Jokowi diminta tak ulang gaya Solo di Jakarta
Minggu, 23 September 2012 - 07:12 WIB
Jokowi diminta tak ulang gaya Solo di Jakarta
A
A
A
Sindonews.com - Sejak dinyatakan unggul dalam penghitungan cepat atau quick qount perolehan suara diputaran kedua Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012, pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki T Purnama (Ahok) mulai manjadi harapan bagi warga Jakarta.
Keberhasilan Jokowi dalam merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) semenjak menjabat sebagai Wali Kota Solo, diharapkan dapat dipraktikkan di Jakarta. Masyarakat ibu kota berharap banyak dengan pemerintahan Jokowi-Ahok.
"Dia sukses merelokasi PKL dengan pola pendekatan makan bersama selama 40 hari. Sehingga terhindar dari kekerasan dan bentrok fisik," ujar pengamat kebijakan umum dari Trisakti Yayat Supriatna, kepada wartawan, di Jakarta, Sabtu (22/9/2012).
Namun begitu, Yayat menyarankan agar Jokowi mampu menyelesaikan permasalahan di Jakarta dengan cara yang lebih efektif dan dapat diterima dengan baik oleh warga.
"Yang lebih menarik adalah, jika Jokowi tidak lagi mengulang gaya penyelesaian Solonya di Jakarta, karena pendekatan tersebut sudah diketahui banyak orang. Sehingga kalau itu dilakukan di Jakarta, artinya dia mulai dari nol lagi, melakukan pendekatan ulang lagi," ungkapnya.
Lebih lanjut, Yayat mengatakan, saat ini yang mesti dilakukan oleh Jokowi adalah tinggal melakukan aksi saja, dan meningkatkan respon positif dari masyarakat akan program yang dimilikinya.
"Langsung saja melompat, action dan terbuka saja bahwa gubernur maunya seperti ini, mereka maunya seperti ini. Jadi ada keterbukaan dan di sisi lain, gubernur juga memberikan ruang kepada masyarakat untuk mengambil inisiatif," tambahnya.
Keberhasilan Jokowi dalam merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) semenjak menjabat sebagai Wali Kota Solo, diharapkan dapat dipraktikkan di Jakarta. Masyarakat ibu kota berharap banyak dengan pemerintahan Jokowi-Ahok.
"Dia sukses merelokasi PKL dengan pola pendekatan makan bersama selama 40 hari. Sehingga terhindar dari kekerasan dan bentrok fisik," ujar pengamat kebijakan umum dari Trisakti Yayat Supriatna, kepada wartawan, di Jakarta, Sabtu (22/9/2012).
Namun begitu, Yayat menyarankan agar Jokowi mampu menyelesaikan permasalahan di Jakarta dengan cara yang lebih efektif dan dapat diterima dengan baik oleh warga.
"Yang lebih menarik adalah, jika Jokowi tidak lagi mengulang gaya penyelesaian Solonya di Jakarta, karena pendekatan tersebut sudah diketahui banyak orang. Sehingga kalau itu dilakukan di Jakarta, artinya dia mulai dari nol lagi, melakukan pendekatan ulang lagi," ungkapnya.
Lebih lanjut, Yayat mengatakan, saat ini yang mesti dilakukan oleh Jokowi adalah tinggal melakukan aksi saja, dan meningkatkan respon positif dari masyarakat akan program yang dimilikinya.
"Langsung saja melompat, action dan terbuka saja bahwa gubernur maunya seperti ini, mereka maunya seperti ini. Jadi ada keterbukaan dan di sisi lain, gubernur juga memberikan ruang kepada masyarakat untuk mengambil inisiatif," tambahnya.
(san)