Jokowi jamin Solo aman dikunjungi
Minggu, 23 September 2012 - 09:39 WIB
Jokowi jamin Solo aman dikunjungi
A
A
A
Sindonews.com - Pasca tertangkapnya delapan terduga teroris di Solo, Joko Widodo menjamin kalau kotanya aman untuk dikunjungi.
Ia menyatakan, keberhasilan aparat kepolisian meringkus terduga teroris jangan diartikan kalau Solo sarang teroris.
"Solo aman, buktinya car free day penuh. Untuk masalah teroris menjadi kewenangannya aparat. Mereka banyak menyelesaikan harus diberi apresiasi," kata pria pemilik nama lengkap Joko Widodo itu di rumah dinas Loji Gandrung, Minggu pagi (23/9/2012).
Jokowi mengaku terus mengikuti informasi keamanan terkini Kota Solo. Ditanya apakah akan mengunjungi lokasi pascapeledakan di Kampung Griyan, Pajang dan Jalan Halilintar, Jebres, Jokowi mengaku belum merencanakannya.
Ia kembali menegaskan polisi dan aparat keamanan di Kota Solo lebih berwenang ihwal tersebut.
Mengenai seringnya warga Solo diringkus Densus, Jokowi enggan mengomentarinya. Ia percaya hal itu tak lantas membuat Solo sebagai sarang teroris.
"Masyarakat itu sudah cerdas. Solo tetap nyaman untuk dikunjungi. Masalah itu ditangani aparat," jelasnya.
Seperti diketahui, tim Densus 88 Mabes Polri Sabtu 22 September 2012 meringkus delapan terduga teroris di sejumlah lokasi di Solo.
Diantaranya Rudi Kurnia Putra, Baderi Hartono, Chomadi, Fajar Novianto, Durrahman, Barkah Nawa Saputra dan Indra Fitriyanto di Bacem, Sukoharjo.
Ia menyatakan, keberhasilan aparat kepolisian meringkus terduga teroris jangan diartikan kalau Solo sarang teroris.
"Solo aman, buktinya car free day penuh. Untuk masalah teroris menjadi kewenangannya aparat. Mereka banyak menyelesaikan harus diberi apresiasi," kata pria pemilik nama lengkap Joko Widodo itu di rumah dinas Loji Gandrung, Minggu pagi (23/9/2012).
Jokowi mengaku terus mengikuti informasi keamanan terkini Kota Solo. Ditanya apakah akan mengunjungi lokasi pascapeledakan di Kampung Griyan, Pajang dan Jalan Halilintar, Jebres, Jokowi mengaku belum merencanakannya.
Ia kembali menegaskan polisi dan aparat keamanan di Kota Solo lebih berwenang ihwal tersebut.
Mengenai seringnya warga Solo diringkus Densus, Jokowi enggan mengomentarinya. Ia percaya hal itu tak lantas membuat Solo sebagai sarang teroris.
"Masyarakat itu sudah cerdas. Solo tetap nyaman untuk dikunjungi. Masalah itu ditangani aparat," jelasnya.
Seperti diketahui, tim Densus 88 Mabes Polri Sabtu 22 September 2012 meringkus delapan terduga teroris di sejumlah lokasi di Solo.
Diantaranya Rudi Kurnia Putra, Baderi Hartono, Chomadi, Fajar Novianto, Durrahman, Barkah Nawa Saputra dan Indra Fitriyanto di Bacem, Sukoharjo.
(ysw)