Tim Jokowi-Ahok siapkan 45 ribu relawan terlatih
Rabu, 19 September 2012 - 18:40 WIB
Tim Jokowi-Ahok siapkan 45 ribu relawan terlatih
A
A
A
Sindonews.com - Tim Jakarta Baru menyiapkan 45 ribu orang tenaga terlatih untuk menjadi saksi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) bagi pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok).
Koordinator Relawan Tim Jakarta Baru Hasan Nasbi mengatakan, dengan 45 ribu relawan yang disebar tersebut pihaknya berharap bisa mengetahui hasil real di seluruh TPS yang ada. Selain itu, mereka juga akan mengawasi dugaan kecurangan yang terjadi selama pencoblosan.
"Tim ini tidak pernah terdeteksi pada putaran pertama, kami sebenarnya berdiri sejak Maret 2012, sejak pendaftaran calon gubernur. Ini relawan Jakarta baru kita punya kekuatan 45 ribu orang, dan satu orang operator data center akan mengawasi 300 saksi di lapangan via online," katanya di Menara 165, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (19/9/2012).
Dia mengungkapkan, para relawan yang berada di lapangan juga sudah dibekali dengan beberapa petunjuk seperti pengambilan dokumentasi dari berbagai sudut, dan meminta para pemilih untuk memeriksa surat suara agar tidak terjadi kecurangan.
"Di setiap TPS akan diletakkan tiga orang saksi yang menggunakan baju kotak-kotak. Untuk yang tidak menggunakan baju kotak-kotak akan diletakkan di luar TPS, itu semua kami lakukan untuk menyikapi beberapa kejadian belakangan ini," jelasnya.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon menambahkan, saat ini dirinya melihat ada upaya-upaya kurang fair yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, seperti penyebaran selebaran berbau SARA.
Meski demikian, dirinya mengharapkan pemungutan suara pada Pilgub DKI Jakarta yang akan berlangsung esok bisa berjalan dengan aman dan damai. "Dengan adanya 45 ribu relawan ini, kami ingin membuktikan jika Pilgub DKI ini berjalan tanpa dengan kecurangan," ungkapnya.
Koordinator Relawan Tim Jakarta Baru Hasan Nasbi mengatakan, dengan 45 ribu relawan yang disebar tersebut pihaknya berharap bisa mengetahui hasil real di seluruh TPS yang ada. Selain itu, mereka juga akan mengawasi dugaan kecurangan yang terjadi selama pencoblosan.
"Tim ini tidak pernah terdeteksi pada putaran pertama, kami sebenarnya berdiri sejak Maret 2012, sejak pendaftaran calon gubernur. Ini relawan Jakarta baru kita punya kekuatan 45 ribu orang, dan satu orang operator data center akan mengawasi 300 saksi di lapangan via online," katanya di Menara 165, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (19/9/2012).
Dia mengungkapkan, para relawan yang berada di lapangan juga sudah dibekali dengan beberapa petunjuk seperti pengambilan dokumentasi dari berbagai sudut, dan meminta para pemilih untuk memeriksa surat suara agar tidak terjadi kecurangan.
"Di setiap TPS akan diletakkan tiga orang saksi yang menggunakan baju kotak-kotak. Untuk yang tidak menggunakan baju kotak-kotak akan diletakkan di luar TPS, itu semua kami lakukan untuk menyikapi beberapa kejadian belakangan ini," jelasnya.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon menambahkan, saat ini dirinya melihat ada upaya-upaya kurang fair yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, seperti penyebaran selebaran berbau SARA.
Meski demikian, dirinya mengharapkan pemungutan suara pada Pilgub DKI Jakarta yang akan berlangsung esok bisa berjalan dengan aman dan damai. "Dengan adanya 45 ribu relawan ini, kami ingin membuktikan jika Pilgub DKI ini berjalan tanpa dengan kecurangan," ungkapnya.
(lil)