G20S/DKI di Cipayung resahkan warga
Kamis, 20 September 2012 - 10:46 WIB
G20S/DKI di Cipayung resahkan warga
A
A
A
Sindonews.com - Memasuki hari pemungutan suara putaran kedua Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012, sekelompok warga yang mengatasnamakan Persatuan Masyarakat Muslim Jakarta melakukan gerakan meresahkan warga. Gerakan 20 September atau G20S/DKI itu, terjadi di Cipayung, Jakarta Timur.
Santi, salah seorang warga Jakarta Timur mengatakan, gerakan itu membagi-bagikan selebaran berisi Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA). Selebaran itu dibagikan atau disebar kepada warga pada pagi, dini hari.
"Tadi pagi tahu ada gulungan kertas yang digulung dengan isolasi putih. Pas dibuka, isinya selebaran ini," ujar Santi kepada Sindonews, di Jakarta, Kamis (20/9/2012).
Ditambahkan dia, selebaran tersebut dibagikan pada malam hari adn pagi hari, ke seluruh rumah yang ada di kawasan Cipayung. Warga mengaku, tidak ada yang mengetahui siapa yang telah menyebarkan selebaran berisi SARA dan mengatasnamakan Persatuan Masyarakat Muslim Jakarta itu.
"Saya tidak tahu siapa yang menyebarkan. Soalnya itu dibagikan saat malam, atau juga mungkin dini hari," jelasnya.
Selebaran itu sendiri berisi berbagai tudingan kepada calon wakil gubernur pendamping Joko Widodo (Jokowi), Basuki T Purnama (Ahok). Isi selebaran, lebih banyak menyudutkan Ahok yang berasal dari etnis China dan membunuh karakternya saat menjadi Bupati Belitung Timur.
Selain itu bertuliskan, Ahok akan mengorbankan Jokowi, apabila nanti Jokowi memenangkan Pilgub DKI Jakarta. Posisi Jokowi sebagai DKI 1 disebut-sebut akan digeser oleh Ahok. Selebaran itu juga sendiri berisi tuduhan-tuduhan korupsi yang diduga dilakukan Ahok.
Santi, salah seorang warga Jakarta Timur mengatakan, gerakan itu membagi-bagikan selebaran berisi Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA). Selebaran itu dibagikan atau disebar kepada warga pada pagi, dini hari.
"Tadi pagi tahu ada gulungan kertas yang digulung dengan isolasi putih. Pas dibuka, isinya selebaran ini," ujar Santi kepada Sindonews, di Jakarta, Kamis (20/9/2012).
Ditambahkan dia, selebaran tersebut dibagikan pada malam hari adn pagi hari, ke seluruh rumah yang ada di kawasan Cipayung. Warga mengaku, tidak ada yang mengetahui siapa yang telah menyebarkan selebaran berisi SARA dan mengatasnamakan Persatuan Masyarakat Muslim Jakarta itu.
"Saya tidak tahu siapa yang menyebarkan. Soalnya itu dibagikan saat malam, atau juga mungkin dini hari," jelasnya.
Selebaran itu sendiri berisi berbagai tudingan kepada calon wakil gubernur pendamping Joko Widodo (Jokowi), Basuki T Purnama (Ahok). Isi selebaran, lebih banyak menyudutkan Ahok yang berasal dari etnis China dan membunuh karakternya saat menjadi Bupati Belitung Timur.
Selain itu bertuliskan, Ahok akan mengorbankan Jokowi, apabila nanti Jokowi memenangkan Pilgub DKI Jakarta. Posisi Jokowi sebagai DKI 1 disebut-sebut akan digeser oleh Ahok. Selebaran itu juga sendiri berisi tuduhan-tuduhan korupsi yang diduga dilakukan Ahok.
(san)