Kekeringan, Distamkam buat sumur pantek
Sabtu, 15 September 2012 - 12:13 WIB
Kekeringan, Distamkam buat sumur pantek
A
A
A
Sindonews.com - Kemarau yang terjadi beberapa bulan belakangan ini menyebabkan Kota Bandung kesulitan merawat taman yang ada di tengah kota. Akibatnya, tanaman yang ada semakin memprihatinkan.
Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman (Kadistamkam) Kota Bandung Dadang Dharmawan mengaku, kesulitan memelihara taman, terlebih saat musim kemarau berkepanjangan seperti ini.
"Panasnya suhu di Bandung membuat taman yang berada di jalanan terlihat kering dan tidak terurus, padahal itu sudah disiram," kata Dadang kepada wartawan, Sabtu (15/9/2012).
Dadang menampik jika anggapan masyarakat yang menganggap pihaknya tidak melakukan penyiraman terhadap sejumlah taman di Kota Bandung. Selain panas, faktor lain yang mempengaruhi hal tersebut hanya tersedianya enam unit tangki air untuk mengelola 610 taman yang tersebar di kota kembang itu.
"Penyiraman itu dilakukan dua kali sehari. Tapi jumlah tankinya terbatas, tidak semua taman bisa tercover," kilahnya.
Untuk mengantisipasi kekeringan, pihaknya berencana akan membangun sumur pantek di beberapa lokasi terutama yang memiliki jumlah taman terbanyak. Dengan adanya sumur pantek itu, maka keterbatasan air bisa diatasi.
Dadang mengatakan, saat ini sumur pantek baru ada di Cibiru, Pasteur, Cibeureum dan Sukajadi. Sumur pantek itu berada di dekat taman-taman sehingga memudahkan personel Diskamtam saat memerlukannya.
"Idealnya Kota Bandung memiliki 24 mobil tangki. Memang lebih mudah membuat sumur pantek. Makanya untuk 2013 kita upayakan 127 sumur di lokasi-lokasi yang strategis," katanya.
Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman (Kadistamkam) Kota Bandung Dadang Dharmawan mengaku, kesulitan memelihara taman, terlebih saat musim kemarau berkepanjangan seperti ini.
"Panasnya suhu di Bandung membuat taman yang berada di jalanan terlihat kering dan tidak terurus, padahal itu sudah disiram," kata Dadang kepada wartawan, Sabtu (15/9/2012).
Dadang menampik jika anggapan masyarakat yang menganggap pihaknya tidak melakukan penyiraman terhadap sejumlah taman di Kota Bandung. Selain panas, faktor lain yang mempengaruhi hal tersebut hanya tersedianya enam unit tangki air untuk mengelola 610 taman yang tersebar di kota kembang itu.
"Penyiraman itu dilakukan dua kali sehari. Tapi jumlah tankinya terbatas, tidak semua taman bisa tercover," kilahnya.
Untuk mengantisipasi kekeringan, pihaknya berencana akan membangun sumur pantek di beberapa lokasi terutama yang memiliki jumlah taman terbanyak. Dengan adanya sumur pantek itu, maka keterbatasan air bisa diatasi.
Dadang mengatakan, saat ini sumur pantek baru ada di Cibiru, Pasteur, Cibeureum dan Sukajadi. Sumur pantek itu berada di dekat taman-taman sehingga memudahkan personel Diskamtam saat memerlukannya.
"Idealnya Kota Bandung memiliki 24 mobil tangki. Memang lebih mudah membuat sumur pantek. Makanya untuk 2013 kita upayakan 127 sumur di lokasi-lokasi yang strategis," katanya.
(mhd)