Jokowi diprediksi unggul tipis dari Foke
Kamis, 13 September 2012 - 19:17 WIB
Jokowi diprediksi unggul tipis dari Foke
A
A
A
Sindonews.com - Pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) diprediksi akan mengungguli pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran kedua.
Direktur Indo Barometer M Qodari menilai, Jokowi-Ahok masih akan bersaing ketat dengan pasangan Foke-Nara dalam putaran kedua 20 September 2012 mendatang. Pasalnya, hasil survei salah satu media nasional menunjukkan keunggulan tipis sementara Jokowi-Ahok atas Foke-Nara.
Keunggulan itu menurutnya, dapat dilihat dari dua aspek. Pertama, keunggulan elektabilitas Jokowi-Ahok yang diperkirakan mencapai 45,13 persen atas elektabilitas Foke-Nara yang hanya 37,53 persen.
"Angka ini saya proyeksikan dari persentase pilihan pada Jokowi-Ahok dan Foke-Nara di putaran pertama, dikalikan persentase pemilih loyal, ditambah persentase suara tambahan dari pendukung calon yang tidak lolos ke putaran," katanya di Jakarta, Kamis (13/9/2012).
Sementara aspek kedua adalah, data sikap positif dan penilaian kemampuan masyarakat terhadap Jokowi-Ahok yang lebih tinggi daripada Foke-Nara. Jokowi-Ahok unggul di semua strata masyarakat, walaupun lebih besar di kalangan menengah atas.
Menurutnya, kalau tingkat golput yang mencapai 36,38 persen pada putaran pertama menurun, karena salah satu calon berhasil memobilisasi pendukungnya, maka perubahan yang signifikan bisa terjadi.
Seperti diketahui, sebuah media cetak nasional dalam rilis surveinya menyebutkan kalangan masyarakat berpendidikan tinggi menilai kemampuan Foke-Nara lebih tinggi dari Jokowi-Ahok hanya 15 persen, Jokowi-Ahok lebih tinggi yakni 45 persen, dan sama besar 40 persen.
Kalangan berpendidikan menengah juga menilai kemampuan Foke-Nara lebih tinggi dari Jokowi-Ahok hanya 25 persen. Yang menyebut Jokowi-Ahok lebih tinggi yakni 34 persen, dan yang menyebut sama saja 41 persen.
Sementara kalangan berpendidikan rendah juga melihat kemampuan Foke-Nara lebih tinggi hanya 26 persen, yang melihat Jokowi-Ahok lebih tinggi 35 persen, dan sama saja 39 persen.
Survei tersebut juga menyebutkan bahwa pemilih Foke-Nara yang akan tetap memilih mereka sebesar 84 persen, sebanyak 6 persen akan beralih ke Jokowi-Ahok, dan 10 persen belum jelas. Adapun pemilih Jokowi-Ahok yang akan tetap memilih mereka sebanyak 85 persen, berpindah ke Foke-Nara 8 persen, dan belum jelas tujuh persen.
Direktur Indo Barometer M Qodari menilai, Jokowi-Ahok masih akan bersaing ketat dengan pasangan Foke-Nara dalam putaran kedua 20 September 2012 mendatang. Pasalnya, hasil survei salah satu media nasional menunjukkan keunggulan tipis sementara Jokowi-Ahok atas Foke-Nara.
Keunggulan itu menurutnya, dapat dilihat dari dua aspek. Pertama, keunggulan elektabilitas Jokowi-Ahok yang diperkirakan mencapai 45,13 persen atas elektabilitas Foke-Nara yang hanya 37,53 persen.
"Angka ini saya proyeksikan dari persentase pilihan pada Jokowi-Ahok dan Foke-Nara di putaran pertama, dikalikan persentase pemilih loyal, ditambah persentase suara tambahan dari pendukung calon yang tidak lolos ke putaran," katanya di Jakarta, Kamis (13/9/2012).
Sementara aspek kedua adalah, data sikap positif dan penilaian kemampuan masyarakat terhadap Jokowi-Ahok yang lebih tinggi daripada Foke-Nara. Jokowi-Ahok unggul di semua strata masyarakat, walaupun lebih besar di kalangan menengah atas.
Menurutnya, kalau tingkat golput yang mencapai 36,38 persen pada putaran pertama menurun, karena salah satu calon berhasil memobilisasi pendukungnya, maka perubahan yang signifikan bisa terjadi.
Seperti diketahui, sebuah media cetak nasional dalam rilis surveinya menyebutkan kalangan masyarakat berpendidikan tinggi menilai kemampuan Foke-Nara lebih tinggi dari Jokowi-Ahok hanya 15 persen, Jokowi-Ahok lebih tinggi yakni 45 persen, dan sama besar 40 persen.
Kalangan berpendidikan menengah juga menilai kemampuan Foke-Nara lebih tinggi dari Jokowi-Ahok hanya 25 persen. Yang menyebut Jokowi-Ahok lebih tinggi yakni 34 persen, dan yang menyebut sama saja 41 persen.
Sementara kalangan berpendidikan rendah juga melihat kemampuan Foke-Nara lebih tinggi hanya 26 persen, yang melihat Jokowi-Ahok lebih tinggi 35 persen, dan sama saja 39 persen.
Survei tersebut juga menyebutkan bahwa pemilih Foke-Nara yang akan tetap memilih mereka sebesar 84 persen, sebanyak 6 persen akan beralih ke Jokowi-Ahok, dan 10 persen belum jelas. Adapun pemilih Jokowi-Ahok yang akan tetap memilih mereka sebanyak 85 persen, berpindah ke Foke-Nara 8 persen, dan belum jelas tujuh persen.
(lil)