Lewati SARA, warga DKI lulus uji kebangsaan
Jum'at, 21 September 2012 - 11:04 WIB
Lewati SARA, warga DKI lulus uji kebangsaan
A
A
A
Sindonews.com - Putaran kedua Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012 telah selesai. Penghitungan cepat hasil perolehan suara sejumlah media dan lembaga survei menyatakan, pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki T Purnama (Ahok) unggul untuk sementara.
Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) PDI Perjuangan Achmad Basarah menyatakan, kemenangan Jokowi-Ahok merupakan bukti nyata bahwa warga Jakarta sudah tuntas pemahaman kebangsaannya, khususnya dalam mempraktikkan prinsip hidup bhinneka tunggal ika.
"Kemenangan Jokowi-Ahok, maka warga DKI Jakarta telah lulus ujian kebangsaannya," ujar Basarah kepada Sindonews, di Jakarta, Jumat (21/9/2012).
Ditambahkan dia, berbagai masalah SARA yang muncul di tengah-tengah proses kampanye yang menerpa Jokowi-Ahok, tidak mampu menembus benteng pertahanan nasionalisme warga DKI Jakarta. Meskipun Jokowi-Ahok merupakan kombinasi suku dan agama yang berbeda, nyatanya masyarakat tetap memberikan kepercayaan.
"Berbagai golongan ada di DKI Jakarta, jika nilai-nilai bhinneka tunggal ika belum dipahami warga Jakarta, maka akan sulit bisa dijalankan di daerah atau provinsi lain," terangnya.
Anggota Komisi III DPR ini optimis, proses demokrasi di Indonesia akan terus berkembang baik, seiring dengan peningkatan pemahaman tentang nilai pluralisme.
"Kita bisa berharap dan membangun sikap optimisme ke depan, bahwa proses demokrasi di Indonesia akan beriringan dengan peningkatan wawasan dan sikap kebangsaan seluruh komponen masyarakat Indonesia," pungkasnya.
Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) PDI Perjuangan Achmad Basarah menyatakan, kemenangan Jokowi-Ahok merupakan bukti nyata bahwa warga Jakarta sudah tuntas pemahaman kebangsaannya, khususnya dalam mempraktikkan prinsip hidup bhinneka tunggal ika.
"Kemenangan Jokowi-Ahok, maka warga DKI Jakarta telah lulus ujian kebangsaannya," ujar Basarah kepada Sindonews, di Jakarta, Jumat (21/9/2012).
Ditambahkan dia, berbagai masalah SARA yang muncul di tengah-tengah proses kampanye yang menerpa Jokowi-Ahok, tidak mampu menembus benteng pertahanan nasionalisme warga DKI Jakarta. Meskipun Jokowi-Ahok merupakan kombinasi suku dan agama yang berbeda, nyatanya masyarakat tetap memberikan kepercayaan.
"Berbagai golongan ada di DKI Jakarta, jika nilai-nilai bhinneka tunggal ika belum dipahami warga Jakarta, maka akan sulit bisa dijalankan di daerah atau provinsi lain," terangnya.
Anggota Komisi III DPR ini optimis, proses demokrasi di Indonesia akan terus berkembang baik, seiring dengan peningkatan pemahaman tentang nilai pluralisme.
"Kita bisa berharap dan membangun sikap optimisme ke depan, bahwa proses demokrasi di Indonesia akan beriringan dengan peningkatan wawasan dan sikap kebangsaan seluruh komponen masyarakat Indonesia," pungkasnya.
(san)