Agar tak hilang, nama pulau perlu dibakukan

Senin, 17 September 2012 - 19:35 WIB
Agar tak hilang, nama...
Agar tak hilang, nama pulau perlu dibakukan
A A A
Sindonews.com - Banyak nama daerah, pulau, sungai dan gunung di Indonesia yang tidak baku. Kondisi ini menyulitkan dunia internasional untuk mengaksesnya. Perlu adanya standar baku yang memenuhi standar internasional agar tidak ada lagi permasalahan klaim pulau antar negara.

“Standarisasi nama ini sangat penting untuk menjaga kedaulatan NKRI dan komunikasi internasional,” jelas Deputi Bidang Informasi Dasar Badan Informasi Geospasial (BIG) Punto Dewo di sela pembukaan training Course on Toponymy di Yogyakarta, Senin (17/9/2012).

Training keempat Toponymy ini diselenggarakan oleh BIG (dulu Bakosurtanal) bekerja sama dengan United Nations Group of Experts on Geograpgical Names (UNGEGN). Training yang dilaksanakan lima hari ini, diikuti 60 peserta dari dalam dan luar negeri seperti Malaysia, Oman, Brunei, Philipina dan Srilangka.

Menurutnya, hilangnya pulau yang diklaim Malaysia, tidak lepas karena kondisi ini. Kita kalah dalam standar pemetaan internasional.

Disinilah arti penting standar baku dengan dasar ordinat. Jika dilengkapi ordinat, akan jelas status dan menghindarkan adanya klaim antar negara.

Menurutnya klaim 17 ribu pulau yang ada di negara ini sulit dibuktikan. Sebab dari hasil penelusuran dan penamaan hanya terdapat 13.466 pulau. Itupun masih mungkin akan berkurang karena kondisi alam. Sedangkan dasar penamaan pulau mengacu terdapatnya daratan pada saat air pasang tertinggi.

Kasus yang ada, imbuh Punto Dewo, banyak bantuan internasional saat musibah gempa dan tsunami yang sulit diakses. Misalnya nama Gorontalo, di sana ada nama provinsi, kota dan juga kabupaten. Hal ini mestinya tidak ada dan perlu ada nama yang baku.

Kepala BIG Asep Karsidi menambahkan, total 13.466 pulau sudah memiliki nama dan sudah dilengkapi dengan titik koordinat. Saat ini masih dilakukan pendataan dan masih mungkin bertambah. Semua akan disesuaikan dengan disesuaikan kondisi di lapangan, dengan mendasar kepada aturan dan landasan yang sudah disepakati.

Menurutnya, Yogyakarta merupakan salah satu daerah yang namanya harus dibakukan. Apakah itu Yogyakarta atau Jogjakarta, agar tidak ada kerancuan. Mestinya, setelah UU Keistimewaan disahkan, perlu dilakukan penyusunan perda untuk mendukug penamaan ini.

“Seperti Sungai Ciliwung itu tidak benar, karena Ci itu artinya sungai,” tuturnya.

BIG sendiri, akan mengakomodir asal usul nama dari daerah. Kearifan local tetap akan dipakai dalam penamaan, asalkan sesuai dengan standarisasi.
(hyk)
Berita Terkait
Sengketa 4 Pulau Perbatasan...
Sengketa 4 Pulau Perbatasan Sumut-Aceh, Pemprov Sumut: Masuk Wilayah Kita
4 Langkah Penyelesaian...
4 Langkah Penyelesaian Sengketa Perbatasan Pulau Kawi-Kawia di Sultra dan Sulsel
Jepang Temukan 7.000...
Jepang Temukan 7.000 Pulau Baru
Buka Peluang RUU Aceh-Sumut,...
Buka Peluang RUU Aceh-Sumut, DPR: Untuk Fiksasi 4 Pulau Masuk Wilayah Mana
Pemerintah Siapkan RUU...
Pemerintah Siapkan RUU Pemerintahan Aceh di Tengah Polemik 4 Pulau Masuk Sumut
Kemendagri Ungkap 16...
Kemendagri Ungkap 16 Pulau Bersengketa di Trenggalek-Tulungagung, Berikut Daftar Pulaunya
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
2 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
3 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
4 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
5 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
5 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
5 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved