Jalan kembar Suramadu-Dharmawangsa dirintis kembali
Senin, 24 September 2012 - 13:01 WIB
Jalan kembar Suramadu-Dharmawangsa dirintis kembali
A
A
A
Sindonews.com - Pembenahan infrastruktur di Kota Pahlawan terus dilakukan. Rencana pembangunan jalan kembar di Jalan Tambang Boyo yang bakal menghubungkan jembatan Suramadu-Jalan Dharmawangsa yang macet sejak 2007 mulai ada titik terang.
Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daops VIII menemui kata sepakat untuk melakukan pengelolaan bareng pasar Pacar Keling. Nantinya PDPS mendapat jatah mengelola pasarnya, sedangkan PT KA Daops VIII yang diwakili bidang Property Management-nya mendapat bagian menyedikan lahan dan membangun fisik gedung Pasar Pacar Keling.
Untuk lokasi pasar baru pasar tersebut, warga Surabaya tak perlu cemas kalau kehilangan pasar. Sebab, pasar yang sebelumnya beroperasi di Jalan Pacvar Keling akan ditempatkan di lahan milik PT KA di Jalan Mendut.
Dirut PDPS Karyanto Wibowo menuturkan, keberadaan pasar di Pacar Keling tetap akan bertahan. Cuma, lokasinya saja yang memang akan dipindah nanti. "Setidaknya kabar itu membanggakan PDPS, karena selain pedagang kami bia berjualan lagi di tempat lain, pembangunan jalan kembar tersebut bisa dilanjutkan,” ujar Karyanto menjelaskan, Senin (24/9/2012).
Menurutnya, sejak lama pasar milik pemkot itu berada di atas tanah milik PT KAI. Setelah negoisasi yang cukup alot, akhirnya antara PDPS dan PT KA ada titik temu terkait dengan pemindahan pasar Pacar Keling.
Pembangunan pasar di Pacar Keling yang baru ini tidak bisa dilepaskan dari rencana Pemkot Surabaya melakukan pembebasan lahan di kawasan Tambangboyo untuk keperluan pelebaran jalan kembar dari Suramadu ke Jalan Ngagel Jaya Selatan.
Secara kebetulan, lanjutnya, tanah seluas 2.000 meter persegi yang dipakai Pasar Pacar Keling tersebut terkena pembebasan jalan kembar tersebut. Sehingga pasar tersebut harus dilakukan relokasi.
Hasil negoisasinya lahan pengganti pasar tersebut jaraknya sekitar 500 meter dari lokasi pasar lama, yakni di Jalan Mendut. Tanah yang dipakai tersebut seluas 4.000 meter persegi dan statusnya milik PT KA.
Sedangkan pasar yang dibangun nantinya tetap satu lantai. Selain itu, stan pedagangnya juga tidak jauh berbeda dengan pasar Pacar Keling lama, yakni sekitar 300 stan.
“Ini cukup menyenangkan, saya kira kerjasama ini jauh lebih bagus dari sebelumnya. Sebab selama ini PDPS harus membayar sewa lahan ke PT KA setiap tahun," jelasnya.
Dengan kerjasama itu, lanjutnya, PDPS tidak perlu membayar sewa lagi ke PT KA dan tidak pusing mencari investor untuk pembangunan pasar. Hanya saja nanti ada pembagian keuntungan dalam pengelolaan pasar.
Ia juga menjelaskan, saat ini pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke pedagang. Mereka tidak mempermasalahkan karena kepindahan pedagang ke tempat yang baru nantinya tidak jauh dari pasar yang lama.
Selain itu, pasar yang baru ini nantinya lebih luas karena menempati lahan sekitar 4.000 meter persegi. Kemungkinan besar pedagang nantinya akan bertambah, yang semula sekitar 300 pedagang, maka nantinya bisa mencapai sekitar 600 pedagang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Erna Purnawati mengatakan, rencana pembangunan jalan kembar dari jembatan Suramadu-Darmawangsa semula memang terganjal proses pemindahan pasar Pacar Keling dan tukar guling lahan milik PT KA. Pasar Pacar Keling yang menempati lahan milik PT KA belum bisa dipindahkan, karena lahan penggantinya belum ada. Sementara pembicaraan tukar guling lahan tersebut dengan PT KA belum jalan.
“Memang, negosisasi pembebasan lahan antara Pemkot, PT KA Daops VIII Surabaya dan warga di sekitar Jalan Tambang Boyo dan PDPS memang sudah dilakukan. Alhamdulillah kalau sekarang ada titik temu, sehingga rencana pembangunan jalan kembar itu bisa berjalan lagi,” katanya.
Sebetulnya, kata dia, negosisasi dengan warga dan PT KA sudah dilakukan sejak Februari lalu. Hasil perundingan saat itu sempat menunjukkan hasil yang positif, karena semua pihak menyadari hal tersebut. Ternyata, untuk tukar guling tanah negara justru lebih sulit dibanding membebaskan lahan milik warga. “Ya kami berharap cepat tuntas,” pungkasnya.
Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daops VIII menemui kata sepakat untuk melakukan pengelolaan bareng pasar Pacar Keling. Nantinya PDPS mendapat jatah mengelola pasarnya, sedangkan PT KA Daops VIII yang diwakili bidang Property Management-nya mendapat bagian menyedikan lahan dan membangun fisik gedung Pasar Pacar Keling.
Untuk lokasi pasar baru pasar tersebut, warga Surabaya tak perlu cemas kalau kehilangan pasar. Sebab, pasar yang sebelumnya beroperasi di Jalan Pacvar Keling akan ditempatkan di lahan milik PT KA di Jalan Mendut.
Dirut PDPS Karyanto Wibowo menuturkan, keberadaan pasar di Pacar Keling tetap akan bertahan. Cuma, lokasinya saja yang memang akan dipindah nanti. "Setidaknya kabar itu membanggakan PDPS, karena selain pedagang kami bia berjualan lagi di tempat lain, pembangunan jalan kembar tersebut bisa dilanjutkan,” ujar Karyanto menjelaskan, Senin (24/9/2012).
Menurutnya, sejak lama pasar milik pemkot itu berada di atas tanah milik PT KAI. Setelah negoisasi yang cukup alot, akhirnya antara PDPS dan PT KA ada titik temu terkait dengan pemindahan pasar Pacar Keling.
Pembangunan pasar di Pacar Keling yang baru ini tidak bisa dilepaskan dari rencana Pemkot Surabaya melakukan pembebasan lahan di kawasan Tambangboyo untuk keperluan pelebaran jalan kembar dari Suramadu ke Jalan Ngagel Jaya Selatan.
Secara kebetulan, lanjutnya, tanah seluas 2.000 meter persegi yang dipakai Pasar Pacar Keling tersebut terkena pembebasan jalan kembar tersebut. Sehingga pasar tersebut harus dilakukan relokasi.
Hasil negoisasinya lahan pengganti pasar tersebut jaraknya sekitar 500 meter dari lokasi pasar lama, yakni di Jalan Mendut. Tanah yang dipakai tersebut seluas 4.000 meter persegi dan statusnya milik PT KA.
Sedangkan pasar yang dibangun nantinya tetap satu lantai. Selain itu, stan pedagangnya juga tidak jauh berbeda dengan pasar Pacar Keling lama, yakni sekitar 300 stan.
“Ini cukup menyenangkan, saya kira kerjasama ini jauh lebih bagus dari sebelumnya. Sebab selama ini PDPS harus membayar sewa lahan ke PT KA setiap tahun," jelasnya.
Dengan kerjasama itu, lanjutnya, PDPS tidak perlu membayar sewa lagi ke PT KA dan tidak pusing mencari investor untuk pembangunan pasar. Hanya saja nanti ada pembagian keuntungan dalam pengelolaan pasar.
Ia juga menjelaskan, saat ini pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke pedagang. Mereka tidak mempermasalahkan karena kepindahan pedagang ke tempat yang baru nantinya tidak jauh dari pasar yang lama.
Selain itu, pasar yang baru ini nantinya lebih luas karena menempati lahan sekitar 4.000 meter persegi. Kemungkinan besar pedagang nantinya akan bertambah, yang semula sekitar 300 pedagang, maka nantinya bisa mencapai sekitar 600 pedagang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Erna Purnawati mengatakan, rencana pembangunan jalan kembar dari jembatan Suramadu-Darmawangsa semula memang terganjal proses pemindahan pasar Pacar Keling dan tukar guling lahan milik PT KA. Pasar Pacar Keling yang menempati lahan milik PT KA belum bisa dipindahkan, karena lahan penggantinya belum ada. Sementara pembicaraan tukar guling lahan tersebut dengan PT KA belum jalan.
“Memang, negosisasi pembebasan lahan antara Pemkot, PT KA Daops VIII Surabaya dan warga di sekitar Jalan Tambang Boyo dan PDPS memang sudah dilakukan. Alhamdulillah kalau sekarang ada titik temu, sehingga rencana pembangunan jalan kembar itu bisa berjalan lagi,” katanya.
Sebetulnya, kata dia, negosisasi dengan warga dan PT KA sudah dilakukan sejak Februari lalu. Hasil perundingan saat itu sempat menunjukkan hasil yang positif, karena semua pihak menyadari hal tersebut. Ternyata, untuk tukar guling tanah negara justru lebih sulit dibanding membebaskan lahan milik warga. “Ya kami berharap cepat tuntas,” pungkasnya.
(azh)