DPRD Solo pasti izinkan Jokowi mundur
Senin, 24 September 2012 - 12:53 WIB
DPRD Solo pasti izinkan Jokowi mundur
A
A
A
Sindonews.com - Sebelum dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) harus lebih dulu mengundurkan diri dari jabatan Wali Kota Solo. Namun, banyak pihak khawatir, pengunduran diri Jokowi mendapat penolakan dari DPRD Solo.
Pengamat Politik dari Sinergi Masyarakat Untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahudin menyatakan, kekhawatiran adanya penolakan dari DPRD pada derajat tertentu bisa dimaklumi.
"Ini kan politik, segala kemungkinan bisa saja terjadi. Namun saya termasuk yang optimis pemberhentian Jokowi melalui DPRD akan berjalan lancar," ujarnya dalam rilis di Jakarta, Senin (24/9/2012)
Menurut Said, ada dua variabel yang bisa menjelaskan hal itu. Pertama, faktor sosial dan kedua faktor politik.
Faktor sosial dalam bentuk dukungan rakyat yang begitu luas terhadap Jokowi tentu tidak boleh dianggap remeh oleh DPRD.
Potensi konfliknya akan sangat tinggi jika DPRD berani menghambat pengunduran diri Jokowi dan rakyat pasti akan melawan. Lebih dari itu, blunder jika ada parpol di DPRD yang berani menolak pengunduran diri Jokowi.
"Rakyat yang kecewa pasti akan membalasnya dengan tidak memberikan dukungan kepada parpol tersebut pada penyelenggaraan Pemilukada Jawa Tengah 2013 dan Pemilu 2014. Dan parpol akan berhitung betul soal ini," ujarnya.
Said menjelaskan, dari faktor politik diprediksikan pemberhentian Jokowi melalui pintu pengunduran diri di DPRD nanti akan berjalan lancar. Pernyataan yang datang dari sejumlah pimpinan parpol pemilik kursi di DPRD Solo menguatkan dugaan itu.
Contoh saja apa yang disampaikan oleh ketua DPD PAN Umar Hasyim dan Ketua Fraksi PKS Solo Quatly Abdulkadir Alkatiri. Kedua pimpinan parpol itu sudah memberikan sinyal kuat untuk memuluskan pemberhentian Jokowi di DPRD.
"Jadi, apabila dihitung secara matematis, bila ada empat parpol saja yang mengamankan proses pemberhentian Jokowi saat digelarnya Rapat Paripurna DPRD Solo, sudah mayoritas itu," jelasnya.
Said menjelaskan lebih dalam, total suara Jokowi akan ada 25 kursi yang mendukung pengunduran diri Jokowi dari total 40 kursi yang ada di DPRD Solo. Dukungan itu terdiri PDIP 15 kursi, Gerindra 2 kursi, serta PAN dan PKS yang sama-sama memiliki 4 kursi.
"Bahkan, saya menduga seluruh parpol pemilik kursi di DPRD Solo akan mendukung pemberhentian Jokowi karena adanya potensi persoalan yang akan muncul dari faktor sosial yang saya jelaskan diatas," terangnya.
Menurut Saidi, Jokowi bisa mencalonkan diri dan memperoleh suara terbanyak pada penyelenggaraan Pilgub DKI Jakarta, bukan semata-mata karena adanya dukungan dari partai politik yang mengusungnya. Tetapi dia bisa maju dan menang justru lebih disebabkan karena adanya dukungan yang luas dari rakyat di dua daerah sekaligus, yakni, masyarakat Solo dan warga DKI Jakarta.
Said menambahkan, kalau masyarakat Solo tidak mendukung Jokowi sejak tahap pencalonan, logikanya akan muncul friksi dikota budaya itu. Faktanya justru sebaliknya, masyarakat malah menunjukan kerelaan, mendoakan, bahkan riang gembira ketika Jokowi dinyatakan menang dalam hitung cepat.
"Warga DKI bahkan lebih kongkret lagi memperlihatkan dukungannya sebagaimana ditunjukan perolehan suara yang diraih oleh Jokowi," tandasnya.
Pengamat Politik dari Sinergi Masyarakat Untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahudin menyatakan, kekhawatiran adanya penolakan dari DPRD pada derajat tertentu bisa dimaklumi.
"Ini kan politik, segala kemungkinan bisa saja terjadi. Namun saya termasuk yang optimis pemberhentian Jokowi melalui DPRD akan berjalan lancar," ujarnya dalam rilis di Jakarta, Senin (24/9/2012)
Menurut Said, ada dua variabel yang bisa menjelaskan hal itu. Pertama, faktor sosial dan kedua faktor politik.
Faktor sosial dalam bentuk dukungan rakyat yang begitu luas terhadap Jokowi tentu tidak boleh dianggap remeh oleh DPRD.
Potensi konfliknya akan sangat tinggi jika DPRD berani menghambat pengunduran diri Jokowi dan rakyat pasti akan melawan. Lebih dari itu, blunder jika ada parpol di DPRD yang berani menolak pengunduran diri Jokowi.
"Rakyat yang kecewa pasti akan membalasnya dengan tidak memberikan dukungan kepada parpol tersebut pada penyelenggaraan Pemilukada Jawa Tengah 2013 dan Pemilu 2014. Dan parpol akan berhitung betul soal ini," ujarnya.
Said menjelaskan, dari faktor politik diprediksikan pemberhentian Jokowi melalui pintu pengunduran diri di DPRD nanti akan berjalan lancar. Pernyataan yang datang dari sejumlah pimpinan parpol pemilik kursi di DPRD Solo menguatkan dugaan itu.
Contoh saja apa yang disampaikan oleh ketua DPD PAN Umar Hasyim dan Ketua Fraksi PKS Solo Quatly Abdulkadir Alkatiri. Kedua pimpinan parpol itu sudah memberikan sinyal kuat untuk memuluskan pemberhentian Jokowi di DPRD.
"Jadi, apabila dihitung secara matematis, bila ada empat parpol saja yang mengamankan proses pemberhentian Jokowi saat digelarnya Rapat Paripurna DPRD Solo, sudah mayoritas itu," jelasnya.
Said menjelaskan lebih dalam, total suara Jokowi akan ada 25 kursi yang mendukung pengunduran diri Jokowi dari total 40 kursi yang ada di DPRD Solo. Dukungan itu terdiri PDIP 15 kursi, Gerindra 2 kursi, serta PAN dan PKS yang sama-sama memiliki 4 kursi.
"Bahkan, saya menduga seluruh parpol pemilik kursi di DPRD Solo akan mendukung pemberhentian Jokowi karena adanya potensi persoalan yang akan muncul dari faktor sosial yang saya jelaskan diatas," terangnya.
Menurut Saidi, Jokowi bisa mencalonkan diri dan memperoleh suara terbanyak pada penyelenggaraan Pilgub DKI Jakarta, bukan semata-mata karena adanya dukungan dari partai politik yang mengusungnya. Tetapi dia bisa maju dan menang justru lebih disebabkan karena adanya dukungan yang luas dari rakyat di dua daerah sekaligus, yakni, masyarakat Solo dan warga DKI Jakarta.
Said menambahkan, kalau masyarakat Solo tidak mendukung Jokowi sejak tahap pencalonan, logikanya akan muncul friksi dikota budaya itu. Faktanya justru sebaliknya, masyarakat malah menunjukan kerelaan, mendoakan, bahkan riang gembira ketika Jokowi dinyatakan menang dalam hitung cepat.
"Warga DKI bahkan lebih kongkret lagi memperlihatkan dukungannya sebagaimana ditunjukan perolehan suara yang diraih oleh Jokowi," tandasnya.
(lns)