudah mengingkan pemimpin yang lebih sederhana dan melayani rakyat arus bawah.
"Rakyat tidak mau dipimpin oleh orang yang cuma membangun citra, tapi lebih pada pemimpin yang apa adanya dan jujur," pungkasnya.
Anggota fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Effendi Choirie menyatakan, banyak pelajaran yang bisa dipetik para elite politik terkait hasil Pilgub DKI. Sikap partai politik tidak lagi menjadi acuan utama oleh pemilih dalam menentukan pemimpin.
"Kalau kita lihat hasil Pilgub DKI ini menandakan bahwa didalam memilih pemimpin itu kehendak rakyat. Partai tidak ada artinya lagi, koalisi elit tidak lagi dilihat, SARA juga tidak ada artinya lagi," kata Effendi saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (24/9/2012).
Kekalahan Foke harus menjadi Pelajaran bagi parpol supaya lebih mendengarkan suara rakyat. Karena selama ini, rakyat seperti dipaksa memilih sesuai kehendak elite parpol. Namun pada pemilihan langsung seperti ini, rakyat yang lebih berhak menentukan pemimpinnya.
"Orang partai supaya sadar tidak boleh sombong, apa yang terjadi di DKI kehendak rakyat," kata dia.
Politisi PKB ini menegaskan, pelajaran tersebut bukan hanya untuk partai besutan Gus Dur tapi semua partai politik lebih hati-hati dan mendengarkan suara rakyat.
"PKB kan salah satu partai kecil, yang partai besar saja tidak ada artinya kok," tegasnya.
Anggota komisi I menambahkan rakyat Jakarta sudah mengingkan pemimpin yang lebih sederhana dan melayani rakyat arus bawah.
"Rakyat tidak mau dipimpin oleh orang yang cuma membangun citra, tapi lebih pada pemimpin yang apa adanya dan jujur," pungkasnya.
(ysw)