Kebun tebu terbakar, nyaris melumat DPRD
Senin, 17 September 2012 - 16:03 WIB
Kebun tebu terbakar, nyaris melumat DPRD
A
A
A
Sindonews.com - Warga Desa Mergosari geger lantaran kebun tebu seluas enam hektare ludes dilalap api. Bahkan, kebakaran ini nyaris mengenai Gedung DPRD Kulonprogo. Beruntung, dua unit mobil pemadam kebakaran berhasil mencegah api merembet ke gedung dewan.
Supriyanto (30) saksi mata mengatakan, kobaran api yang melalap hampir seluruh areal tanaman tebu seluas delapan hektare mulai terlihat pukul 10.45 WIB.
Namun dia sendiri mengaku tidak tahu dari mana api berasal. Dia hanya melihat kobaran api dari sisi timur dan terus meluas ke arah barat mengikuti arah angin.
“Saat itu saya sedang melayani pembeli, tiba-tiba banyak abu beterbangan. Ternyata api sudah berkobar. Arahnya dari timur ke barat dan selatan. Mungkin karena angin yang cukup kencang api terus membesar,” kata Supriyanto pemilik kantin di Gedung DPRD, Senin (17/9/2012).
Dia menjelaskan, kobaran api sempat membuat panik seluruh penghuni ruko yang terletak bersebelahan dengan areal tanaman tebu. Mereka berhamburan keluar sebelum api menyambar ruko mereka.
Menurut dia, ladang tebu tersebut milik PG Madukismo yang sudah dipanen sejak sebelum puasa. Namun, hingga saat ini masih tersisa lahan 0,5 hektare yang belum dipanen. Bahkan saat kejadian masih ada pekerja yang sedang memanen tebu.
“Waktu kebakaran, kebetulan kepala PMK sedang makan di sini. Jadi langsung ditangani,” sambungnya.
Kepala Seksi Tramtib Kecamatan Pengasih Ramelan mengaku, belum mengetahui penyebab kebakaran ini. Dari informasi yang diperoleh kejadian ini pertama kali diketahui oleh penebang dan pengangkut tebu sekira pukul 11.00 kurang.
Dari hasil identifikasi awal, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekira enam hektare. Untuk mengantisipasi api meluas, dua unit mobil pemadam dikerahkan agar tidak merembet ke gedung DPRD Kulonprogo, yang berjarak hanya beberapa meter dari kobaran api.
“Sebagian besar lahan yang terbakar sudah ditebang. Untuk langkah antisipasi, kami telah mengerahkan petugas pemadam kebakaran dan berkoordinasi dengan kepolisian. Tapi kerugiannya berapa, kami juga belum tahu,” imbuhnya.
Supriyanto (30) saksi mata mengatakan, kobaran api yang melalap hampir seluruh areal tanaman tebu seluas delapan hektare mulai terlihat pukul 10.45 WIB.
Namun dia sendiri mengaku tidak tahu dari mana api berasal. Dia hanya melihat kobaran api dari sisi timur dan terus meluas ke arah barat mengikuti arah angin.
“Saat itu saya sedang melayani pembeli, tiba-tiba banyak abu beterbangan. Ternyata api sudah berkobar. Arahnya dari timur ke barat dan selatan. Mungkin karena angin yang cukup kencang api terus membesar,” kata Supriyanto pemilik kantin di Gedung DPRD, Senin (17/9/2012).
Dia menjelaskan, kobaran api sempat membuat panik seluruh penghuni ruko yang terletak bersebelahan dengan areal tanaman tebu. Mereka berhamburan keluar sebelum api menyambar ruko mereka.
Menurut dia, ladang tebu tersebut milik PG Madukismo yang sudah dipanen sejak sebelum puasa. Namun, hingga saat ini masih tersisa lahan 0,5 hektare yang belum dipanen. Bahkan saat kejadian masih ada pekerja yang sedang memanen tebu.
“Waktu kebakaran, kebetulan kepala PMK sedang makan di sini. Jadi langsung ditangani,” sambungnya.
Kepala Seksi Tramtib Kecamatan Pengasih Ramelan mengaku, belum mengetahui penyebab kebakaran ini. Dari informasi yang diperoleh kejadian ini pertama kali diketahui oleh penebang dan pengangkut tebu sekira pukul 11.00 kurang.
Dari hasil identifikasi awal, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekira enam hektare. Untuk mengantisipasi api meluas, dua unit mobil pemadam dikerahkan agar tidak merembet ke gedung DPRD Kulonprogo, yang berjarak hanya beberapa meter dari kobaran api.
“Sebagian besar lahan yang terbakar sudah ditebang. Untuk langkah antisipasi, kami telah mengerahkan petugas pemadam kebakaran dan berkoordinasi dengan kepolisian. Tapi kerugiannya berapa, kami juga belum tahu,” imbuhnya.
(ysw)