Setgab tak terganggu kekalahan Foke
Jum'at, 21 September 2012 - 18:32 WIB
Setgab tak terganggu kekalahan Foke
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono menyatakan, kekalahan pasangan Fauzi Wibowo (Foke)-Nacrowi Ramli (Nara) berdasarkan hasil quick count dalam Pilgub DKI Jakarta 2014 yang didukung semua partai sekretaris gabungan (setgap) koalisi di parlemen, tidak akan menimbulkan perpecahan.
"Tidak ada perpecahan, partai setgab koalisi tetap kompak saja," ujarnya di Jakarta, Jumat (21/9/2012).
Menurut Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) ini, permasalahan kekalahan Foke ini tidak ada hubungannya dengan Setgab partai koalisi yang mendukung pasangan Foke-Nara, melainkan instruksi Ketua Umum partai ke bawah yakni tingkat DPC partai di DKI Jakarta.
"Ini bukan masalah yang menang oposisi atau koalisi, tapi ini kepatuhan tingkat bawah partai juga berpengaruh," katanya.
Mantan Ketua DPR ini melanjutkan, untuk itu partai harus melakukan introspeksi, dimana partai tidak mampu memberikan suara yang signifikan kepada pasangan gubernur dalam Pilgub DKI Jakarta.
"Namun itu tidak bisa dilakukan, karena saat ini figur menjadi penentu utama. Untuk mendukung figur itu, partai harus gerakan mesin partainya," lanjutnya.
Agung mengatakan, partai Golkar mendukung pasangan Foke-Nara, karena sudah memiliki hubungan tertentu seperti berpengalaman di pemerintahan DKI Jakarta dan lainnya.
"Itu DKI golkar bukan DPP yang urusi masalah mesin partai tidak kuat dukung Foke. Namun, ketum partai memilih Foke karena hubungan tertentu pengalaman yang ditujukan Foke," katanya.
"Tidak ada perpecahan, partai setgab koalisi tetap kompak saja," ujarnya di Jakarta, Jumat (21/9/2012).
Menurut Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) ini, permasalahan kekalahan Foke ini tidak ada hubungannya dengan Setgab partai koalisi yang mendukung pasangan Foke-Nara, melainkan instruksi Ketua Umum partai ke bawah yakni tingkat DPC partai di DKI Jakarta.
"Ini bukan masalah yang menang oposisi atau koalisi, tapi ini kepatuhan tingkat bawah partai juga berpengaruh," katanya.
Mantan Ketua DPR ini melanjutkan, untuk itu partai harus melakukan introspeksi, dimana partai tidak mampu memberikan suara yang signifikan kepada pasangan gubernur dalam Pilgub DKI Jakarta.
"Namun itu tidak bisa dilakukan, karena saat ini figur menjadi penentu utama. Untuk mendukung figur itu, partai harus gerakan mesin partainya," lanjutnya.
Agung mengatakan, partai Golkar mendukung pasangan Foke-Nara, karena sudah memiliki hubungan tertentu seperti berpengalaman di pemerintahan DKI Jakarta dan lainnya.
"Itu DKI golkar bukan DPP yang urusi masalah mesin partai tidak kuat dukung Foke. Namun, ketum partai memilih Foke karena hubungan tertentu pengalaman yang ditujukan Foke," katanya.
(mhd)