Angelina Sondakh ingin nyoblos
Rabu, 19 September 2012 - 10:30 WIB
Angelina Sondakh ingin nyoblos
A
A
A
Sindonews.com - Angelina Sondakh, terdakwa perkara dugaan korupsi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ingin menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran kedua yang akan digelar besok.
Sayangnya, hingga sekarang, mantan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI yang didakwa menerima suap miliaran rupiah itu belum menerima surat undangan pencoblosan.
"Belum tahu nih, saya belum mendapatkan undangannya," ujar Angie menjawab pertanyaan wartawan sebelum mengikuti persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Jakarta, Rabu (19/9/2012).
Sebelumnya, pada putaran pertama, Angie diketahui tak menggunakan hak pilihnya. Pada waktu itu, Angie yang ditahan di rumah tahanan (rutan) KPK menolak untuk menggunakan hak pilih karena diwajibkan memakai jaket tahanan KPK.
Menurut Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto kala itu, Angie lebih memilih golput ketimbang keluar sel mengenakan seragam tahanan KPK. Padahal KPK memberi izin kepada semua tahanan untuk menggunakan hak pilih.
"Syaratnya harus pakai baju tahanan, pilih mana? Alhamdulillah Anggie tidak mau," kata Bambang beberapa waktu lalu. "Saya lebih baik di dalam saja," kata Bambang menirukan ucapan Angie.
Sayangnya, hingga sekarang, mantan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI yang didakwa menerima suap miliaran rupiah itu belum menerima surat undangan pencoblosan.
"Belum tahu nih, saya belum mendapatkan undangannya," ujar Angie menjawab pertanyaan wartawan sebelum mengikuti persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Jakarta, Rabu (19/9/2012).
Sebelumnya, pada putaran pertama, Angie diketahui tak menggunakan hak pilihnya. Pada waktu itu, Angie yang ditahan di rumah tahanan (rutan) KPK menolak untuk menggunakan hak pilih karena diwajibkan memakai jaket tahanan KPK.
Menurut Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto kala itu, Angie lebih memilih golput ketimbang keluar sel mengenakan seragam tahanan KPK. Padahal KPK memberi izin kepada semua tahanan untuk menggunakan hak pilih.
"Syaratnya harus pakai baju tahanan, pilih mana? Alhamdulillah Anggie tidak mau," kata Bambang beberapa waktu lalu. "Saya lebih baik di dalam saja," kata Bambang menirukan ucapan Angie.
(lns)