Jokowi-Ahok menang mutlak di Rutan Cipinang
Kamis, 20 September 2012 - 15:28 WIB
Jokowi-Ahok menang mutlak di Rutan Cipinang
A
A
A
Sindonews.com - Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012 di Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang, Jakarta Timur, dimenangkan oleh pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki T Purnama (Ahok) dengan total perolehan 137 suara, disusul Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) diurutan kedua dengan perolehan 63 suara.
Dari lima Tempat Pemungutan Suara (TPS) di rutan Cipinang, seluruhnya dimenangkan oleh pasangan Jokowi-Basuki. Terpantau disemua TPS, mulai TPS 086-090, pasangan Jokowi-Ahok unggul dengan perolehan suara melebihi setengah dari suara yang didapat pasangan Foke-Nara.
"Pemilih mayoritas memilih Jokowi-Basuki, hampir setengahnya mereka unggul," ujar Kepala Urusan Tata Usaha Rutan Kelas I Cipinang Soeistanto P. Djatmiko, di Jakarta, Kamis (20/9/2012).
Menurut Tanto, selama pelaksanaan pemungutan suara situasi, di dalam dan di luar TPS terpantau aman dan kondusif. "Tidak ada masalah, hanya ada satu surat suara saja yang tidak sah di TPS 089," tambah Tanto.
Dijelaskan Tanto, dari 201 pemilih yang mencoblos di Rutan Cipinang, berasal dari para pegawai rutan dan warga binaan. "Berasal dari pegawai, dan warga binaan yang masuk dalam daftar pemilih tetap," pungkasnya.
Dari lima Tempat Pemungutan Suara (TPS) di rutan Cipinang, seluruhnya dimenangkan oleh pasangan Jokowi-Basuki. Terpantau disemua TPS, mulai TPS 086-090, pasangan Jokowi-Ahok unggul dengan perolehan suara melebihi setengah dari suara yang didapat pasangan Foke-Nara.
"Pemilih mayoritas memilih Jokowi-Basuki, hampir setengahnya mereka unggul," ujar Kepala Urusan Tata Usaha Rutan Kelas I Cipinang Soeistanto P. Djatmiko, di Jakarta, Kamis (20/9/2012).
Menurut Tanto, selama pelaksanaan pemungutan suara situasi, di dalam dan di luar TPS terpantau aman dan kondusif. "Tidak ada masalah, hanya ada satu surat suara saja yang tidak sah di TPS 089," tambah Tanto.
Dijelaskan Tanto, dari 201 pemilih yang mencoblos di Rutan Cipinang, berasal dari para pegawai rutan dan warga binaan. "Berasal dari pegawai, dan warga binaan yang masuk dalam daftar pemilih tetap," pungkasnya.
(san)