Loyalitas kader PKS dan Golkar sudah pudar

Jum'at, 21 September 2012 - 11:04 WIB
Loyalitas kader PKS...
Loyalitas kader PKS dan Golkar sudah pudar
A A A
Sindonews.com - Banyak kalangan masyarakat mempertanyakan suara partai politik (parpol) yang mendukung pasangan Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara). Pasalnya, yang mendukung pasangan itu parpol besar serta sudah lama berkiprah di panggung politik tanah air ini.

Menurut Pengamat Komunikasi Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Gun Gun Heryanto, loyalitas kader politik sekarang tidak seperti dulu, serta tidak memiliki rasa loyalitas yang tinggi dan tidak patuh pada aturan partai.

"Saya sudah prediksi raibnya suara partai-partai itu. Karena lemahnya rasa memiliki sense of belonging basis konstituen kedua partai tersebut terhadap keputusan partai mereka sendiri. Hal ini menunjukkan kian pudarnya reputasi politik PKS dan juga Golkar di DKI," katanya kepada Sindonews, Jumat (21/9/2012).

Gun Gun menilai, sebagai pendukung seharusnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Golkar berjuang keras untuk memenangkan jargonnya dengan cara menekan para kadernya yang ada di DKI Jakarta.

"Sebenarnya itu pertaruhan besar bagi PKS dan Golkar. Karena jika mereka tidak belajar dari kasus ini, maka eksistensi kedua partai ini di DKI akan semakin terancam," tandasnya.

Parpol yang berbondong-bondong mendukung pasangan incumbent ternyata tidak efektif mendukung Foke pada Pilgub DKI putaran kedua ini.

"Ya saya kira memang trennya angka Golput (golongan putih) menurun. Karena suksesnya Jokowi masuk penetrasi ke basis-basis pemilih cair yang menjadi swing voters yakni mereka yang menjadi basis kandidat lain di Putaran pertama, dan mampu mencuri perhatian kelas menengah atas yang jadi kelompok undecided voters," terangnya.

Sebagaimana diketahui, putaran pertama PKS mengusung Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini (HNW-Didik) dan Partai Golkar yang mengusung Alex Noerdin-Nono Sampono (Alex-Nono). HNW-Didik memperoleh 11,72 persen suara sedangkan Ale-Nono memperoleh 4,67 persen.

Suara kedua calon di putaran pertama ini seharusnya mampu mendongkrak perolehan suara Foke di putaran kedua. Namun pada kenyataannya, tidak seperti itu.

Suara HNW-Didik pada putaran pertama bisa jadi suara murni dari kader PKS. Suara itu seharusnya bisa jadi poin penting untuk mendongkrak suara Foke-Nara pada Pilgub DKI Jakarta putaran kedua ini.
(mhd)
Berita Terkait
Noer Fajrieansyah Didorong...
Noer Fajrieansyah Didorong Maju Pilgub DKI Jakarta 2024
Respons PAN soal Kaesang...
Respons PAN soal Kaesang Bakal Maju Pilgub DKI: Semua Punya Hak
Ditanya Mau Jadi Gubernur,...
Ditanya Mau Jadi Gubernur, Wagub Ariza: Kita Lagi Mikirin Omicron
Pemuda Pancasila Deklarasi...
Pemuda Pancasila Deklarasi Dukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta
Demokrat Pamer Jagoan...
Demokrat Pamer Jagoan Pilgub DKI, Golkar: Pilkadanya Tahun 2024, Masih Jauh
DPD Hanura Sodorkan...
DPD Hanura Sodorkan Nama Djafar Badjeber Cawagub Jakarta, Ketua DPW Perindo: Kita Sambut Baik
Berita Terkini
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
40 menit yang lalu
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
2 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
3 jam yang lalu
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
3 jam yang lalu
2 Pemuda di Depok Ditangkap,...
2 Pemuda di Depok Ditangkap, Celurit hingga Airsoft Gun Disita Polisi
3 jam yang lalu
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
13 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved