Jokowi mulai didekati politikus oportunis
Jum'at, 21 September 2012 - 13:51 WIB
Jokowi mulai didekati politikus oportunis
A
A
A
Sindonews.com - Putaran kedua Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta telah usai. Hasil penghitungan cepat (quick qount) perolehan suara sejumlah media massa dan lembaga survei menyatakan, pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) unggul.
Peneliti Kajian Budaya Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati mengatakan, sejak dinyatakan unggul dalam penghitungan cepat, sejumlah politikus dan kelompok masyarakat merapat ke pasangan yang diunggulkan itu. Padahal, sebelumnya mereka menjadi lawan Jokowi-Ahok diputaran kedua.
"Dimana kelompok–kelompok oportunis tersebut akan merangkul pemenang. Itu wajar, dimana ada gula pasti ada semut, tapi saya yakin Jokowi–Ahok mampu mengatasai hal itu," ujarnya saat berbincang dengan wartawan, di Depok, Jumat (21/9/2012).
Ditambahkan dia, Jokowi–Ahok memiliki modal yang kuat, sekira 54 persen suara kemenangan atas aliansi rakyat. Sehingga, mereka bisa memanfaatkan kelompok oportunis demi kepentingan positif untuk bersama–sama membangun Jakarta.
"Jokowi–Ahok harus tetap fokus terhadap program–program yang akan mereka jalankan. Kelompok oportunis boleh saja datang, kenapa enggak digandeng? Datang saja sesuai solusi yang ditawarkan. Kelompok opportunis boleh datang asal dengan solusi," tegasnya.
Jokowi–Ahok, menurut Devie, tidak perlu gentar menghadapi kelompok–kelompok oportunis. "Dengan dimenangkan kekuatan people power, modal kepercayaan diri yang besar bagi Jokowi untuk tidak perlu risau dengan kelompok–kelompok tersebut, karena 54 persen suara rakyat Jakarta cukup untuk mendukung penuh mereka," tandasnya.
Peneliti Kajian Budaya Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati mengatakan, sejak dinyatakan unggul dalam penghitungan cepat, sejumlah politikus dan kelompok masyarakat merapat ke pasangan yang diunggulkan itu. Padahal, sebelumnya mereka menjadi lawan Jokowi-Ahok diputaran kedua.
"Dimana kelompok–kelompok oportunis tersebut akan merangkul pemenang. Itu wajar, dimana ada gula pasti ada semut, tapi saya yakin Jokowi–Ahok mampu mengatasai hal itu," ujarnya saat berbincang dengan wartawan, di Depok, Jumat (21/9/2012).
Ditambahkan dia, Jokowi–Ahok memiliki modal yang kuat, sekira 54 persen suara kemenangan atas aliansi rakyat. Sehingga, mereka bisa memanfaatkan kelompok oportunis demi kepentingan positif untuk bersama–sama membangun Jakarta.
"Jokowi–Ahok harus tetap fokus terhadap program–program yang akan mereka jalankan. Kelompok oportunis boleh saja datang, kenapa enggak digandeng? Datang saja sesuai solusi yang ditawarkan. Kelompok opportunis boleh datang asal dengan solusi," tegasnya.
Jokowi–Ahok, menurut Devie, tidak perlu gentar menghadapi kelompok–kelompok oportunis. "Dengan dimenangkan kekuatan people power, modal kepercayaan diri yang besar bagi Jokowi untuk tidak perlu risau dengan kelompok–kelompok tersebut, karena 54 persen suara rakyat Jakarta cukup untuk mendukung penuh mereka," tandasnya.
(san)