Ditinggal kunker, DPRD Demak kosong
Rabu, 19 September 2012 - 14:24 WIB
Ditinggal kunker, DPRD Demak kosong
A
A
A
Sindonews.com - Gedung DPRD Demak, Jawa Tengah, kosong ditinggal anggotanya yang melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Provinsi Lampung untuk mempelajari cara, dan teknik untuk meningkatkan produksi pertanian.
Tidak hanya anggota DPRD, kunker tersebut juga menyertakan sejumlah pejabat sekretariat DPRD Demak. Dari daftar hadir diketahui, ada 12 orang staf sekretariat DPRD termasuk empat kepala bagian yang tidak masuk hari ini.
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Komunikasi Rakyat dan Masyarakat Demak Rifai mengatakan, kunker yang yang hanya menyisakan beberapa staf sekretariat DPRD tersebut sangat melukai rasa keadilan rakyat Demak. Pasalnya, hal tersebut dilakukan saat rakyat mengalami paceklik kemarau panjang.
"Kunjungan kerja ke Lampung itu agendanya tidak jelas. Dari informasi disebut itu untuk keperluan peningkatan produksi pertanian. Harusnya, itu dilakukan oleh Komisi B DPRD Demak saja," katanya di Demak, Jawa Tengah, Rabu (19/9/2012).
Dia mengungkapkan, dalam setiap kunker yang dilakukannya, anggota DPRD Demak mengantongi Rp4,5 juta sebagai uang saku dan biaya akomodasi per harinya. "Tiap tahunnya anggaran kunjungan kerja DPRD ini mencapai Rp8 miliar," ujarnya.
Dia mengungkapkan, dalam waktu enam bulan terakhir DPRD Demak telah melakukan sembilan kali kunker ke luar Provinsi Jawa Tengah. Padahal, hingga saat ini belum ada satu pun manfaat yang dirasakan masyarakat dari hasil kunker itu.
Tidak hanya anggota DPRD, kunker tersebut juga menyertakan sejumlah pejabat sekretariat DPRD Demak. Dari daftar hadir diketahui, ada 12 orang staf sekretariat DPRD termasuk empat kepala bagian yang tidak masuk hari ini.
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Komunikasi Rakyat dan Masyarakat Demak Rifai mengatakan, kunker yang yang hanya menyisakan beberapa staf sekretariat DPRD tersebut sangat melukai rasa keadilan rakyat Demak. Pasalnya, hal tersebut dilakukan saat rakyat mengalami paceklik kemarau panjang.
"Kunjungan kerja ke Lampung itu agendanya tidak jelas. Dari informasi disebut itu untuk keperluan peningkatan produksi pertanian. Harusnya, itu dilakukan oleh Komisi B DPRD Demak saja," katanya di Demak, Jawa Tengah, Rabu (19/9/2012).
Dia mengungkapkan, dalam setiap kunker yang dilakukannya, anggota DPRD Demak mengantongi Rp4,5 juta sebagai uang saku dan biaya akomodasi per harinya. "Tiap tahunnya anggaran kunjungan kerja DPRD ini mencapai Rp8 miliar," ujarnya.
Dia mengungkapkan, dalam waktu enam bulan terakhir DPRD Demak telah melakukan sembilan kali kunker ke luar Provinsi Jawa Tengah. Padahal, hingga saat ini belum ada satu pun manfaat yang dirasakan masyarakat dari hasil kunker itu.
(lil)