Foke resmikan klinik cuci darah
Senin, 17 September 2012 - 21:35 WIB
Foke resmikan klinik cuci darah
A
A
A
Sindonews.com - Calon Gubernur DKI Jakarta yang juga incumbent Fauzi Bowo mengisi masa tenang yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI dengan melakukan kunjungan serta meresmikan Klinik Hemodialisis (Cuci darah) milik Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Jalan Langit-langit nomor 12, Kampungambon, Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur.
Dalam kunjungannya tersebut, Foke sapaan akrab Fauzi Bowo mengatakan dengan peran serta dari lembaga seperti muslimat NU ini pelayanan di Jakarta akan semakin baik. Sehingga masyarakat kurang mampu yang ingin mendapatkan pelayanan terbaik bisa dilayani tanpa harus takut dengan biaya mahal.
"Saya minta agar klinik ini secepatnya dicatatkan di Dinas Kesehatan DKI. Sehingga bisa melayani pasien Gakin. Tentunya, kalau warga sekitar yang terlayani, mereka sangat terbantu, karena tak perlu jauh-jauh, menghemat ongkos. Kemudian biaya ditanggung pemerintah sebagai pasien Gakin," ujar Foke, di Jakarta, Senin (17/9/2012).
Lebih, lanjut orang nomor satu di DKI Jakarta ini mengatakan kedepannya puskesmas di Jakarta juga akan semakin ditingkatkan pelayanannya, untuk saat ini saja pemerintah sedang meningkatkan kualitas layanan dengan membuat rawat inap di Puskemas setingkat kecamatan di Jakarta.
"Yang pasti, puskesmas tingkat kecamatan di DKI secara bertahap akan dilengkapi layanan rawat inap. Saat ini baru ada 16 puskesmas yang layani rawat inap dari total 44 puskesmas kecamatan," tambahnya.
Sementara itu Ketua Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU Pusat, Farida Solahudin Wahid mengatakan, di Muslimat NU terdapat bidang kesehatan yang anggotanya berasal dari masyarakat menengah ke bawah.
Agar mereka dibantu saat membutuhkan layanan kesehatan maka pihaknya mendirikan Klinik Hemodialisis Muslimat NU Cipta Husada 2. "Yang pertama sudah kami dirikan di Jalan Hang Tuah Kebayoran Baru Jakarta Selatan dan peminatnya di sana sangat banyak," ungkap Farida.
Farida menjelaskan klinik ini memiliki spesialisasi khusus menangani pasien cuci darah. Pasien yang dilayani adalah masyarakat umum dan keluarga besar NU.
"Dulu tempat ini sebagai klinik bersalin, karena pasiennya mulai sepi, mungkin program KB di DKI sudah berjalan sukses. Sehingga akhirnya kini kami menggantikan sebagai Klinik Hemodialisis," ujar Farida.
Lebih lanjut Farida menuturkan Pengoperasian klinik ini adalah buah dari kerja sama dengan PT Cipta Husada. Bahkan dalam waktu dekat ini, Muslimat NU akan mendirikan klinik yang sama di sejumlah daerah.
"Nanti direncanakan ada di Kudus, Pati, Semarang, Rembang, Purworejo dan Cirebon. Semua klinik yang akan dibangun spesifikasinya sama, yakni memberikan layanan khusus cuci darah," tutup Farida.
Dalam kunjungannya tersebut, Foke sapaan akrab Fauzi Bowo mengatakan dengan peran serta dari lembaga seperti muslimat NU ini pelayanan di Jakarta akan semakin baik. Sehingga masyarakat kurang mampu yang ingin mendapatkan pelayanan terbaik bisa dilayani tanpa harus takut dengan biaya mahal.
"Saya minta agar klinik ini secepatnya dicatatkan di Dinas Kesehatan DKI. Sehingga bisa melayani pasien Gakin. Tentunya, kalau warga sekitar yang terlayani, mereka sangat terbantu, karena tak perlu jauh-jauh, menghemat ongkos. Kemudian biaya ditanggung pemerintah sebagai pasien Gakin," ujar Foke, di Jakarta, Senin (17/9/2012).
Lebih, lanjut orang nomor satu di DKI Jakarta ini mengatakan kedepannya puskesmas di Jakarta juga akan semakin ditingkatkan pelayanannya, untuk saat ini saja pemerintah sedang meningkatkan kualitas layanan dengan membuat rawat inap di Puskemas setingkat kecamatan di Jakarta.
"Yang pasti, puskesmas tingkat kecamatan di DKI secara bertahap akan dilengkapi layanan rawat inap. Saat ini baru ada 16 puskesmas yang layani rawat inap dari total 44 puskesmas kecamatan," tambahnya.
Sementara itu Ketua Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU Pusat, Farida Solahudin Wahid mengatakan, di Muslimat NU terdapat bidang kesehatan yang anggotanya berasal dari masyarakat menengah ke bawah.
Agar mereka dibantu saat membutuhkan layanan kesehatan maka pihaknya mendirikan Klinik Hemodialisis Muslimat NU Cipta Husada 2. "Yang pertama sudah kami dirikan di Jalan Hang Tuah Kebayoran Baru Jakarta Selatan dan peminatnya di sana sangat banyak," ungkap Farida.
Farida menjelaskan klinik ini memiliki spesialisasi khusus menangani pasien cuci darah. Pasien yang dilayani adalah masyarakat umum dan keluarga besar NU.
"Dulu tempat ini sebagai klinik bersalin, karena pasiennya mulai sepi, mungkin program KB di DKI sudah berjalan sukses. Sehingga akhirnya kini kami menggantikan sebagai Klinik Hemodialisis," ujar Farida.
Lebih lanjut Farida menuturkan Pengoperasian klinik ini adalah buah dari kerja sama dengan PT Cipta Husada. Bahkan dalam waktu dekat ini, Muslimat NU akan mendirikan klinik yang sama di sejumlah daerah.
"Nanti direncanakan ada di Kudus, Pati, Semarang, Rembang, Purworejo dan Cirebon. Semua klinik yang akan dibangun spesifikasinya sama, yakni memberikan layanan khusus cuci darah," tutup Farida.
(mhd)