Masyarakat Tionghoa dukung pemimpin pro rakyat
Rabu, 19 September 2012 - 08:30 WIB
Masyarakat Tionghoa dukung pemimpin pro rakyat
A
A
A
Sindonews.com - Forum Masyarakat Tionghoa (Format) mengharapkan para warga keturunan Tionghoa di Jakarta cerdas dalam menentukan pilihan siapa calon gubernur maupun wakil gubernur yang akan memimpin Jakarta periode 2012-2017. Menurut Ketua Sekjen Format Christoforus Suhandi, semua pilihan pasti ada konsekuensinya.
"Jakarta memiliki masalah yang kompleks, tentunya harus dibutuhkan orang yang benar-benar menguasainya untuk bisa menyelesaikan, atau meminimalisir masalah yang ada. Jangan hanya karena satu keyakinan ataupun satu suku, kemudian dijadikan pertimbangan," ujar Suhandi di Jakarta, Rabu (19/9/2012).
Karena itu masyarakat Tionghoa diminta cerdas dan bisa berpikir ke depan. "Jika kita memilih pemimpin baru, otomatis beliau masih akan melakukan pemetaan masalah, tentunya ini akan membuang waktu, dan bisa jadi memperlambat gerak ekonomi,” ujarnya.
Menurutnya kepentingan rakyat lebih penting dibandingkan kepentingan etnis tertentu. Masa pemerintahan Fauzi Bowo, kata dia sudah terbukti mampu mengakomodir kebhinekaan dan keselarasan kehidupan suku, agama, ras dan antargolongan.
Suhandi menambahkan, jika ada yang mengatakan izin pembangunan gereja akan dipersulit, buktinya salah satu gereja di Jakarta Barat yang di ketuainya diresmikan oleh Fauzi Bowo.
"Jangan pernah kita melihat pemimpin dari pribadinya, mari kita lihat dari kemampuannya. Fauzi Bowo pemeluk agama Islam, namun dirinya pernah sekolah di sekolah Katolik dan selama ini tidak pernah ada pembedaan antara masyarakat keturunan dengan masyarakat asli. Sebab kepentingan warga diatas kepentingan segalanya," tuturnya.
"Jakarta memiliki masalah yang kompleks, tentunya harus dibutuhkan orang yang benar-benar menguasainya untuk bisa menyelesaikan, atau meminimalisir masalah yang ada. Jangan hanya karena satu keyakinan ataupun satu suku, kemudian dijadikan pertimbangan," ujar Suhandi di Jakarta, Rabu (19/9/2012).
Karena itu masyarakat Tionghoa diminta cerdas dan bisa berpikir ke depan. "Jika kita memilih pemimpin baru, otomatis beliau masih akan melakukan pemetaan masalah, tentunya ini akan membuang waktu, dan bisa jadi memperlambat gerak ekonomi,” ujarnya.
Menurutnya kepentingan rakyat lebih penting dibandingkan kepentingan etnis tertentu. Masa pemerintahan Fauzi Bowo, kata dia sudah terbukti mampu mengakomodir kebhinekaan dan keselarasan kehidupan suku, agama, ras dan antargolongan.
Suhandi menambahkan, jika ada yang mengatakan izin pembangunan gereja akan dipersulit, buktinya salah satu gereja di Jakarta Barat yang di ketuainya diresmikan oleh Fauzi Bowo.
"Jangan pernah kita melihat pemimpin dari pribadinya, mari kita lihat dari kemampuannya. Fauzi Bowo pemeluk agama Islam, namun dirinya pernah sekolah di sekolah Katolik dan selama ini tidak pernah ada pembedaan antara masyarakat keturunan dengan masyarakat asli. Sebab kepentingan warga diatas kepentingan segalanya," tuturnya.
(lns)