Taufik Kiemas: Saatnya Jokowi tepati janji
Senin, 24 September 2012 - 13:37 WIB
Taufik Kiemas: Saatnya Jokowi tepati janji
A
A
A
Sindonews.com - Janji-janji pasangan calon gubernur DKI Jakarta Jokowi - Ahok diharapkan segera diwujudkan begitu mereka ditetapkan sebagai pemenang Pilgub DKI putaran dua.
Politisi Senior PDI Perjuangan, Taufiq Kiemas menyatakan jika Joko Widodo sudah ditetapkan oleh KPU sebagai gubernur DKI. Taufiq berharap pasangan Jokowi-Ahok segera menepati janji kampanyenya.
"1000 mobil busway itu kan mesti diwujudkan. Jangan janji-janji, tapi buktikan," ujar Taufiq di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/9/2012).
Pemimpin, lanjutnya, tidak perlu banyak berjanji kepada rakyat tapi harus banyak bekerja supaya rakyat bisa merasakan kinerja dari pemerintah.
"Jangan banyak janji lagi, belum kerja udah janji, celaka," kata dia.
Selama kampanye, Jokowi menjanjikan kesejahteraan bagi warga Jakarta. Berikut ini beberapa janji-janji Jokowi selama kampanye.
Pertama Jokowi tidak memakai Voorijder untuk merasakan juga kemacetan. Hanya satu jam di kantor, selebihnya meninjau pelayanan publik di lapangan. Tidak tersinggung dengan pertanyaan wartawan yang menyudutkan.
Tidak memberikan pentungan dan perlengkapan yang memungkinkan Polisi Pamong Praja memukul warga. Menambah 1.000 unit bus Transjakarta (Jakarta, 24 Juni 2012)
Memberikan honor tambahan kepada Ketua RT/ RW di Jakarta sebanyak Rp 500 ribu per bulan, dan asuransi kesehatan (Jakarta, 6 Juli 2012). .Memberikan asuransi kesehatan kepada semua anggota RT/RW (Jakarta, pada 6 Juli 2012).
Membangun perkampungan yang sehat dan layak huni. Hunian di bantaran Sungai Ciliwung di desain menjadi kampung susun.
Mengatasi banjir dengan melakukan pembangunan embung/folder untuk menangkap dan menampung air hujan di setiap kecamatan dan setiap kelurahan. Mengintegrasikan seluruh saluran drainase agar terkoneksi dengan kanal-kanal pembuangan air.
Memperbanyak armada angkutan umum, terutama bus TransJakarta di koridor-koridor yang tetap dipertahankan sebagai jalur bus khusus.
Membangun Mal PKL, Ruang Publik & Revitalisasi Pasar Tradisional sehingga tidak mengganggu pengguna jalan. (Jakarta, 18 September 2012)
Membenah birokrasi bersih dan profesional agar pemerintahan berjalan bersih, transparan, dan profesional.
Memberikan pendidikan gratis Kartu melalui kartu Jakarta Pintar. Dengan kartu ini maka warga Jakarta dapat merasakan pendidikan gratis dari SD hingga SMA. Program ini telah berhasil diterapkan di Solo selama 5 tahun. (Kampanye di Kampung Sawah, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan, 29 Juni 2012).
Melegalkan tanah-tanah yang sebelumnya tidak diakui oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta atau tanah ilegal. (Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, 15 September 2012)
Melakukan redesain total dengan membangun Jakarta dari kampung-kampung. (Menteng Dalam, 14 September 2012).
Setiap kampung punya ruang publik, ruang hijau, serta drainase memadai dan punya tangki pembuangan komunal. (Menteng Dalam, 14 September 2012)
Melanjutkan program Kanal Banjir Timur serta pembangunan tanggul di tiap kecamatan.
Politisi Senior PDI Perjuangan, Taufiq Kiemas menyatakan jika Joko Widodo sudah ditetapkan oleh KPU sebagai gubernur DKI. Taufiq berharap pasangan Jokowi-Ahok segera menepati janji kampanyenya.
"1000 mobil busway itu kan mesti diwujudkan. Jangan janji-janji, tapi buktikan," ujar Taufiq di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/9/2012).
Pemimpin, lanjutnya, tidak perlu banyak berjanji kepada rakyat tapi harus banyak bekerja supaya rakyat bisa merasakan kinerja dari pemerintah.
"Jangan banyak janji lagi, belum kerja udah janji, celaka," kata dia.
Selama kampanye, Jokowi menjanjikan kesejahteraan bagi warga Jakarta. Berikut ini beberapa janji-janji Jokowi selama kampanye.
Pertama Jokowi tidak memakai Voorijder untuk merasakan juga kemacetan. Hanya satu jam di kantor, selebihnya meninjau pelayanan publik di lapangan. Tidak tersinggung dengan pertanyaan wartawan yang menyudutkan.
Tidak memberikan pentungan dan perlengkapan yang memungkinkan Polisi Pamong Praja memukul warga. Menambah 1.000 unit bus Transjakarta (Jakarta, 24 Juni 2012)
Memberikan honor tambahan kepada Ketua RT/ RW di Jakarta sebanyak Rp 500 ribu per bulan, dan asuransi kesehatan (Jakarta, 6 Juli 2012). .Memberikan asuransi kesehatan kepada semua anggota RT/RW (Jakarta, pada 6 Juli 2012).
Membangun perkampungan yang sehat dan layak huni. Hunian di bantaran Sungai Ciliwung di desain menjadi kampung susun.
Mengatasi banjir dengan melakukan pembangunan embung/folder untuk menangkap dan menampung air hujan di setiap kecamatan dan setiap kelurahan. Mengintegrasikan seluruh saluran drainase agar terkoneksi dengan kanal-kanal pembuangan air.
Memperbanyak armada angkutan umum, terutama bus TransJakarta di koridor-koridor yang tetap dipertahankan sebagai jalur bus khusus.
Membangun Mal PKL, Ruang Publik & Revitalisasi Pasar Tradisional sehingga tidak mengganggu pengguna jalan. (Jakarta, 18 September 2012)
Membenah birokrasi bersih dan profesional agar pemerintahan berjalan bersih, transparan, dan profesional.
Memberikan pendidikan gratis Kartu melalui kartu Jakarta Pintar. Dengan kartu ini maka warga Jakarta dapat merasakan pendidikan gratis dari SD hingga SMA. Program ini telah berhasil diterapkan di Solo selama 5 tahun. (Kampanye di Kampung Sawah, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan, 29 Juni 2012).
Melegalkan tanah-tanah yang sebelumnya tidak diakui oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta atau tanah ilegal. (Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, 15 September 2012)
Melakukan redesain total dengan membangun Jakarta dari kampung-kampung. (Menteng Dalam, 14 September 2012).
Setiap kampung punya ruang publik, ruang hijau, serta drainase memadai dan punya tangki pembuangan komunal. (Menteng Dalam, 14 September 2012)
Melanjutkan program Kanal Banjir Timur serta pembangunan tanggul di tiap kecamatan.
(ysw)