Prijanto minta Jokowi jangan jadi penguasa
Kamis, 20 September 2012 - 21:42 WIB
Prijanto minta Jokowi jangan jadi penguasa
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto menganggap kemenangan pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) dalam sejumlah penghitungan cepat hasil Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran kedua sebagai kemenangan warga yang menginginkan adanya perubahan.
"Sebagai pribadi, sebagai wagub (wakil gubernur), dan warga Jakarta, saya menyambut baik hasil ini. Harapannya, agar benar-benar bisa menjadi pejabat yang memiliki jiwa pemimpin, bukan penguasa," kata Prijanto di kediamannya di Jalan Otista III, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (20/9/2012).
Dia mengungkapkan, sosok Jokowi-Ahok merupakan perpaduan serasi yang juga saling melengkapi. Sehingga, diharapkan bisa terjalin kerja sama yang baik di antara keduanya.
"Seperti pemain band anak muda, kalau ketemu tos. Saat ada debat juga begitu, sentuhan badan, colek, enak dilihatnya, akrab," ujarnya.
Lebih lanjut, Prijanto juga meminta Jokowi agar menjalankan amanat sebagai Gubernur DKI Jakarta seperti kata ibunya, yakni berpegang kepada kejujuran, kebenaran, dan keadilan. "Ucapan ibunya sama seperti sapta marga prajurit, yakni harus berpegang kepada kejujuran, kebenaran, dan keadilan," tambahnya.
"Sebagai pribadi, sebagai wagub (wakil gubernur), dan warga Jakarta, saya menyambut baik hasil ini. Harapannya, agar benar-benar bisa menjadi pejabat yang memiliki jiwa pemimpin, bukan penguasa," kata Prijanto di kediamannya di Jalan Otista III, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (20/9/2012).
Dia mengungkapkan, sosok Jokowi-Ahok merupakan perpaduan serasi yang juga saling melengkapi. Sehingga, diharapkan bisa terjalin kerja sama yang baik di antara keduanya.
"Seperti pemain band anak muda, kalau ketemu tos. Saat ada debat juga begitu, sentuhan badan, colek, enak dilihatnya, akrab," ujarnya.
Lebih lanjut, Prijanto juga meminta Jokowi agar menjalankan amanat sebagai Gubernur DKI Jakarta seperti kata ibunya, yakni berpegang kepada kejujuran, kebenaran, dan keadilan. "Ucapan ibunya sama seperti sapta marga prajurit, yakni harus berpegang kepada kejujuran, kebenaran, dan keadilan," tambahnya.
(lil)