Keluarga terduga teroris datangi Mapolresta Solo
Sabtu, 22 September 2012 - 23:03 WIB
Keluarga terduga teroris datangi Mapolresta Solo
A
A
A
Sindonews.com - Dua keluarga terduga teroris yang berhasil dibekuk tim Densus 88, yakni Durrohman dan Fajar, mendatangi Mapolresta Solo. Kedatangan mereka untuk mempertanyakan keberadaan keduanya. Mereka datang didampingi kuasa hukumnya, dari Laskar Umat Islam Surakarta (Luis).
Kepada wartawan, Durrohman sendiri diakui pihak keluarga, selama ini aktif di Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) pimpinan Abu Bakar Baasyr. Kepada petugas, mereka mempertanyakan penangkapan Durrohman dan Fajar, serta memastikan keselamatan keduanya selama berada di kantor polisi.
Menurut keluarga, Fajar ditangkap di rumahnya, Todipan Laweyan, Solo. Sebelum ditangkap, Fajar sempat ditabrak dengan sepeda motor oleh Densus, tetangga yang ingin menolong, sempat ditodong dengan menggunakan pistol dan disuruh kembali masuk ke rumah masing-masing.
Sementara Durrohman, ditangkap di sekitar rumah BS saat sedang menyaksikan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh polisi. Menurut kakak Durrohman, adiknya pamit pada Sabtu pagi, untuk ikut melihat suasana lokasi penangkapan terduga teroris di Pajang Laweyan, Solo.
Saat itu, Durrohman pergi dengan seorang temannya, namun tak lama kemudian, si teman pulang dan melaporkan Durrohman ikut ditangkap Densus. Meski mengakui Durrohman, aktif di JAT, keluarga mengaku sangsi dengan keterlibatannya di jaringan teroris. Pasalnya, di JAT, dia hanya mengerjakan majalah dinding.
Sementara pihak Polresta Solo yang diwakili Kasat Intel Kompol M Fakhrudin mengaku, belum mengetahui keberadaan keduanya. Namun pihaknya yakin akan keselamatan keduanya, dan menjamin keduanya akan segera dipulangkan jika memang tidak terlibat.
Kepada wartawan, Durrohman sendiri diakui pihak keluarga, selama ini aktif di Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) pimpinan Abu Bakar Baasyr. Kepada petugas, mereka mempertanyakan penangkapan Durrohman dan Fajar, serta memastikan keselamatan keduanya selama berada di kantor polisi.
Menurut keluarga, Fajar ditangkap di rumahnya, Todipan Laweyan, Solo. Sebelum ditangkap, Fajar sempat ditabrak dengan sepeda motor oleh Densus, tetangga yang ingin menolong, sempat ditodong dengan menggunakan pistol dan disuruh kembali masuk ke rumah masing-masing.
Sementara Durrohman, ditangkap di sekitar rumah BS saat sedang menyaksikan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh polisi. Menurut kakak Durrohman, adiknya pamit pada Sabtu pagi, untuk ikut melihat suasana lokasi penangkapan terduga teroris di Pajang Laweyan, Solo.
Saat itu, Durrohman pergi dengan seorang temannya, namun tak lama kemudian, si teman pulang dan melaporkan Durrohman ikut ditangkap Densus. Meski mengakui Durrohman, aktif di JAT, keluarga mengaku sangsi dengan keterlibatannya di jaringan teroris. Pasalnya, di JAT, dia hanya mengerjakan majalah dinding.
Sementara pihak Polresta Solo yang diwakili Kasat Intel Kompol M Fakhrudin mengaku, belum mengetahui keberadaan keduanya. Namun pihaknya yakin akan keselamatan keduanya, dan menjamin keduanya akan segera dipulangkan jika memang tidak terlibat.
(san)