Kericuhan warnai paripurna penetapan Gubernur DIY

Jum'at, 21 September 2012 - 13:47 WIB
Kericuhan warnai paripurna...
Kericuhan warnai paripurna penetapan Gubernur DIY
A A A
Sindonews.com - Rangkaian paripurna penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY diwarnai aksi demo yang berbuntut ricuh kecil.

Rombongan masyarakat yang menamakan diri Forum Aliansi Pejuang Islam (FAPI) yang bermaksud memasuki komplek DPRD dihalang-halangi oleh kelompok Masyarakat pendukung keistimewaan yang tergabung dalam Sekretariat Bersama (Sekber).

Aksi penolakan dari Sekber tersebut dilakukan, karena dalam aksinya FAPI bermaksud mengajukan aspirasi penundaan penetapan KGPAA Paku Alam IX menjadi Wakil Gubernur DIY. Keributan di depan gerbang DPRD DIY akhirnya dapat diredam setelah aparat dari Polresta Yogyakarta menengahi.

Menurut Koordinator FAPI Arifin Wardiyanto, penetapan KGPAA Paku Alam IX tidak sah. Hal tersebut dikarenakan, pencalonan Adipati Pura Pakualaman tersebut diindikasikan menggunakan ijasah SMA palsu.

"Penetapan wagub tidak sah karena tidak sesuai undang-undang karena menggunakan ijasah palsu," tegasnya, Jumat (21/9/2012).

Dengan kegagalan menyampaikan aspirasi tersebut Arifin mengaku akan melakukan gugatan terhadap penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY. Gugatan akan disampaikan ke Mahkamah Konstitusi jika KGPAA Paku Alam IX ditetapkan sebagai wakil gubernur oleh DPRD DIY.

Terpisah Koordinator Sekber Keistimewaan Widihasto Wasana Putra menilai, aksi FAPI bertujuan mengacaukan penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY. "Ini adalah rekayasa dari pihak-pihak yang tidak suka dengan Ambarkusumo," tegasnya.

Dari pantauan SINDO, keributan di depan gerbang pada saat pembukaan sidang pertama paripurna istimewa penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY tersebut tidak mengganggu pembukaan sidang. Namun akibat keributan tersebut sejumlah anggota dewan yang datang sedikit terlambat sempat terhalangi saat akan masuk ke Komplek DPRD DIY.
(hyk)
Berita Terkait
Kemendagri Prioritaskan...
Kemendagri Prioritaskan Penguatan Keistimewaan DIY
Lurah se- Gunungkidul...
Lurah se- Gunungkidul Desak Kalurahan Bisa Kelola Danais
Soal Keistimewaan DIY,...
Soal Keistimewaan DIY, Menteri Hadi Teken MoU dengan Kesultanan Yogyakarta
Kampanye Akbar di Kulonprogo,...
Kampanye Akbar di Kulonprogo, Ganjar Pranowo Bangga Jadi Bagian Keistimewaan DIY
Ketua DPW Perindo DIY...
Ketua DPW Perindo DIY Minta Alokasi APBD dan Dana Keistimewaan Fokus Atasi Kemiskinan
Spanduk Ade Armando...
Spanduk Ade Armando Penista UU Keistimewaan Yogyakarta Beredar di Jakarta Pusat
Berita Terkini
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
1 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
1 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
2 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
4 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
4 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved