Pasca banjir, 2 desa di Padang direlokasi
Jum'at, 14 September 2012 - 10:30 WIB
Pasca banjir, 2 desa di Padang direlokasi
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) akan merelokasi dua titik pemukiman warga di dua kecamatan di Kota Padang pasca terjadinya banjir bandang.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan langkah relokasi itu diambilnya karena ratusan warga korban banjir bandang tidak berani kembali tinggal di rumahnya dan trauma.
“Warga ini tinggal di sepanjang aliran Sungai Limau Manis dan Batang Kuranji mereka tak berani lagi kembali ke rumahnya,” jelas Irwan Prayitno, di Sumbar, Jumat (14/9/2012).
Dua titik yang akan direlokasi itu di kawasan Batu Busuk Kecamatan Pauh dan Desa Tabing Bandar Gadang, Kecamatan Nanggalo. “Dua desa ini, merupakan kawasan rawan dan selalu terancam jika curah hujan tinggi karena berada di pinggir sungai dan di alur aliran sungai,” tambahnya.
Sementara itu, warga juga meminta agar Pemprov segera merealisasikan rencana itu. Warga sudah tak mau kembali ke rumah lagi.
“Kami berharap proses relokasi ini segera dilakukan, karena kami takut akan diterjang banjir lagi,” ujar Wati, salah seorang warga Batu Busuk. Menurut Wati, keluarganya sekarang ini masih menumpang di tempat saudaranya.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan langkah relokasi itu diambilnya karena ratusan warga korban banjir bandang tidak berani kembali tinggal di rumahnya dan trauma.
“Warga ini tinggal di sepanjang aliran Sungai Limau Manis dan Batang Kuranji mereka tak berani lagi kembali ke rumahnya,” jelas Irwan Prayitno, di Sumbar, Jumat (14/9/2012).
Dua titik yang akan direlokasi itu di kawasan Batu Busuk Kecamatan Pauh dan Desa Tabing Bandar Gadang, Kecamatan Nanggalo. “Dua desa ini, merupakan kawasan rawan dan selalu terancam jika curah hujan tinggi karena berada di pinggir sungai dan di alur aliran sungai,” tambahnya.
Sementara itu, warga juga meminta agar Pemprov segera merealisasikan rencana itu. Warga sudah tak mau kembali ke rumah lagi.
“Kami berharap proses relokasi ini segera dilakukan, karena kami takut akan diterjang banjir lagi,” ujar Wati, salah seorang warga Batu Busuk. Menurut Wati, keluarganya sekarang ini masih menumpang di tempat saudaranya.
(lns)