Majene terancam krisis air bersih

Selasa, 18 September 2012 - 15:58 WIB
Majene terancam krisis...
Majene terancam krisis air bersih
A A A
Sindonews.com – Kemarau yang terjadi di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat mengakibatkan empat instalasi dari tujuh instalasi air bersih mengalami penyusutan hingga 40 persen. Jika dalam dua bulan kedepan tidak turun hujan, dipastikan akan terjadi krisis air bersih di Majene.

Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Majene, Muhammad Arif Nur, mengatakan sejumlah instalasi penampungan air bersih di menyusut hingga 40 persen.

Namun masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadinya krisis air bersih. Sebab, instalasi yang dimiliki mampu menyuplai air bersih hingga kemarau berakhir.

Arif Nur mengatakan, kondisi daya tampung air bersih saat ini diyakini masih bisa menyuplai sekira 5.000 pelanggan. Begitupun pada instalasi penampungan di kecamatan-kecamatan. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir akan mengalami krisis air bersih.

“Kecuali jika kemarau tidak berhenti-berhenti hingga satu dua bulan kedepan, kita memang patut khawatir akan terjadi krisis air,” cetus Arif Nur, Selasa (18/9/2012).

Dia menyebutkan, di Kabupaten Majene, terdapat kurang lebih tujuh instalasi dan penampungan air bersih. Khusus dalam Kota Majene, terdapat tiga sumber instalasi air bersih yakni di Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Mangge di Kelurahan Tototli, Kecamatan Bangge, IPA Abaga di Baruga, Kecamatan Banggae Timur dan satunya lagi IPA di Galung Lombok, Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

Sementara empat sumber lainnya di kecamatan, yakni IPA IKK Malunda, IKK Sendana Brongkaptering (pengelolaan sederhana), IPA Palipi, dan IKK brongkaptering Pamboang.

“Dari tujuh sumber air bersih tersebut, empat instalasi mengalami penurunan daya tampung hingga 40 persen,” jelas Arif Nur.

IPA Galung Lombok, IPA Palipi, IPA Malunda tidak mengalami penurunan daya tampung karena sumber airnya cukup besar.

Ditambahkan, PDAM Majene tidak terlalu khawatir akan terjadinya krisis air bersih, karena dari pengalaman kemarau tahun lalu, memasuki Oktober, hujan mulai turun lagi. Dengan begitu, sumber air akan kembali normal.
(ysw)
Berita Terkait
Awal Musim Kemarau 2024...
Awal Musim Kemarau 2024 Diprediksi Mundur, Ini Rincian Daerahnya
Puncak Kemarau di Maros...
Puncak Kemarau di Maros Diprediksi Pada Bulan Agustus
56% Wilayah Indonesia...
56% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau Sejak Awal Juli 2023
37,7% Wilayah Indonesia...
37,7% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, BMKG: Waspada Dampak Kekeringan
BMKG Laporkan 21 Daerah...
BMKG Laporkan 21 Daerah di Indonesia Tidak Hujan Selama 2 Bulan Lebih
BMKG Laporkan 63% Wilayah...
BMKG Laporkan 63% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau hingga Akhir Juli 2023
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
2 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
2 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
3 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
4 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
4 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
5 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved