Ratusan hektar sawah di Lutra kekeringan
Minggu, 16 September 2012 - 16:53 WIB
Ratusan hektar sawah di Lutra kekeringan
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan hektar sawah dan sekolah lapangan (SL) di Kecamatan Sabbang Kabupaten Luwu Utara (Lutra) terancam gagal tanam. Padi yang baru berumur tiga pekan alami kekeringan karena minimnya sumber air di musim kemarau ini.
Sekretaris gabungan kelompok tani (Gapoktan) Dandang Raya Yustus Bunga mengatakan, sudah dua pekan hujan tidak turun menyebabkan sawah mengalami kekeringan.
Bahkan, padi sawah SL binaan penyuluh pertanian lapangan (PPL) Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian (BKP3) Lutra pun terancam gagal tumbuh.
"Pengairan untuk persawahan di daerah masih tradisional, sehingga jika turun hujan beberapa pekan akan berpengaruh terhadap debit air," kata Yustus Bungan, Minggu (16/9/2012).
Menurutnya, air sungai yang menjadi andalan dalam setahun terakhir sudah tidak bisa mengairi sawah karena tersumbat di hulu. "Air campur pasir dan kayu membuat hulu irigasi dangkal dan menyumbat aliran air sungai," tukasnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Yustus meminta pemerintah kabupaten (Pemkab) Lutra melalui BKPR agar segera membantu petani dengan membuat pengairan permanen di daerah ini.
"Saya minta pemerintah segera turun tangan membantu petani karena kalau tidak maka ratusan hektar padi sawah akan mengalami gagal tanam," ucapnya.
Sementara Sekretaris BKP3 Lutra Alauddin Syukri ketika dikonfirmasi mengaku berada di Makassar mengkuti pelatihan.
"Saya sedang di Makassar mengikuti pelatihan, nanti balik kita bicara soal itu," ucapnya melalui telepon," kata dia.
Sekretaris gabungan kelompok tani (Gapoktan) Dandang Raya Yustus Bunga mengatakan, sudah dua pekan hujan tidak turun menyebabkan sawah mengalami kekeringan.
Bahkan, padi sawah SL binaan penyuluh pertanian lapangan (PPL) Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian (BKP3) Lutra pun terancam gagal tumbuh.
"Pengairan untuk persawahan di daerah masih tradisional, sehingga jika turun hujan beberapa pekan akan berpengaruh terhadap debit air," kata Yustus Bungan, Minggu (16/9/2012).
Menurutnya, air sungai yang menjadi andalan dalam setahun terakhir sudah tidak bisa mengairi sawah karena tersumbat di hulu. "Air campur pasir dan kayu membuat hulu irigasi dangkal dan menyumbat aliran air sungai," tukasnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Yustus meminta pemerintah kabupaten (Pemkab) Lutra melalui BKPR agar segera membantu petani dengan membuat pengairan permanen di daerah ini.
"Saya minta pemerintah segera turun tangan membantu petani karena kalau tidak maka ratusan hektar padi sawah akan mengalami gagal tanam," ucapnya.
Sementara Sekretaris BKP3 Lutra Alauddin Syukri ketika dikonfirmasi mengaku berada di Makassar mengkuti pelatihan.
"Saya sedang di Makassar mengikuti pelatihan, nanti balik kita bicara soal itu," ucapnya melalui telepon," kata dia.
(ysw)