Rp45 miliar untuk Perpustakan bertaraf internasional
Jum'at, 14 September 2012 - 10:03 WIB
Rp45 miliar untuk Perpustakan bertaraf internasional
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menganggarkan dana sebesar RP45 miliar untuk merealisasikan perpustakaan bertaraf internasional. Saat ini perpustakaan tersebut dalam tahap pembangunan, di atas lahan seluas 5000 meter persegi, di Kawaluyaan, Bandung.
Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (Bapusipda) Jabar Enny Heryani Rahmasari Soebari mengatakan, rencananya perpustakaan megah tersebut akan launching pada 12 Desember 2012.Perpustakaan ini dikerjakan sejak 2010.
"Pembangunan dilakukan sebanyak 3 tahap. Tahap pertama dan kedua masing-masing Rp10 miliar, untuk yang ketiga sudah ditenderkan sebesar Rp25 miliar," kata Enny, di Bandung, Jumat (14/9/2012).
Menurut Enny, pihaknya saat ini memerlukan bantuan instansi seperti Dinas Permukiman dan Perumahan, Pemkot Bandung hingga Dinas Perhubungan. "Untuk mempercepat proses bangunan," jelasnya.
Bantuan itu diperlukan untuk mengatasi sejumlah persoalan yang ada di sekitar lingkungan Bapusipda yang belum mendukung sebuah perpustakaan bertaraf internasional. Misalnya, kata Enny, akses jalan yang masih perlu diperlebar dan diperbagus, lampu penerangan [PJU], dan akses transportasi.
Kendalanya, untuk memperlebar jalan perlu koordinasi karena status jalan Pemerintah Kota Bandung. Saat ini lahan tersebut masih diduduki oleh pedagang kaki lima (PKL). "Jadi perlu cara bagaimana supaya bisa diakses oleh pengunjung semua golongan juga,” ujarnya.
Selain urusan fisik, pihaknya menghadapi minimnya koleksi bahan pustaka untuk mengisi konten perpustakaan. Bapusipda saat ini baru memiliki koleksi buku baru sebanyak 200 ribu. Supaya sesuai standar internasional, dibutuhkan 4 juta judul buku.
"Jadi masih kurang 3,8 juta buku lagi," katanya.
Maka dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang perpustakaan umum se-Jabar, perpustakaan swasta dan perguruan tinggi untuk mensinkronkan judul buku. Sehingga bisa berkontribusi dalam memenuhi kekurangan buku.
"Jika judul buku yang ada di perpustakaan dinas tidak ada di Bapusipda akan ada link-nya. Proses pembuatan link ini mudah-mudahan selesai 2013 nanti.," terangnya.
Pihaknya juga masih kekurangan jumlah pustakawan. Menurutnya, perpustakaan internasional standarnya memiliki 60 pustakawan. Namun Bapusda saat ini baru memiliki 19 pustakawan.
Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (Bapusipda) Jabar Enny Heryani Rahmasari Soebari mengatakan, rencananya perpustakaan megah tersebut akan launching pada 12 Desember 2012.Perpustakaan ini dikerjakan sejak 2010.
"Pembangunan dilakukan sebanyak 3 tahap. Tahap pertama dan kedua masing-masing Rp10 miliar, untuk yang ketiga sudah ditenderkan sebesar Rp25 miliar," kata Enny, di Bandung, Jumat (14/9/2012).
Menurut Enny, pihaknya saat ini memerlukan bantuan instansi seperti Dinas Permukiman dan Perumahan, Pemkot Bandung hingga Dinas Perhubungan. "Untuk mempercepat proses bangunan," jelasnya.
Bantuan itu diperlukan untuk mengatasi sejumlah persoalan yang ada di sekitar lingkungan Bapusipda yang belum mendukung sebuah perpustakaan bertaraf internasional. Misalnya, kata Enny, akses jalan yang masih perlu diperlebar dan diperbagus, lampu penerangan [PJU], dan akses transportasi.
Kendalanya, untuk memperlebar jalan perlu koordinasi karena status jalan Pemerintah Kota Bandung. Saat ini lahan tersebut masih diduduki oleh pedagang kaki lima (PKL). "Jadi perlu cara bagaimana supaya bisa diakses oleh pengunjung semua golongan juga,” ujarnya.
Selain urusan fisik, pihaknya menghadapi minimnya koleksi bahan pustaka untuk mengisi konten perpustakaan. Bapusipda saat ini baru memiliki koleksi buku baru sebanyak 200 ribu. Supaya sesuai standar internasional, dibutuhkan 4 juta judul buku.
"Jadi masih kurang 3,8 juta buku lagi," katanya.
Maka dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang perpustakaan umum se-Jabar, perpustakaan swasta dan perguruan tinggi untuk mensinkronkan judul buku. Sehingga bisa berkontribusi dalam memenuhi kekurangan buku.
"Jika judul buku yang ada di perpustakaan dinas tidak ada di Bapusipda akan ada link-nya. Proses pembuatan link ini mudah-mudahan selesai 2013 nanti.," terangnya.
Pihaknya juga masih kekurangan jumlah pustakawan. Menurutnya, perpustakaan internasional standarnya memiliki 60 pustakawan. Namun Bapusda saat ini baru memiliki 19 pustakawan.
(lns)