Dinkes Majene akan bangun 40 Puskesdes
Jum'at, 14 September 2012 - 00:02 WIB
Dinkes Majene akan bangun 40 Puskesdes
A
A
A
Sindonews.com – Dalam memenuhi kebutuhan layanan kesehatan secara merata bagi masyarakat di daerah pelosok, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Majene, akan membangun sekira 40 Pusat Kesehatan Desa (Puskesdes) pada tahun 2013.
“Semoga, tahun anggaran fisik kita akan prioritaskan untuk digunakan membangun Puskesdes. Ini untuk lebih mendekatkan layanan kesehatan bagi masyarakat khususnya yang ada di pelosok,” kata Kepala Dinas Kesehatan Majene, Evawaty, Kamis (13/9/2012).
Menurut Evawaty, setelah dilakukan peninjauan di kecamatan, desa, dan kelurahan, Dinkes masih membutuhkan kurang lebih 40 unit Puskedes untuk dibangun.
Jumlah tersebut, sudah termasuk bangunan tua yang sudah tidak layak sehingga perlu direnovasi dan menyediakan infrastruktur yang lebih memadai.
Karena itu, kata Evawaty, anggaran yang diterima pada tahun depan akan diprioritakan untuk pembangunan fisik sehingga secara perlahan kebutuhan warga bisa terpenuhi. Meskipun diakuinya, bahwa itu sulit bisa terealisasi secepatnya karena keterbatasan anggaran.
Eva berharap masalah layanan keehatan dapat menjadi skala prioritas dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat sehingga kebutuhan itu bisa secepatnya terpenuhi.
“Pelayanan kesehatan di wilayah pelosok merupakan salah satu prioritas utama bagi kita sehingga tidak ada warga yang merasa di anak tirikan," jelas Evawaty.
“Semoga, tahun anggaran fisik kita akan prioritaskan untuk digunakan membangun Puskesdes. Ini untuk lebih mendekatkan layanan kesehatan bagi masyarakat khususnya yang ada di pelosok,” kata Kepala Dinas Kesehatan Majene, Evawaty, Kamis (13/9/2012).
Menurut Evawaty, setelah dilakukan peninjauan di kecamatan, desa, dan kelurahan, Dinkes masih membutuhkan kurang lebih 40 unit Puskedes untuk dibangun.
Jumlah tersebut, sudah termasuk bangunan tua yang sudah tidak layak sehingga perlu direnovasi dan menyediakan infrastruktur yang lebih memadai.
Karena itu, kata Evawaty, anggaran yang diterima pada tahun depan akan diprioritakan untuk pembangunan fisik sehingga secara perlahan kebutuhan warga bisa terpenuhi. Meskipun diakuinya, bahwa itu sulit bisa terealisasi secepatnya karena keterbatasan anggaran.
Eva berharap masalah layanan keehatan dapat menjadi skala prioritas dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat sehingga kebutuhan itu bisa secepatnya terpenuhi.
“Pelayanan kesehatan di wilayah pelosok merupakan salah satu prioritas utama bagi kita sehingga tidak ada warga yang merasa di anak tirikan," jelas Evawaty.
(ysw)