Jokowi harus utamakan rakyat daripada partai
Minggu, 23 September 2012 - 07:38 WIB
Jokowi harus utamakan rakyat daripada partai
A
A
A
Sindonews.com - Perolehan suara pasangan calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dalam perhitungan cepat atau quick qount putaran kedua Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012 cukup tinggi, mengalahkan incumbent Fauzi Bowo (Foke). Hal itu terjadi karena besarnya dukungan warga dan harapan yang digantungkan rakyat kepadanya.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti mengatakan, kekuatan utama Jokowi adalah dukungan rakyat kepadanya. Dia mengingatkan, hal paling pokok dan penting yang dilakukan oleh Jokowi saat memerintah nanti adalah jangan pernah sekali pun berpikir untuk meninggalkan warga yang telah membesarkannya.
"Yang pertama dan utama adalah, jangan pernah berpikir meningglkan warga yang membesarkannya. Rakyatlah kekuatannya, dan karena itu pula, rakyatlah penjaganya," ujarnya saat berbincang dengan Sindonews, di Jakarta, Minggu (23/9/2012).
Setelah dinyatakan unggul dalam penghitungan cepat, Jokowi-Ahok pasti akan menjadi incaran para politikus dan kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan besar di Jakarta. Untuk itu, Ray kembali mengingatkan kepada Jokowi agar lebih berhati-hati dan tidak termakan bujuk rayuan.
"Jangan cepat-cepat bernegosiasi dengan Partai Politik (Parpol) yang sudah memperlihatkan sikap melawan kehendak rakyat," terang Ray mengingatkan.
Lebih lanjut, Ray mengingatkan, jika Jokowi melanggar dan mulai sekali saja untuk meninggalkan rakyat yang telah mendukung dan membesarkan namanya. Maka disaat itul, dia telah menggali makam dan kehancurannya sendiri. Begitupun jika dia melawan kehendak rakyat dan terbuai dengan rayuan parpol.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti mengatakan, kekuatan utama Jokowi adalah dukungan rakyat kepadanya. Dia mengingatkan, hal paling pokok dan penting yang dilakukan oleh Jokowi saat memerintah nanti adalah jangan pernah sekali pun berpikir untuk meninggalkan warga yang telah membesarkannya.
"Yang pertama dan utama adalah, jangan pernah berpikir meningglkan warga yang membesarkannya. Rakyatlah kekuatannya, dan karena itu pula, rakyatlah penjaganya," ujarnya saat berbincang dengan Sindonews, di Jakarta, Minggu (23/9/2012).
Setelah dinyatakan unggul dalam penghitungan cepat, Jokowi-Ahok pasti akan menjadi incaran para politikus dan kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan besar di Jakarta. Untuk itu, Ray kembali mengingatkan kepada Jokowi agar lebih berhati-hati dan tidak termakan bujuk rayuan.
"Jangan cepat-cepat bernegosiasi dengan Partai Politik (Parpol) yang sudah memperlihatkan sikap melawan kehendak rakyat," terang Ray mengingatkan.
Lebih lanjut, Ray mengingatkan, jika Jokowi melanggar dan mulai sekali saja untuk meninggalkan rakyat yang telah mendukung dan membesarkan namanya. Maka disaat itul, dia telah menggali makam dan kehancurannya sendiri. Begitupun jika dia melawan kehendak rakyat dan terbuai dengan rayuan parpol.
(san)